Anabelle - Love and Regret

Anabelle - Love and Regret
Vero Vs Verly



Malam harinya, Verly menelfon Vero untuk memberitahu tentang Anabelle yang makan di tempatnya.


"Hallo, Ver. lagi apa?" tanyanya.


"Baru makan malam ini, kamu sendiri lagi apa?" tanya Vero balik.


"Baru seleai beres-beres rumah. Oh ya, tadi sore kamu pasti kaget, aku ketemu siapa?"


"Emang ketemu siapa? Cowok tampan?" godanya.


"Bukan, tapi seseorang yang kita kenal."


"Mas Gavin?"


"Aish, kamu itu mikinya Gavin mulu deh. Kamu belum move on?"


"Enggak semudah itu move on, Verly. Aku butuh waktu banyak buat bisa melupakan Mas Gavin. Apalagi aku menjalani hubungan dengannya itu selama satu tahun, ada banyak kenangan antara aku dan Mas Gavin. Jadi gak bisa, di lupakan begitu saja."


"Hmm ... iya juga sih."


"Sudahlah, jangan bahas aku. Kamu tadi ketemu siapa?"


"Anabelle."


"What!"


"Kaget kan?"


"Kok bisa?"


"Nah itu, tadi tuh aku juga kaget pas mau melayani dia, aku sok lihat wajahnya. Gak nyangka jika Anabelle berdiri di depan aku, aku lihat Anabelle sepertinya juga sok lihat aku."


"Kenapa Anabelle ada di daerah sana?"


"Ya mana aku tau, mungkin lagi ada urusan kali."


"Terus kok bisa dia mampir di warung kamu?"


"Nah katanya sih, karena lihat warung rame, jadi dia ingin nyoba. Biasalah kalau ada warung rame gitu kan bikin orang penasaran. Jadi dia pengen nyoba makan di tempat aku."


"Terus dia pesen gitu?"


"Iyalah, malah dia makan di warung, pakai tangan pula!"


"Aku gak nyangka wanita seperti Anabelle mau makan makanan murah di pinggir jalan pakai tangan?"


"Nah sama. Terlebih dia kan orang kaya ya. Tapi dia terlihat lahap sekali makannya, dia bahkan seperti tidak peduli walaupun ada beberapa orang yang memperhatikannya."


"Dia pasti jadi pusat perhatian ya?"


"Enggak juga sih, tapi adalah beberapa yang lihat ke arah Anabelle. Mungkin mereka kaget kali lihat ada wanita cantik, kaya makan di warung pakai tangan dan terlihat sangat lahap. Aku aja sampai heran loh. Piring dan gelasnya juga bersih, gak ada sisa."


"Hmm ... Anabelle emang berbeda dari orang kaya kebanyakan."


"Mungkin dia sok kali, biasanya sekali makan di resto bisa ratusan ribu, ini malah dua puluh ribu."


"Iya itu. Tapi katanya sih dia mau balik lagi, karena makanannya enak dan dia doain aku agar aku punya resto dan punya banyak cabang di mana-mana. Dia terlihat tulus saat mengungkapkannya."


"Hmm ... apakah dia menceritakan tentang Mas Gavin?" tanyanya.


"Ya enggaklah, gimana mau cerita itu, lagian tadi itu rame banget. Dan lagi, gak mungkin lah Anabelle cerita mantan suaminya ke aku. Emang aku siapa?"


"Ya siapa tau kan? Kira-kira mereka rujuk gak ya?"


"Ya mana aku tau? Bukannya setau aku Gavin ilang ya, gak ada kabar, dan entah tinggal di mana sekarang."


"Ya juga sih, tapi kan siapa tau Mas Gavin menemui Anabelle dan ngajak rujuk."


"Huefft kamu itu, selalu aja yang di fikirkan Gavin terus. Kamu gak mikir perasaan Mas Farhan?"


"Emang kenapa dengan Mas Farhan?"


"Astaga, bukannya beberapa hari yang lalu dia melamar kamu."


"Iya tapi aku kan sudah menolaknya."


"Kenapa sih kamu gak terima aja Mas Farhan, dia kan orang baik, tulus cinta sama kamu. Kamu pun sudah tau, dia bukan suami orang dan asli single. Belum ada pacar juga."


"Gak semudah itu, Verly. Aku gak mau nerima Mas Farhan hanya sebagai pelampiasan aku saja. Bagaimanapun saat ini hatiku masih milik Mas Gavin. Aku butuh waktu untuk melupakan Mas Gavin, baru setelah itu, aku buka hati lagi untuk pria lain."


"Tapi jika kelamaan, keburu Mas Farhan berpaling ke cewek lain."


"Itu artinya, aku dan Mas Farhan gak jodoh."


"Hhhh, sudahlah. Aku pusing mikirin kamu."


"Makanya jangan di fikirin. Ngomong-ngomong kapan kamu mau ke sini lagi?"


"Kapan ya? Minggu depan deh."


"Beneran ya?"


"Iya. Kamu mau aku bawain apa?" tanyanya.


"Masakan kamu aja deh. Terong penyet, tempe penyet, sama bening."


"Iya sudah. Aku udahin dulu ya, aku masih mau mandi nih, belum mandi sejak tadi pagi."


"Astaga jorok banget."


"Bodo'. Dah dulu ya. Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Dan setelah itu, telfon pun terputus. Verly segera menaruh hpnya dan mengambil handuk lalu pergi ke kamar mandi. Sedangkan Vero, ia menatap hpnya dan melihat foto Gavin yang ada di hpnya, masih ada beberapa foto yang belum ia hapus dan foto itulah yang mengobati rindu Vero saat kangen banget sama Gavin.