
Saat tiba di pasar malam, mereka jadi pusat perhatian karena membawa mobil super mewah. Apalagi setelah mereka memarkirkan mobilnya di parkiran luar dan turun dari mobil. Mereka semakin menjadi pusat perhatian, apalagi tampilan Anabelle yang snagat memukau semua orang. Memakai gaun hitam dengan riasan yang sangati cantik dan elegant, kulit putihnyga juga membuat Anabelle semakin mempesona.
Mereka bahkan berfikir mereka itu seorang artis atau seseorang dari kalangan atas yang kini tengah merasakan kencan layaknya orang biasa. Mereka diam-diam memfoto mereka dan menguploadnya di media sosial.
Saat Alvaro dan Anabelle berjalan bergandengan tangan, mereka langsung menyingkir tanpa di suruh. Mereka terus melihat ke arah Anabelle dan juga Alvaro.
Anabelle dan Alvaro tentu sedikit risih, namun mereka mengabaikannya dan fokus sama pameran malamnya.
Tak ada tiket masuk, karena memang pameran malam ini sangat bebas dan boleh di nikmati oleh siapapun yang datang. Hanya saja jika ingin mencoba berbagai macam permainan, harus bayar dulu agar bisa ikut main dengan yang lain. Di sekeliling permainan juga ada banyak sekali yang berjualan, namun Anabelle tidak terlalu tertarik, mungkin karena dirinya sudah kenyang setelah makan di resto tadi. Ia hanya ingin mencoba mainan bersama Alvaro dan menikmati moment kebersamaan mereka.
Permainan pertama yang menarik perhatian Anabelle adalah Galeon alias kora-kora. Wahana ini mirip seperti ayunan raksasa. Dan wahana ini cukup memacu adrenalin.
Anabelle dan Alvaro pun segera mencoba permainan itu dan yah, benar saja. Saat permainan itu di mulai, Anabelle langsung teriak kencang sekencang-kencangnya, bahkan wajahnya pucat karena ketakutan. Dan Alvaro hanya tertawa sambil menggenggam tangan Anabelle.
Alvaro tertawa bukan karena ia suka melihat wajah ketakutan Anabelle, hanya saja memang inilah moment yang di tunggu-tunggu, berteriak saat permainan berlangsung. Walaupun sangat takut, namun juga merasa senang dalam waktu bersamaaan.
Setelah selesai, Anabelle langsung merasa deg-degan. Alvaro sampai harus memapahnya untuk turun dan berdiri di pinggir. Alvaro juga membelikan air agar Anabelle merasa tenang dan tak lagi merasa takut.
Setelah beberapa menit, barulah Anabelle kembali normal. Orang-orang masih melihat Anabelle dan Alvaro yang terkesan romantis. Bahkan banyak yang iri melihat keromantisan mereka berdua.
Sudah kaya, cantik bak pangeran dan putri, romantis pula. Siapa yang tidak iri melihat pemandangan yang ada di hadapan mereka.
Lalu setelah merasa baikan, Anabelle melihat ke arah sekitar dan mulai mencari lagi, permainan apa yang ingin ia coba selanjutnya.
Lalu Anabelle mendengar teriakan yang cukup keras, Anabelle langsung melihat ke arah mereka dan benar saja, ada permainan yang menarik perhatiannya lagi.
Anabelle langsung mengajak Alvaro buat mendekati permainan itu dan mencobanya. Kali ini permainannya adalah Ombak Banyu. Jadi Ombak Banyu ini merupakan wahana yang bisa di nikmati semua kalangan. Wahana ini membuat kita merasakan sensasi terombang-ambing di lautan. Dan yang bikin menarik, ombak banyu ini di operasikan secara manual oleh petugas.
Nah Petugasa ini akan beratraksi ria saat memutar ombak banyu dan diiringi dengan musik biar makin keren. Jadi nantinya, mereka yang menaikininya, akan melompat sampai bergelantungan. Pokoknya bikin Anabelle gak sabaran pengen mencobanya bersama Alvaro. Alvaro sendiri juga belum mencoba permainan ini dan tentu, ia juga penasaran dengan sensainya.
Mereka menunggu permainan sebelumnya berakhir, setelah berakhir, barulah Alvaro dan Anabelle mendaftar untuk ikut permainan serut itu.
Dan benar saja, saat mereka mencobanya, Anabelle teriak sekencang-kencangnya dan kali ini di sertai dengan tertawa dan menyebut nama Alvaro beberapa kali. Alvaro yang melihat itu pun tersenyum bahagia, senang pada akhirnya mereka bisa kencan seperti ini. Tak perlu mewah, sederhana tapi cukup mengesankan.
Setelah lelah dengan dua permaian yang menguji adrenalin, barulah Anabelle dan Alvaro berjalan ke arah yang lain. Anabelle masih sangat lelah karena sedari tadi ia berteriak paling kencang hingga lagi-lagi menjadi pusat perhatian orang.
Alvaro mencari tempat duduk dan menyuruh Anabelle duduk di sana dan memberikan Anabelle sebotol air untuk dia minum agar Anabelle kembali tenang dan bisa bersantai lebih dulu sebelum menikmati permainan yang lain. Jangan tanya dari mana, Alvaro dapat sebotol air, karena di sekeliling mereka ada banyak yang jualan, bahkan ada yang jualan air sambi keliling jalan-jalan, mendekati para pengunjung dan nawarin mereka air.
Setelah hampir sepuluh menit, Anabelle melihat ke arah rumah hantu. Ia pun segera bangkit dari tempat duduknya dan berjalan bergandengan tangan menuju rumah hantu itu, dari luar aja sangat seram. Anabelle sebenarnya cukup sedikit takut tentang hantu, namun ia merasa ini akan menjadi tantangan tersendiri untuk dirinya.
Setelah membeli tiket, barulah merkea masuk. Baru masuk ia mendengar suara yang bikin bulu kuduknya merinding. Anabelle langsung memegang erat tangan Alvaro dan merapatkan tubuhnya ke tubuh Alvaro seakan ingin mencari perlindungan. Alvaro pun tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini, ia memeluk Anabelle dengan erat, inilah pertama kali Alvaro bisa memeluk Anabelle seerat ini. Biasanya cukup ngobrol biasa, atau pegangan tangan, tidak lebih dari itu. Namun malam ini, mungkin Anabelle tanpa sadar merapatkan tubuhnya dan membiarkan Alvaro memeluknya karena sangking takutnya.
Dan setelah keluar, barulah Anabelle melepas pelukannya dan bernafas lega. Keringat langsung membanjiri tubuhnya karena sangking takut dan paniknya berada di dalam.
Butuh waktu lima belas menit, untuk Anabelle bisa tenang. Dan setelah tenang, Alvaro mengajak Anabelle membeli es krim agar bisa santai sejenak sebelum melanjutkan permainan yang lain.
Anabelle pun setuju, mereka membeli dua es krim, rasa coklat untuk Alvaro dan rasa strawberry untuk Anabelle. Mereka pun makan es krim sambi mengobrol santai.
Setelah es krim habis, barulah kini Alvaro yang gantian mengajak Anabelle melihat tong setan atau tong stan. Nah ini merupakan wahana yang ditujukan buat orang yang ingin melihat antraksi yang memacu adrenalin. Di dalam wahana ini, pengunjung bisa melihat pengendara motor yang mengendarai motornya berputar tiga ratus enam puluh derajat di dalam tong raksasa.
Di situ, Anabelle dan Alvaro fokus menatap melihat antraksi mereka.
"Kok bisa mereka seberani itu ya?" celoteh Anabelle.
"Mereka sudah terlatih lama, tentu awalnya gak akan mudah, namun jika terus berusaha, pada akhirnya akan membuahkan hasil dan akan terbiasa. Jadi, bagi kita yang melihatnya mungkin akan merasa ngeri, takut jatuh tapi tidak untuk mereka, bagi mereka ini malah menyenangkan dan mereka senang bisa memperlihatkan bakat mereka kepada orang lain," sahut Alvaro menjelaskan.
"Oh, gitu. Tapi aku tetap aja takut sih lihatnya, takut mereka jatuh dan cedera. Namanya musibah kan gak ada yang tau ya. Kalau aku mending gak deh," celetuk Anabelle.
"Mungkin mereka juga takut cedera, tapi selain ingin memperlihatkan bakat mereka ke orang lain, ini salah satu cara mereka menghasilkan uang buat memenuhi biaya hidup," balas Alvaro dan Anabelle pun diam.
Lalu setelah puas lihat antraksi mereka, barulah kini mereka menaiki wahana Bianglala. Wahana ini paling di gemari oleh pengunjung. Secara teknis, Bianglala adalah ikon dari pasar malam itu sendiri atau pameran malam itu sendiri. Karena dengan kita menaiki bianglala, kita bisa menikmati pemandangan dari atas kincir angin raksasa.
Saat menaiki Bianglala, Anabelle tak sampai menjerit, ia malah sangat menikmatinya. Bahkan Anabelle mengambil hpnya dan meminta Alvaro memfoto dirinya saat berada di ketinggian. Lalu setelah itu, mereka pun mengambil foto berdua beberapa kali. Melihat hasil fotonya sangat bagus, Anabelle mengirim foto itu ke Hp Alvaro agar Alvaro juga punya kenang-kenangan mereka berdua.
Setelah puas dua putaran menaiki wahana biang lala, mereka lanjut, pergi ke wahana yang lain. Dan kali ini mereka mencoba untuk menaiki komedi putar atau carousel. Nah di sini, Anabelle dan Alvaro di buat berputar-putar sambil duduk di kursi yang berbentuk hewan hewan yang lucu. Alavaro duduk di kursi hewan samping Anabelle, Alvaro gak bisa jauh-jauh dari Anabelle, dan akan terus ada di dekatnya. Karena pengujung di sini cukup banyak dan tentu, Alvaro takut jika sampai ia jauh dari Anabelle, Anabelle akan hilang dari pandangannya dan Alvaro gak mau itu terjadi.
Saat menaiki Komedi Putar atau carousel, Anabelle juga tak perlu berteriak, karena memang ini tidak memacu adrenalinnya, ia malah tertawa menikmati permainan carousel.
Setelah merasa bosen, Anabelle dan Alvaro turun dari sana dan berjalan untuk menikmati wahana yang lain. Kali ini, wahana yang ia ingin coba adalah permainan berhadiah. Alvaro pun segera membeli beberapa koin agar ia dan Anabelle bisa merasakan sensasi seperti melempar gelang, lempar bola, lempar panah, sampai memancing ikan. Dan sayangnya, Anabelle gak mendapatkan satu hadiah apapun dari permainan yang ia coba, untungnya Alvaro mendapatkannya. Ia berhasil memberikan beberapa boneka untuk Anabelle, boneka yang ia dapatkan dari lempar panah, lempar gelang dan lempar bola. Jadi ada tiga hadiah yang kini di pegang oleh Anabelle.
Sebenarnya masih ada banyak wahana yang ingin Anabelle coba, namun karena ini sudah jam setengah dua belas malam, dan besok Alvaro harus pergi ke Singapur, jadi Anabelle pun menahan keinginannya itu dan mengajak Alvaro pulang.
Saat di jalan, Anabelle yang lelah setelah berteriak dan mencoba berbagai macam permainan, kini ia sudah ketiduran di mobil. Alvaro pun membiarkannya karena ia tau, Anabelle sangat lelah dan butuh istirahat.
Baru setelah sampai di depan rumah Anabelle, Alvaro membangunkannya. Anabelle pun segera membuka mata dan setelah itu, ia mengucapkan terima kasih kepada Alvaro, ia segera keluar dari mobil itu sambil membawa tiga boneka pemberian Alvaro dari permainan dapat hadiah.
Alvaro gak bisa ikut turun dan mampir ke rumah Anabelle yang merupakan rumahnya sendiri, hanya saja kini di tempati oleh Anabelle dan Tasya.
Alvaro gak bisa turun dan menemani Anabelle, karena selain tau Anabelle pastinya ingin cepat-cepat tidur dan istirahat, Alvaro juga merasa badannya cukup lelah dan juga ingin segera pulang dan tidur, agar ia bisa bangun pagi dan bersiap-siap untuk berangkat ke singapure.