Anabelle - Love and Regret

Anabelle - Love and Regret
Vero dan Anabelle Akhirnya saling Komunikasi



Chat pertama yang di lihat Anabelle adalah chatnya Alvaro.


"Anabell sayang, kamu lihat berita yang hari ini lagi tranding gak? Astaga aku baru tau setelah keberangkatan aku. Kamu gak papakan? Dari tadi hpku banyak yang chat, dari Mama aku, Papa aku, Kakek aku, semua keluarga besar akku, teman-teman, rekan kerja, sahabat, semuanya pada ngechat. Aku sampai kaget barusan. Saat tau aku langsung telfon kamu, tapi gak kamu angkat. Kamu belum bangun ya?" Alvaro


"Anabelle, cintaku. Kalau sudah bangun, chat aku ya. Kamu mending gak usah ke perusahaan dulu, takutnya di sana ada banyak wartawan. Aku gak bisa bantu kamu karena aku gak bisa cancel jadwalku soalnya. Tapi aku usahakan pulang cepet." Alvaro


"Sayang, Cinta, Anabelle, Calon istriku. Hy, bangun! Sudah siang." Alvaro


"Aku gak tau harus seneng atau sedih, seneng karena mereka tau kedekatan kita, jadinya mereka gak akan ngambil kamu dari aku. Karena mereka dah tau, Anabelle, Pemilik Aplikasi Evta, sudah ada yang punya. Jadi yang coba ngedeketin kamu akan mundur alon-alon. Sedih juga sih, karena hubungan kita akan di publis dengan cara kayak gini, takut kamu gak siap juga dengan banyaknya pertanyaan yang muncul dari semua orang, terutama orang terdekat kamu. Aku harap, kamu baik-baik aja." Alvaro


"Sayang, Hello!" Alvaro


Membaca pesan dari Alvaro, Anabelle hanya senyam senyum sendiri.


"Sorry, aku baru bangun. Aku juga kaget saat lihat HP aku lagi lagi penuh dengan chat. Aku sudah seperti artis, mudah banget viralnya dan jadi omongan para warganet wkwk. Bahkan artis pun kayaknya kalah tuh sama aku." Anabelle


"Aku tadi habis vidio call sama Mama dan Papa aku. Ya mereka kaget juga lihat berita aku di sosial media dan di tivi. Bahkan saudara dan keluarga besar aku pada heboh di sana. Gak nyangka, aku viral lagi untuk kedua kalinya. Baru juga beberapa bulan, eh namaku pada muncul semua, mana sekarang vidio kita juga jadi tontonan jutaan orang." Anabelle


"Aku juga bingung harus seneng atau sedih. Tapi ya sudahlah, ini kan bukan kemauan kita. Jadi ya biarin aja. Oh ya hari ini aku gak pergi ke perusahaan. Nanti aku akan telfon Pak Alan, soalnya Mama aku nyuruh aku pulang ke Jember. Lagian aku d sini sendirian, dan pasti di depan perusahaan banyak wartawan, aku malas jika harus di wawancarai oleh mereka. Jadi aku akan pulang ke Jember untuk beberapa hari ke depan. Aku akan mantau perusaan dari Hp aja." Anabelle


Setelah semua pesan terkirim, barulah centang dua dan langsung di baca oleh Alvaro. Lalu gak lama kemudian Alvaro pun membalasnya.


"Okay, seperti itu lebih baik. Aku malah lebih tenang jika kamu pulang ke Jember. Kamu hati-hati ya, kalau sudah samapi sana, langsung kabari aku." Alvaro


"Siap, boskiu." Anabelle.


Setelah membalas pesan dari Alvaro, barulah Anabelle membuka pesan dari Tasya.


"Gila kamu, An. Lagi-lagi namamu Viral. Kok bisa sih vidio kamu sampai terekspos gitu. Gak nyangka aku. Pas nonton tivi, aku lihat banyak berita menayangkan vidio kamu dan banyak berita yang berlomba-lomba buat menceritakan tentang kehidupan kamu. Tapi jujur, kamu cantik banget loh. Itu vidio tadi malam, kan? Kamu pergi kencan sama Mas Al ya? Tapi kok kamu pakai gaun ke pasar malam, mana pakai mobil mewah pula!" Tasya


Membaca pesan Tasya, Anabelle terkekeh. Ia pun langsung membalasnya.


"Iya, tadi malam itu sebenarnya Mas Al ngajak aku dinner gitu di resto mewah, ya kali aku pergi ke resto kalangan atas pakai baju biasa, kan malu aku. Jadi ya aku pakai baju terbaik dong, yang sekiranya terkesan. Nah habis makan, aku ngajak Mas Al ke pameran malam, terus dia mau. Jadi dari resto, cussss deh ke pameran malam. Jadi gak pulang dulu buat ganti baju atau ganti mobil. Malu sih sebenarnya, tapi ya aku berusaha PD aja. Eh malah viral gini." Anabelle.


Lalu Anabelle melihat ada chat dari Vero, Anabelle pun langsung membacanya.


"Aamiin. Tapi sejujurnya aku itu bukan kencan, karena aku belum pacaran, baru pdkt aja. Tapi thanks doanya ya. Semoga kamu pun juga berjodoh sama Mas Gavin." Anabelle.


Tak lama kemudian, ada balasan dari Vero.


"Aku gak deket sama Mas Gavin, aku sudah lama hilang contect sama dia. Bahkan aku fikir, malah dia balikan sama kamu, maksud aku rujuk sama kamu. Tapi melihat berita di tivi, baru lah aku sadar, fikiran aku salah selama ini." Vero.


"Aku juga sudah lama gak ada komunikasi sama Mas Gavin sejak cerai. Malah aku mikirnya dia itu menjalin hubungan sama kamu. Berarti dia benar-benar hilang ya sejak perusahaannya gulung tikar." Anabelle.


"Iya. Nomernya gak bisa di hubungi, sosial medianya juga pada gak aktiv. Aku chat lewat email, juga gak ada balasan. Gak tau kemana sekarang." Vero.


"Mas Gavin kayak hilang di telan bumi. Aku juga tanya ke orang tuanya, katanya dia gak pulang ke sana. Setelah transfer sejumlah uang buat mereka. Langsung hilang gitu aja." Anabelle.


"Tapi dia gak mungkin bu-nuh diri kan?" Vero.


"Aku juga gak tau, soalnya dulu aja saat aku pergi, dia gak segan-segan mengiris pergelangan tangannya sampai harus masuk rumah sakit. Untungnya ada Mas Bagas yang nolong Mas Gavin. Kalau gak ada Mas Bagas waktu itu, mungkin nyawanya tidak tertolong." Anabelle.


"Aku jadi khawatir. Kira-kira dia di mana ya? Semoga dia tidak berfikiran bodoh." Vero.


"Kita doakan aja semoga dia baik-baik aja di luar sana." Anabelle.


"Aamiin." Vero.


"Aku mau mandi dulu ya, mau siap siap soalnya." Anabelle.


"Kamu mau kemana?" Vero.


"Pulang kampung." Anabelle.


"Oh, okay. Hati hati ya di jalan." Vero.


"Siap." Anabelle


Dan setelah itu, Anabelle masih  menyempatkan diri membalas pesan Bagas, saudaranya yang lain, dan beberapa temannya. Baru setelah itu, ia menaruh hpnya dan segera mandi.