
"Sudah siap?" tanya Verly dan Vero pun mengangukkan kepalanya. Ia duduk di kursi yang sudah di siapkan oleh Verly. Sedangkan Verly berada di depan Vero. Hpnya sudah di taruh di alat yang langsung mengarahkan ke vero, jadi gak perlu di pegang, agar tidak goyang saat pengambilan vidio. Apalagi ini live, jadi harus benar-benar sempurna.
"Iya," jawabnya.
Dan kamera pun On.
"Hallo, selamat siang. Bagaimana kabar kalian semua? Aku harap kalian baik-baik saja di luar sana. Saya, Veronica ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada kalian semua, atas kegaduhan yang terjadi hari ini. Entah siapa orang yang sudah tega menyebarkan masalah pribadi saya ke publik hingga membuat semuanya kacau balau seperti ini. Jika saya tau orangnya, mungkin saya akan menampar dia karena demi uang, dia rela menjual masalah saya hingga menjadi viral seperti ini.
Dan siapapun yang membuat berita tidak jelas, bahkan jauh menyimpang dari alur yang sebenarnya, sungguh saya tidak akan memaafkannya sampai saya mati. Dan saya akan menutut mereka semua di akhirat kelak.
Di sini saya akan melakukan klarifikasi sama seperti yang Anabelle lakukan tadi. Saya sudah menonton live Anabelle dari awal sampai akhir. Dan saya merasa berterima kasih kepada Anabelle, terima kasih sudah memaafkan saya dan jujur sampai detik ini saya menyesal karena saya sudah menjadi orang bodoh hingga tanpa sadar, saya menjalani hubungan dengan pria yang sudah beristri. Ini kesalahan fatal saya dan ini akan menjadi pelajaran buat saya maupun semua orang, untuk lebih berhati-hati lagi dalam menjalani hubungan, jangan mudah mempercayai ucapan seorang laki-laki. Karena mereka kebanyakan itu penuh dengan dusta. Walaupun tidak semuanya, tapi kebanyakan seperti itu.
Saya akan mencerita sedikit tentang hubungan saya dengan Gavin Pranata. Pengusaha Muda Ternama yang selama ini selalu muncul di majalah bisnis. Bahkan tak banyak dari kita semua yang berharap bisa menjadi pendamping hidupnya. Benar, bukan? Jangan bohongloh. Saya yakin semua wanita pasti berharap bisa menjadi kekasihnya, atau bahkan istrinya.
Itu sebelum kita tau sifat aslinya, tapi setelah tau. Mungkin kita memilih mempunyai kekasih yang biasa aja, asal dia jujur dan tidak penuh dengan kebohongan. Benar, kan?
Awal saya bertemu dengan Gavin itu saat saya menjadi BA di perusahaanya. Itu sekitar setahun yang lalu. Awalnya saya tidak terlalu kenal dengan Gavin. Saya hanya fokus bekerja karena yang menangani masalah kontrak itu kan Mas Farhan sama asisten Mas GAvin. Jadi saya ke sana, saat pengambilan foto dan vidio. Atau hadir saat ada event saja.
Namun beberapa minggu setelah saya menjadi BA di sana, Gavin mulai mendekati saya. Awalnya saya merasa risih dan gak nyaman. Siapa sih yang merasa nyaman jika setiap hari di kirimin chat terus, di dekati terus. Iya kan? Pasti risihlah. Tidak peduli dia seterkenal apa, tapi jika terus mengirim pesan, ibaratnya kita seperti sedang di teror saja. Ia, kan?
Awalnya saya tidak terlalu mempermasalahkan chat itu bahkan terkesan mengabaikan, namun sebagai wanita yang selalu mendapatkan kiriman yang berisi kata-kata manis, akhirnya saya mulai luluh juga. Sesekali saya membalas pesannya. Dan dari sering balas pesan itulah. Awal kedekatan saya dengan Mas Gavin.
Dia bahkan mulai berani menelfon dan vidio call saya. Dan saya menerimanya karena menurut saya Gavin itu orang baik. Setelah cukup dekat, barulah Gavin mulai mengajak saya keluar jalan-jalan. Namun saat itu saya menolak, sampai permintaan dia untuk ketiga kalinya, baru saya menyetujuinya karena saat itu saya free, gak ada kerjaan.
Tiga bulan setelah pendekatan itu, Gavin mulai mengungkapkan perasaannya. Namun saya menolaknya karena saya merasa butuh waktu untuk menjawab semuanya. Saya belum kenal Gavin sepenuhnya, yang saya tau Gavin adalah pemilik perusahaan GP, dan dia adalah pengusaha muda ternama yang seringkali muncul di majalah bisnis dan sesekali muncul di stasiun tivi.
Saya terus mencoba untuk mencari identitas Gavin, semua yang berkaitan dengan dia, saya membacanya, namun baik itu di majalah, ataupun di google, gak ada keterangan jika Gavin sudah menikah. Ataupun punya kekasih.
Tak hanya sampai di situ, saya mencoba untuk mendekati Bagas, asisten Gavin. Saya ingin mencari tau tentang Gavin melalui Bagas, tapi sayangnya Bagas seakan terus menghindar dari saya. Setiap saya menanyakan sesuatu yang berkaitan dengan masalah pribadi, Bagas terus saja bungkam dan tak mau menceritakan yang sebenarnya, sehingga saya mengalah dan tidak lagi mencoba untuk mendekatinya.
Saya juga mengikuti semua akun sosial media Gavin waktu itu, dan saya lihat satu persatu foto dan vidio yang dia upload, tapi gak ada satupun foto wanita. Lalu saat saya pergi ke perusaahaannya, saya juga tidak pernah mendengar Gavin dekat dengan wanita lain.
Jadi, jika ada yang bilang, saya langsung menerima Gavin begitu saja, itu bohong. Saya sudah mencari tau tentang Gavin, hanya saja Gavin seakan begitu pintar menyembunyikan statusnya itu.
Saat Gavin mengungkapkan perasaanya lagi, saya bertanya padanya bekali-kali. Apakah dia sudah punya kekasih atau istri. Tapi jawabnya sama, dia masih single dan belum menikah. Bahkan dia juga belum punya kekasih. Itu jawabannya. Dan setiap kali saya tanya, jawaban dia selalu konsisten, selalu bilang dia masih single dan belum menikah.
Akhirnya saya mempercayainya dan saya menerima dia sebagai kekasih saya. Dan kenapa saya tidak mengumumkan di publik, karena saya tidak mau semua kehidupan saya, selalu menjadi konsumsi publik. Biarlah karya saya yang cukup mereka nikmati, tapi tidak dengan kehidupan di dunia nyata.
Saya juga ingin punya privasi, yang tidak semua orang harus tau. Saya juga risih, jika dikit-dikit apa yang berkaitan dengan kehidupan saya, selalu di posting di media sosial. Saya tidak suka hal seperti itu.
Selama saya pacaran sama Gavin pun tidak ada yang membuat saya curiga. Saat bersama saya, Gavin tidak sibuk main hp atau saat saya meminta dia datang, dia selalu mengatakan iya. Dan tidak pernah menolak. Lalu bagaimana saya bisa berfikir dia sudah menikah, jika dia sendiri tidak menampakkan sedikitpun yang membuat saya curiga.
Berbulan bulan lamanya saya pacaran, tidak ada pertengkaran atau apapun. Saya dan Gavin mencoba untuk saling mengerti kesibukan masing-masing. Dan jika saya ada waktu dan dia ada waktu, saya dan Gavin akan keluar bersama untuk sekedar jalan-jalan. Hanya itu.
Dan ya seperti itulah pertemuan saya dengan Anabelle, tak ada yang membuat saya curiga jika dia adalah istri sah Gavin. Karena Anabelle sama seperti Gavin yang begitu pandai menutupi masalah pribadinya.
Bahkan ketika saya dan Gavin sarapan pagi bersama di Resto, lagi dan lagi saya bertemu dengan Anabelle dan Tasya, sahabat Anabelle. Saya mengajak mereka untuk gabung dan sarapan bersama. Anabelle tidak menolak dan dia mau makan bareng saya dan Gavin.
Tidak ada yang membuat saya curiga sama mereka, karena mereka seperti orang asing yang tidak saling mengenal. Cuma yang bikin saya kaget waktu itu, Anabelle bercerita dia sudah menikah tapi pisah rumah, dan itu di sebabkan karena suaminya selingkuh. Waktu itu saya tidak berfikir bahwa sayalah selingkuhannya.
Saat saya dan Gavin pergi lebih dulu, saya menanyakan kepada Gavin sekali lagi tentang statusnya, dan Gavin masih mengatakan jika dia belum menikah dan masih single. Namun saya tidak mau mempercayainya begitu saja, saya meminta KTP nya dan benar saja, di KTP itu masih single dan belum menikah. Melihat KTP nya yang masih single, saya sedikit bernafas lega.
Namun saya tidak berhenti di situ, saat ada kesempatan, saya diam diam mengambil hpnya dan mencoba untuk membuka pinnya. Tidak mudah, karena memang saya tidak tau pinnya berapa, namun setelah mencoba beberapa kali, barulah hpnya bisa di buka.
Saat saya melihat di nama kontak, tidak ada yang mencurigakan, saya lihat di pesan pun, juga tidak ada pesan dari wanita lain selain pesan yang membahas masalah pekerjaan. Dan saya lihat di galerinya pun, juga tidak ada foto wanita lain selain foto saya.
Lalu bagaimana saya bisa curiga, jika tidak ada satu tanda yang bisa membuat saya berfikir jika dia sudah menikah?
Namun satu bulan yang lalu, tiba-tiba saja Mas Farhan mengatakan jika Gavin sudah menikah dan saya tidak mempercayainya karena memang Mas Farhan tidak membawa buktinya. Saya tidak mempercayai ucapan seseorang, kecuali ada bukti yang nyata. Keesokan harinya, Mas Gavin datang ke apartemen saya dan memberikan bukti itu. Saya cukup sok, saya langsung datang ke kediamannya. Saya tau alamat rumahnya karena Mas Farhan yang mengirimnya. Saya datangi rumahnya dan saya benar-benar sok saat melihat di rumah itu ada foto Anabelle dan Gavin.
Di situ saya merasa dunia saya seperti runtuh, gak menyangka jika pria yang selama ini menjadi kekasih saya, tega membohongi saya sampai segitunya. Saat itu juga, saya langsung menampar Gavin berkali-kali untuk membalas rasa sakit hati saya dan rasa kecewa saya yang sudah tega dia mainkan. Lalu setelah itu, saya kembali ke apartemen. Dan ketika Mas Gavin datang ke apartemen saya, saya langsung menyiram dia dengan air kotor. Bahkan saya menelfon keamanan agar tidak mengizinkan Gavin datang ke apartemen saya lagi. Saya juga langsung mendatangi Anabelle untuk meminta maaf dan bersujud di kakinya. Karena saya sudah menjadi orang ketiga dalam pernikahannya.
Untungnya, Anabelle mau mengerti dan mau memaafkan saya. Saya bersyukur di pertemukan dengan wanita baik bahkan saya mengangap Anabelle bukan hanya teman tapi juga sahabat, saya cukup dekat dengannya.
Dan karena Gavin terus datang ke apartemen saya walaupun tidak sampai masuk ke dalam, tapi dia selalu menunggu saya di depan apartemen. Itulah kenapa saya memilih untuk tinggal di hotel. Untuk menghindari Gavin dan saya menganggap jika Gavin adalah masa lalu buruk saya. Dan saya juga berharap, semoga di masa depan, saya tidak bertemu dengan laki-laki seperti Gavin. Yang tega berbohong hanya demi kesenangannya sendiri.
Itulah kisah saya dan Gavin. Tidak ada yang spesial. Dan saat ini saya dan Gavin sudah resmi putus sebulan yang lalu, saya juga sudah meminta maaf sama Anabelle dan semua masalah juga sudah selesai.
Saya harap, kalian tidak menghakimi saya karena saya sudah masuk ke dalam rumah tangga Gavin dan Anabelle. Karena sejatinya, saya tidak tau jika Gavin sudah menikah dan saat saya tau pun, saya memilih untuk memutuskannya dan menghindarinya sebisa saya.
Untuk Anabelle, sekali lagi saya minta maaf. Karena kebodohan saya, saya sudah menjadi penyebab rumah tangga kamu hancur.
Untuk Gavin, terima kasih atas kebohongan yang sudah kamu lakukan selama ini. Terima kasih atas luka yang sudah kamu berikan buat saya. Dan saya harap, kamu berhenti mengganggu saya karena saya sudah muak dan tak mau lagi berhubungan dengan kamu.
Untuk netizen yang maha benar, saya sudah menceritakan seluruh kisahnya. Dan jika kalian masih menganggap bahwa saya ini pelakor, gak papa. Itu pilihan kalian. Saya terima itu. Saya mengangap jika itu adalah hukuman bua saya dan saya siap jika harus menerima hinaan dan caci maki kalian.
Cukup sekian vidio saya, terima kasih sudah menonton vidio ini dari awal sampai akhir. Salam dari saya,
veronica."
Dan setelah itu rekaman pun berakhir, cukup banyak yang menonton, dua juta tujuh ratus. Dan banyak juga yang share vidio itu.
Veronica bernafas lega, ia berharap dengan klarifikasi ini, bisa membuat orang mengerti dan tidak terus menerus menyalahkan dirinya. Karena bagaimanapun dirinya juga korban di sini.