
Hari ini Anabelle pulang bersama dengan Alvaro, mereka di antarkan oleh Anton dan Bella menuju bandara. Dan saat akan berpisah, Alvaro mengatakan jika dalam waktu dekat, ia akan datang bersama orang tuanya untuk melamar Anabelle secara resmi. Anton dan Bella pun mengatakan, mereka akan menunggu hari itu tiba.
Alvaro senang karena kedatangannya di sambut hangat oleh keluarga Anabelle, ia tidak menyangka, bahwa dirinya akan di terima dengan sangat mudah di kelurga Anabelle.
Setelah memastikan Alvaro dan Anabelle pergi, barulah Anton dan Bella memutuskan untuk langsung pulang dan tanpa pergi kemana-mana lagi.
Namun saat mereka sampai di rumah, mereka di kagetkan dengan banyak orang yang datang.
Ternyata orang orang itu suruhan Alvaro, di sana mereka membawa banyak buah dan kue untuk di bagi-bagikan. Yah, Alvaro kemaren datang tanpa membawa apa-apa, karena memang kedatangannya saat mendadak, jadi ia gak kefikiran untuk membawa hadiah. Tadi malam, Alvaro menghubungi toko terdekat di daerah sana dan memesan banyak makanan.
Bahkan untuk buah sendiri ada lebih dari dua puluh macam buah dan setiap buah, itu beratnya di atas lima kilo.
Buah itu terdiri dari, Alpukat, Mangga, Nanas, Rambutan, Durian, Pepaya, Manggis, Belimbing, Pisang, Salak, Lengkeng, Jambu, Sawo, Kedondong, Markisa, Srikaya, Jeruk, Buah Naga, Melon, Anggur, Apel, Buah Pir, Duku, Delima, Matoa, Langsat, Strawberry, Leci, dan banyak lagi lainnya.
Dan gak mudah buaat Alvaro mendapatkan itu semua, karena ada beberapa buah yang belum memasuki musimnya, sehingga sedikit kesulitan tapi dengan uang yang ia miliki. Maka, ia bisa mendapatkannya dengan mudah. Untuk itu, Alvaro meminta mereka untuk mencarikannya dan memberikan harga yang sangat mahal. Tentu mereka berlomba-lomba mengumpulkan semua yang Alvaro mau.
Dan di sinilah mereka berada, ada tiga mobil pick up, yang membawa pesanan Alvaro.
Belum lagi dua buat pick up yang berisi berbagai macam kue.
Anton dan Bella yang melihat itu semua pun berasa ingin pingsan.
Anton meminta mereka untuk membawa kembali semuanya, namun mereka menolak karena semua barang ini sudah di bayar tadi malam.
Mendengar hal itu, Anton hanya bisa menghela nafas. Anton ingin menghubungi Anabelle namun nomernya tidak aktiv, sedangkan ia tidak punya nomer Alvaro.
Keluarga besar dari pihak Anton dan Bella pun juga ikut tercengang, bahkan Anton dan Bella seperti orang ingin jualan sangking banyaknya barang yang datang.
Karena Alvaro sudah membayarnya, mau gak mau, Anton dan Bella meminta keluarga besarnya untuk membagi-bagikan semua buah dan kue itu ke semua tetangga kanan, kiri, depan belakang, bahkan mereka juga boleh mengambil sebanyak mungkin, asal jangan sampai ada yang terbuang sia-sia.
Separuhnya lagi, Anton dan Bella memutuskan untuk membagi-bagikan ke panti asuhan, panti jombo, dan di masjid-masjid terdekat untuk di nikmati mereka yang lagi ada di masjid.
Dan bagi mereka yang fakir miskin, Anton memberikan lebih untuk di nikmati dan bisa di simpan untuk beberpa hari ke depan
Setelah seharian itu, akhirnya buah dan makanan itu pun habis tak tersisa. Anton dan Bella baru bisa bernafas lega. Anton dan Bella hanya mengambil beberapa aja untuk mereka taruh di kulkas.
"Kenapa itu calon mantu kamu, suka banget menghambur-hamburkan uang?" tanya Bella sebal.
"Ya mungkin dia lagi kelebihan uang, dan bingungĀ mau di apain, makanya dia beli sebanyak itu," jawab Anton seadanya membuat Bella kesal.
"Huh, mending kasih uang aja, dari pada kayak gitu," ujar Bella cemberut.
"Kalau uang, kan kita gak bisa berbagi sama mereka semua," balas Anton.
"Iya juga sih, tapi lain kali bilang ke calon mantu kamu itu, jangan berlebihan. Kalau ingin beli sesuatu, yang sewajarnya aja, gak perlu kayak tadi," tuturnya.
"Iya, nanti aku akan bilang." sahut Anton sekenanya.
"Belum jadi mantu dia sudah kayak gini, gimana kalau jadi mantu ya?" tanya Bella lagi.
"Ya mungkin kehidupan kita akan berubah drastis. Ini aja aku di kasih mobil yang harganya bukan maen. Walaupun bukan mobil baru, kalau di jual pun masih laku tujuh ratus jutaan. Aku sudah cek di go*gle."
"Wah, kalau gitu jual aja, Pa. Lagian kita kan sudah punya satu mobil. Jadi gak perlu lah yang itu di pakai juga. Perawatannya pasti sangat mahal, belum lagi pajaknya yang bukan maen, pasti sangat tinggi untuk ukuran mobil seperti itu. Dan misal tidak di jual sekarang, semakin tahun, nilainya pasti akan semakin turun. Beda kalau di jual sekarang," ujar Bella.
"Ya, tapi aku gak enaklah sama Anabelle dan Alvaro. Ya kali, di kasih mobil malah di jual. Nanti Alvaro ngira kita itu matre. Paling gak nunggu setahun dua tahun lah. Jangan hari ini juga," papar Anton.
"Iya juga sih, ya sudah Papa rawat dengan baik ya. Jangan sampai lecet atau ilang, rugi besar kita," ujarnya dan Anton pun mengangguk setuju.