Anabelle - Love and Regret

Anabelle - Love and Regret
Mengasingkan Diri Dari Dunia Luar



Beberapa hari, Anabelle terus menangis dan mengurung diri. Ia bahkan gak pergi bekerja dan memilih diam di rumah. Tasya yang melihatnya pun merasa sedih melihat Anabelle seperti itu, ia tak lagi terlihat ceria.


Untungnya, Alvaro setiap hari datang ke rumah itu dan menghibur Anabelle. Anabelle pun mulai melupakan sedikitĀ  demi masalahnya.


Alvaro mengajak Anabelle pergi keluar negeri untuk liburan. Anabelle pun tak menolaknya karena ia juga butuh refreshing untuk menjernikah otaknya. Toh di perusahaan ada Tasya dan Bagas, jadi Anabelle tak terlalu mengkhawatirkanya.


Di saat Anabelle pergi untuk liburan bersama Alvaro, berbeda dengn Vero. Saat Gavin mengirim pesan via email dan meminta maaf. Vero hanya bisa terdiam diri. Sejujurnya Vero masih sangat mencintai Gavin, hanya saja ia masih sakit hati atas kebohongan Gavin selama ini.


Dan kini Vero sudah tau, jika Gavin sudah resmi bercerai dengan Anabelle. Vero juga tau jika Gavin sudah jatuh bangkrut dan menjual semua asetnya. Dan kini, tak ada yang tau di mana Gavin berada.


Vero mencoba mencari tahu tentang keberadaan Gavin, sayangnya ia selalu menemui jalan buntu. Pada akhirnya Vero menyerah dan memilih untuk mendoakan Gavin, semoga di manapun Gavin berada, Tuhan selalu melindunginya.


Vero juga sudah memutuskan untuk memiih berhenti dari dunia entertaint, ia memilih untuk hidup sederhana di sebuah Villa yang dulu pernah ia datangi bersama Gavin. Di sana ia hidup bersama dengan dua pekerja rumahnya. Verly pun juga sudah tak lagi menjadi asistennya, ia kini memilih untuk membuka usaha sendiri yaitu sebuah warung makan di pinggir jalan. Dengan menu yang serba sepuluh ribu. Cukup banyak yang beli, bahkan setiap hari selalu rame.


Farhan, ia masih menjadi manager beberapa artis yang lain, selain menjadi manager, ia juga mengurus bisnis keluarga.


Jika ada waktu luang, Farhan akan mengunjungi Vero dan mengajak Vero jalan-jalan di sekitar Vila.


Vero merasa bahagia tinggal di Vila. Setiap hari ia akan berkebun, menanam bunga, sayur-sayuran seperti cabe, tomat, terong, buncis, sawi, brokoli, kacang panjang, pepaya, labu, timun, manisa dan banyak lagi lainnya. Tentu gak mudah, untungnya Vero di bantu oleh Bik Sumi dan Pak Darto sehingga semuanya begitu mudah dan tumbuh subur. Hanya saja untuk panen, tentu butuh waktu yang lama. Karena mereka masih kecil-kecil.


Di pagi hari, Vero akan ikut Bibi Sumi ke pasar, lalu membantu Bibi Sumi memasak. Habis masak, barulah sarapan bersama mereka, dan sejam kemudian, ia akan pergi renang agar bentuk tubuhnya tetap terjaga dan ia bisa hidup sehat. Lalu jika ia bosan, ia akan berkebun, atau pergi ke sungai yang tak jauh dari Villa.


Vero benar-benar sangat menikmati kehidupannya. Ia juga gak perlu pusing mikirin masalah uang, karena setiap bulannya, ia akan mendapatkan uang dari beberapa saham yang pernah ia beli.


"Bi, hari ini kita akan masak apa?" tanya Vero yang sudah selesai mandi dan terlihat segar.


"Nasi jagung, ikan asin, sambal terasi, sama sayur bayam, Non," jawab Bibi Suami.


"Ada, Non."


"Wah, mantap, makin ngiler aku Bi. Sini aku bantu, sayur bayamnya di kasih apa aja Bi?"


"Bawang bombay aja, Non. Sama kunci, penyedap rasa dan micin sedikit. Kasih bawang putih dan bawang merah dikit aja, tumbuh halus, biar makin menambah aroma. Kalau bawang bombay nya, jangan di tumbuk juga, cukup di iris tipis tipis aja."


"Siap, Bi. Ini cuma bayam aja, Bi?"


"Di kasih labu Non, di potong kecil, kecil, tapi jangan terlalu kecil juga. Sama di kasih kemangi nanti."


"Oh, okay, Bi."


Vero semakin mahir dalam memasak, karena ia selalu membantu Bibi untuk masak sarapan pagi, makan siang dan makan malam. Vero juga semakin dekat dengan Tuhan. Ya, sejak tinggal di Villa. Bibi Sumi mengajak Vero untuk sholat berjamaah dengan suaminya. Di Villa itu ada satu ruangan yang tak terpakai, dekat taman. Dan tempat itulah di jadikan musholla oleh mereka.


Entah kenapa, hati Vero pun menjadi lebih tentram. Dulu saat masih sibuk syuting, ia bahkan melupakan sholatnya. Ia sholat, tapi hanya sesekali aja. Karena kadang, ia terlalu capek mau sholat, sehingga mengabaikannya. Tapi kini, ia bahkan sudah tidak punya kesibukan apapun ,jadi tidak ada alasan untuk menunda apalagi meninggalkan sholat.


Vero juga mulai memakai baju yang tertutup, walaupun belum memakai hijab, tapi kesehariannya, selalu memakai gamis. Entah kenapa, Vero sekarang lebih nyaman pakai gamis, ketimbang celana yang ketat hingga memperlihatkan lekuk tubuh. Apalagi gamis sekarang sangat modern, banyak model yang bisa ia pilih.


Sedangkan untuk renang, Vero memakai celana panjang dan kaos panjang, tak lagi memakai baju renang seperti dulu. Walaupun tidak ada yang melihatnya renang, tapi saja, Vero menjaga dirinya sebisa mungkin.


Tinggal di villa ini, membuat Vero menjadi manusia yang lebih baik, ia bahkan jarang memegang Hp. Karena terlalu malas menanggapi para warganet yang masih terus saja mencari-cari kesalahannya. Menghinanya dan selalu mengatakan hal buruk tentangnya.


Vero tak memperdulikan itu semua, biarlah mereka terus mencaci maki, menghina dan mencari-cari keburukannya. Toh pada akhirnya mereka sendiri yang menanggung dosanya, dan lagi jika mereka sudah lelah, mereka pasti akan berhenti dengan sendirinya.