
Anabelle pagi ini di kagetkan dengan berita yang lagi viral, dan berita itu berkaitan dengannya. Bahkan gara-gara berita itu, hp Anabelle dari tadi sibuk berbunyi karena ada banyak pesan dan panggilan dari keluarganya, temannya dan rekan kerjanya. Anabelle bahkan bingung mau mengangkat telfon dari siapa duluan.
Akhirnya Anabelle memilih mengangkat telfon dari orang tuanya lebih dulu dan berusaha menenangkan mereka dan berjanji akan segera menyelesaikan masalah ini. Dan setelah itu, Anabelle juga mengangkat telfon dari mertuanya dan menjelaskan semuanya, bahwa berita ini bocor bukan darinya, entah dari pihak mana yang sudah tega menjual kisah rumah tanggannya hingga menjadi trending seperti ini. Cukup lama Anabelle menelfon mertuanya itu, hingga akhirnya setelah selesai, Anabelle juga mengangkat telfon dari Bagas dan juga Alvaro.
Sedangkan Tasya, ia kini membantu Anabelle mencoba untuk menjelaskan mereka satu persatu bahwaa berita itu hanya rekayasa, tapi sayangnya publik sudah terlalu mempercayai berita itu hingga kini banyak berita simpang siur bahkan ada yang sampai menyimpang dari berita yang sebenarnya.
"An, kita harus ngapain?" tanya Verly bingung. Saat ini mereka masih ada di rumah dan mau berangkat ke perusahaan. Sayangnya sebelum mereka berangkat mereka malah di kejutkan dengan berita sampah seperti itu.
Anabelle mencoba mengirim pesan pada Vero namun belum ada balasan. Akhirnya Anabelle pun memberikan keputusan untuk tetap berangkat kerja. Namun sayangnya saat mereka sampai di perusahaan, banyak wartawan yang mencoba untuk masuk. Untungnya ada dua satpam yang berjaga di depan sehingga mereka hanya bisa berdiri di luar.
Anabelle dan Tasya pun segera masuk perusahaan lewat belakang karena di depan penuh dengan wartawan, mereka bahkan harus mengendap ngendap untuk bisa masuk ke dalam. Sedangkan mobil, mereka parkir di parkiran sebelah, dititipkan sebentar, karena mereka tak bisa memarkirkan mobilnya di tempat biasa.
Sesampai di perusahan mereka langsung di sambut oleh Bagas yang sedari tadi menunggu kedatangan mereka. Sedangkan Alvaro ia gak bisa datang karena Alvaro ada di luar kota dan baru pulang besok pagi.
"An, ini kenapa ada berita bermunculan seperti ini?" tanya Bagas yang langsung mencerca Anabelle dengan pertanyaan.
"Aku juga gak tau, aku bingung. Aku juga kaget saat lihat hp barusan sudah rame aja, bahkan hpku sampai gak berhenti berbunyi karena banyak notifikasi masuk," balas Anabelle sambil duduk di kursi. Tasya pun sama, sedangkan Bagas, ia menatap ke arah Tasya dan Anabelle secara bergantian, baru setelah itu ia duduk di samping Tasya.
"Kayaknya kamu harus buat klarifikasi deh, An. Biar beritanya gak simpang siur gini," tutur Tasya mengusulkan.
"Bener kata Tasya. Kalau berita ini terus di biarkan gitu aja, bisa berakibat fatal sama Perusahaan kita," sahut Bagas.
"Emang aku harus klarifikasi tentang apa?" tanya Anabelle bingung.
"Ya tentang kisah rumah tangga kamulah, kan itu yang lagi viral," balas Tasya.
"Mereka kan pasti penasaran kenapa kamu tiba-tiba jadi istri Gavin, kapan menikah dan tiba-tiba sudah mau cerai aja, dan juga masalah Vero yang merupakan orang ketiga dalam rumah tangga kamu. Kalau kamu gak kelarifikasi, bisa-bisa orang-orang menduga-duga dan malah membenarkan apa yang ada dalam fikiran mereka yang belum tentu benar dan jauh dari kenyataannya," ucap Bagas.
"Hmm ... sebenarnya aku malas, tapi ya sudahlah. Aku juga takut ini bisa berakibat fatal sama perusahaan Evta. Huefft ada-ada aja deh. Mau cerai aja malah di buat susah gini," ujar Anabelle menghela nafas kasar.
"Baiklah kita siapkan dulu ruangannya, dan nanti kita live di beberapa hp biar semuanya tayang bersamaan," tutur Tasya dan Anabelle pun hanya bisa mengangguk pasrah.
Bagas di bantu oleh Tasya dan beberapa karyawan yang lain sibuk menyiapkan tempatnya, sedangkan Anabelle ia memikirkan apa yang harus ia katakan saat di depan kamera nanti karena sebenarnya ia bukan type orang yang suka melakukan live seperti ini, bahkan untuk mengupload foto aja dia enggan, apalagi bikin vidio secara live. Ini bukan Anabaelle sama sekali, tapi jika ini memang yang terbaik untuk meredakan berita di luar sana, maka mau gak mau Anabelle akan melakukannya.
Setelah menunggu beberapa menit, ruangan pun sudah di siapkan. Tasya membenarkan penampilan Anabelle agar terlihat cantik saat di depan kamera nanti.
Anabelle berdiri dan berjalan ke ruang sebelah di sana ada kursi dan juga meja yang sudah di siapkan. Anabelle duduk di kursi dan menghadap ke arah kamera.
"Sudah siap?" tanya Bagas.
Tasya pun berada di depan Anabelle seakan ingin memberikan kekuatan agar Anabelle bisa melalui semua ini dengan baik.
Setelah kamera di nyalakan. Anabelle pun mulai tersenyum ke arah kamera.
"Hay, pagi semua. Perkenalkan nama saya Anabelle, kalian bisa panggil saya Ana atau Belle, yang penting jangan Bell ya, nanti malah seperti Bell rumah," Anabelle mulai basa basi sebelum ia mengatakan inti dari pembicaraan hari ini.
"Okay, mungkin banyak dari kalian yang gak tau. Karena memang saya bukan type orang yang suka upload foto di media sosial dan ini pertama kalinya saya melakukan live. Jadi jika terlihat gugup, mohon di maklumi," ujar Anabelle sambil beberapa kali menarik nafas dan menghembuskannya secara perlahan.
"Jujur saya merasa gugup bahkan lihatlah tangan saya sedikit gemetaran, saya malu dan juga merasa bingung mau ngomong apa. Saya gak terbiasa di depan kamera. Tapi demi sebuah klarifikasi, saya harus melakukannya," ucap Anabelle. Bagas memperdekat kamerannya sehingga tangan Anabelle yang sedikit gemetar itu terlihat nyata.
"Saya sebenarnya introvert, saya lebih suka berada di balik layar dari pada harus ngomong di depan kamera seperti ini. Sungguh saya merasa gak nyaman," tutur Anabelle sambil menatap ke arah Tasya. Tasya memberikan jempolnya membuat Anabelle tersenyum.
"Oke, langsung aja ya. Tadi pagi saat saya melihat Hp, banyak notifikasi masuk di Hp saya. Saya cukup kaget, karena gak biasanya Hp saya serame itu. Makhlum saya bukan orang penting, jadi wajar jika selama ini Hp saya sepi bak kuburan hehe."
"Jujur saya kaget saat melihat ada banyak berita yang bermunculan, entah siapa orang pertama yang mengunggahnya, jujur saya kecewa karena masalah pribadi saya harus jadi konsumsi publik seperti ini. Dan siapapun yang mengunggahnya, saya tidak akan pernah memaafkannya."
"Benar, saya adalah Anabelle, pemilik Aplikasi Evta. Dan benar saya adalah istri dari Mas Gavin Pranata. Pengusaha Muda yang selama ini, nama dan wajahnya seringkali muncul di majalah bisnis ataupun di beberapa stasiun Tivi. Saya menikah dengan Mas Gavin sebenarnya cukup lama ya, bukan dua tahun tapi lebih dari itu. Dan kenapa selama ini pernikahan saya dan Mas Gavin tidak sampai terendus keluar atau ke sosial media. Itu karena saya yang meminta agar tidak sampai bocor. Saya tidak suka jika pernikahan saya di ketahui oleh orang lain. Saya tidak suka jika mereka kenal saya sebagai istri dari Pengusaha Muda Ternama, saya tidak nyaman akan hal itu. Saya lebih suka jadi ibu rumah tangga biasa aja. Yang nama dan wajahnya tidak harus banyak orang lain tau."
"Mungkin banyak yang beranggapan jika Mas Gavin masih single, walaupun status yang sebenarnya, dia sudah menikah cukup lama dengan saya. Dan saya juga yang meminta Mas Gaavin agar tidak mengatakan yang sebenarnya jika dia sudah menikah. Itu kesalahan saya. Mungkin karena takut akan berinteraksi dengan orang banyak sehingga saya memilih untuk menyembunyikan pernikahan ini rapat-rapat, cukup keluarga kami saja yang tau, jika saya dan Mas Gavin adalah sepasang suammi istri."
"Maaf jika cara bicara saya, terkesan berantakan karena jujur saat ini saya gugup sekali. Dan masalah perselingkuhan itu benar adanya. Suami saya, Mas Gavin Pranata telah menjalin hubungan dengan artis ternama yaitu Veronica. Namun saya tidak menyalahkan Vero, bahkan dari awal sedikitpun saya tidak menyalahkannya. Karena memang di sini Vero tidak bersalah. Bukan karena dia sudah menjadi teman saya saat ini, melainkan karena memang dari awal, Vero tidak tau jika sebenarnya Mas Gavin sudah menikah sehingga saat Mas Gavin berusaha mendekatinya, menggodanya dan mengungkapkan perasaannya, Vero menerima semua perlakukan itu tanpa menaruh rasa curiga. Siapa sih yang menyangka Mas Gavin sudah menikah? Enggak ada, kan? Wajar siapapun itu jika di tembak sama seorang laki-laki tampan dan mapan, pasti akan menerimanya dengan sukarela. Apalagi saat itu Mas Gavin begitu gencar untuk terus mendekatinya, seolah dia lupa jika dia sudah menikah dan ada istri yang selalu menunggu kepulangnya dari tempat kerja."
"Saya tau perselingkuhan mereka tahun lalu. Awalnya saya curiga kenapa suami saya seringkali pulang larut malam, dan setiap di rumah selalu sibuk dengan hpnya. Dia juga tidak lagi perhatian dan sering makan di luar. Karena rasa curiga itulah yang membuat saya akhirnya rela membayar orang untuk mencari tahu tentang kehidupan suami saya di luar sana. Dan betapa kagetnya saya saat tau jika suami saya seringkali keluar bersama wanita yang merupakan artis yang tengah naik daun itu. Mereka sering kali berkencan di belakang saya tanpa sepengtahuan saya tentunya. Akhirnya saaat itu saya murka dan meminta Mas Gavin memilih antara saya atau Vero. Sayangnya Mas Gavin gak bisa memilih karena ia sudah terlanjur mencintai Vero. Dan dari situ saya marah, dan memilih untuk pergi dari sana. Ya, saya memutuskan untuk pergi keluar negeri dan menenangkan hati saya di sana. Bahkan saat pabrik kebakaran beberapa bulan lalu, itu saya ada di luar negeri dan memilih untuk tidak pulang karena saya sangat kecewa."
"Setelah enam bulan lebih saya menetap di luar negeri, saya akhirnya memilih pulang dan membangun Perusahaan Aplikasi Evta bersama ketiga sahabat saya. Yah, saya memutuskan untuk hidup mandiri dan bangun usaha sendiri. Namun walaupun saya sudah pulang ke Indonesia, saya tetap memilih untuk pisah rumah karena saya masih belum bisa memaafkan kesalahan suami saya yang sudah tega mengkhianati saya dan mengkhianati pernikahan suci kami. Dan yang bikin saya marah, sampai detik ini pun suami saya masih belum bisa memutuskan siapa yang harus dia perjuangkan. Dia masih egois untuk memilih keduanay dan tidak ingin melepaskan keduanya."
"Saya mendekati Vero saat pertunangan seseorang, saya gak bisa menyebutkannya biar masalahnya gak semakin melebar kemana-mana. Yah di pertunangan itulah saya bertemu Vero dan sengaja mendekatinya. Dan setelah itu saya meminta Vero menjadi BA di perusahan Aplikasi Evta. Awalnya saya mendekatinya hanya karena ingin tau, kenapa suami saya sampai tergila gila dengan Vero. Dan ketika saya dekat dengannya, saya tau alasan suami saya sulit melepaskan Vero. Karena dia wanita yang cantik, baik, ramah dan peduli terhadap sesama. Bahkan saya yang seorang perempuan pun merasa nyaman berada di dekatnya. Saya akhirnya memutuskan untuk berteman denganya. Dan saya juga memilih untuk bungkam tentang dia yang merupakan selingkuhan suami saya."
"Sayangnya, sepandai-pandainya kita menyimpan rahasia, pasti akan terbongkar juga. Benar, bulan lalu akhirnay Vero sudah mengetahui status saya dan Gavinn. Dan Vero pun memutuskannya langsung saat itu juga. Jadi Vero dan Mas Gavin sudah tidak ada hubugan apa-apalagi sejak sebulan yang lalu. Vero pun sudah meminta maaf bahkan ia bersujud di kaki saya karena merasa bersalah, dia tidak tau jika selama ini, ia merupakan selingkuhan Gavin. Mungkin jika Vero tau dari awal, ia juga tidak mau menjadi kekasih Mas Gavin. Tapi nasi sudah jadi bubur, dan masalah saya yang menggugat cerai Mas Gavin, itu benar. Saya sudah menggugat cerai beberapa hari setelah Vero meminta maaf. Saya menggugat karena sampai detik ini Mas Gavin belum menyadari kesalasahannya dan masih mencoba untuk terus mendapatkan maaf dari vero dan masih menggoda Vero untu kembali padanya tanpa memikirkan bagaimana perasaan saya. Saya gak mungkin terus berjuang sendirian, dan dari pada status saya gak jelas seperti ini. Status istri tapi seperti janda, lebih baik saya jadi janda sekalian, biar statusnya jelas dan saya tidak merasa di gantung lagi. Dan saya juga bebas misal saya ingin melanjutkan kehidupan saya dengan pria lain."
"Itulah kisah saya, Mas Gavin dan Vero. Jadi saya harap kalian tidak menyalahkan Vero sepenuhnya karena dari awal dia emang tidak tau jika Mas Gavin sudah menikah. Andai dia tau, saya yakin dia gak akan mau menjadi kekasihnya. Lagian kisah Vero dan Mas Gavin pun juga sudah usai sebulan yang lalu, jadi apalagi yang harus diributkan. Bahkan pertemanan saya dan Vero pun juga baik-baik aja, tidak ada permusuhan atau apapun. Karena memang Vero di sini hanyalah korban kebohongan Mas Gavin. Seharusnya Mas Gavinlah yang di salahkan kenapa dia mau berkhianat dan kenapa ia mendekati Vero padahal dia sadar betul jika statusnya bukan single lagi melainkan sudah menjadi suami."
"Saya harap, berita ini cukup sampai di sini. Saya juga tidak mau lagi melakukan klarifikasi apa-apa lagi. Ini adalah kelarifikasi pertama dan terakhir. Jujur, untuk bicara di depan kameran itu ternyata gak mudah dan membutuhkan tenaga ekstra hehe. Saya harap juga bagi wartawan, stop berada di depan perusahaan saya dan meminta jawaban dari saya atas pertanyaan kalian. Karena saya sudah menjelaskan semuanya dari awal tanpa ada yang saya tutup tutupi. Jadi, saya mohon stop untuk terus mencari tau tentang kehidupan saya atau pun rumah tangga saya, karena saya merasa gak nyaman akan hal itu."
"Terima kasih sudah mau mendengar dan mengikuti live ini dari awal sampai akhir. Saya Anabelle, pamit undur diri. Selamat beraktivitas dan selalu jaga kesehatan selalu."
Dan setelah itu kameran pun di matikan. Anabelle langsung lemas karena ia gak menyangka, tidak mudah ternyata ngomong di depan kamera. Rasanya ia memilih untuk nulis beribu ribu kata dari pada harus berbicara di depan kamera seperti ini.