
Saat Alvaro dan Anabelle tiba di tempat pesta, Anabelle sempat tercengang karena pestanya sangat meriah sekali. Bahkan Alvaro harus parkir di tempat yang agak jauh karena tempat parkir yang di sediakan sudah penuh bahkan harus cari tempar parkir lain. Orang yang datang pun seakan berlomba-lomba ingin tampil lebih baik, karena penampilan mereka semua sangatlah memukau, Anabelle yakin, mungkin baju dirinyalah yang paling murah di sini. Walaupun tampak cantik dan elegant, tentu harganya tidak akan sebanding dengan yang mereka pakai. Dan untungnya wajah Anabelle sangat cantik, imut dan manis sehingga ia terlihat bak seorang ratu, apalagi gaun yang melekat di tubuhnya juga menambah kecantikannya berkali-kali lipat. Dan inilah yang membuat Anabelle sedikit PD.
"Ayo, hati-hati jalannya," ucap Alvaro sambil menggandeng tangan Anabelle, Anabelle jalan dengan sangat hati-hati sekali karena ia memakai higt heels dengan panjang 7cm.
Alvaro juga membantu mengangkat gaun di belakang agar tidak menyentuh tanah, melihat perhatian Alvaro, membuat hati Anabelle bergetar. Gavin aja, belum pernah seperti ini. Tapi Alvaro, dia selalu memberikan perhatian padanya, memanjakannya, dan selalu membantunya di kala ia kesusahan.
Setelah sampai di depan gedung, mereka di periksa, tak lupa. Alvaro juga memberitahu undangan yang ia dapatkan. Sekitar satu menit, barulah mereka bisa masuk ke dalam. Yah beginilah kalau pesta orang kaya, ada banyak sekurity yang akan memeriksa mereka demi keamanan.
Di tengah-tengah jalan, tak jauh dari pintu, masih ada daftar hadir. Akhirnya Alvaro pun membuka hpnya lagi untuk mengisi daftar hadir, tidak pakai jurnal buku atau apapun tapi cukup di scan aja. Lanjut, mereka berjalan menuju jalan yang di pinggirnya sudah ada bunga yang menjuntai bagus. Ternyata pestanya ada di taman yang ada di belakang, kata Alvaro, di gedung ini ada taman luas yang bisa menampung seribu orang lebih.
Saat tiba di taman, Anabelle lagi-lagi di buat tercengang, melihat wajah Anabelle yang menggemaskan membuat Alvaro terkekeh, karena sangking gemasnya ia mencubir pipi Anabelle pelan.
"Kok di cubit?" tanya Anabelle sambil menatap ke arah Alvaro.
"Habisnya kamu gemesin banget sih, tanganku jadi gatel," jawabnya santai membuat Anabelle cemberut.
"Iya sudah kita kasih selamat dulu ya sama yang punya acara, setelah itu, baru kita mulai berbaur sama yang lainnya sambil menikmati makanannya," ajak Alvaro, Anabelle pun menganggukkan kepala.
"Tapi aku gak bawa kado," ujar Anabelle yang lupa bawa kado.
"Emang kamu lihat ada yang bawa kado hem? Gak ada kan, tadi aku juga sudah nyumbang lo."
"Nyumbang apa?"
"Uanglah."
"Kapan?"
"Tadi pas scan daftar hadir, aku juga langsung mesukkan uang lima ratus ribu."
"Astaga banyak banget."
"Enggaklah, itu sedikit. Yang lain pasti lebih banyak dari itu,"
"Ya ampun, emang tuan rumahnya akan tau, setiap orangnya ngasih berapa?"
"Taulah, kan datanya nanti bisa masuk ke file mereka, An."
"Aku baru tau ada kayak gitu."
"Sudahlah, ayo ke atas, buat kasih selamat ke mereka."
Anabelle dan Alvaro pun memberikan selamat kepada tuan rumahnya dan sedikit berbincang sama mereka. Banyak orang mengira jika Anabelle adalah kekasih Alvaro karena memang tak banyak orang yang tau jika Anabelle adalah istri dari Gavin Pranata.
Setelah memberikan selamat dan sedikit basa-basi, barulah mereka mulai mengakrabkan diri kepada yang lainnya. Alvaro seperti punya target sendiri, sehingga ia tau, siapa yang harus ia dekati dan memperkenalkakn Anabelle ke mereka semua.
Dan benar saja, berkat Alvaro, Anabelle bisa kenalan sama mereka dan bertukar nomer Hp lalu membicarakan masalah bisnis, ketika mereka tau kalau Anabelle pemilik Perusahaan Aplikasi Evta, mereka pun memuji Anabelle karena saat ini, aplikasi Evta banyak di gandrungi oleh para emak-emak dan kalangan anak muda, terlebih mereka bisa baca gratis sampai tamat.
Bahkan ada beberapa di antara mereka yang ingin menjadi investor di perusahaan Anabelle, tentu Anabelle tak akan menolak dan mereka janji akan bertemu di lain waktu untuk membicarakan kelanjutannya.
Setelah selesai dan lelah ngobrol terus menerus, Alvaro mengajak Anabelle mengambil makanan dan minuman dan saat ia berjalan ke arah kursi, seseorang tanpa sengaja menumpahkan minumannya ke gaun yang di pakai Anabelle.
"Astaga," ucap Anabelle.
"Ya Tuhan, maaf-maaf, Mbak. Aku gak sengaja," ujarnya sambil mengambil tisu dan membersihkan gaun Anabelle dengan panik.
Anabelle melihat seseorang yang tengah membersihkan gaunya itu dan betapa kagetnya dia, karena orang itu adalah Veronica.
"Kamu Mbak Veronica, kan?" tanyanya pura-pura tak tau.
"Enggak sih, tapi aku sering lihat kamu di tivi sama sosial media. Aku ngefang banget loh sama Mbak Vero," ucap Anabell berbohong, padahal ia ingin dekat dengan Vero karena Vero adalah selingkuhan suaminya itu.
"Benarkah? Wah saya gak nyangka loh," ucap Veronikah, ia sangat terkesan dengan kecantikan dan keramahan Anabelle.
"Iya, Mbak. Aku sering lihat film Mbak di tivi. Judulnya Love And Regret kan, tadi malam sudah episode dua puluh tiga ya," ujar Anabelle. Bersyukur tadi malam ia sudah mencari tau semuanya sehingga gak bodoh-bodoh banget.
"Makasih ya, gak nyangka saya punya fans hehe," tuturnya merendah.
"Pasti banyak Mbak. Boleh minta foto?" tanya Anabelle.
"Boleh-boleh." Anabelle memberikan hpnya ke Alvaro dan minta tolong untuk fotokan dirinya dan Veronica. Alvaro dengan senang hati memfotokan merek berdua. Alvaro tidak tau, alasan Anabelle ingin mendekati Veronica, yang Alvaro tau, Anabelle beneran ngefans sama model dan artis yang kini tengah naik daun itu.
"Makasih ya, Mbak. Kalau boleh sih, aku minta nomer hpnya juga ya. Aku pernah DM, tapi gak pernah di balas, aku komen juga gak pernah di baca kayaknya," ucapnya membuat Veronica merasa bersalah.
"Maaf ya, soalnya banyak yang chat, jadi saya cuma balas yang saya kenal aja, dan yang kome pun raturan ribu, jadi saya gak bisa balas satu persatu,"
"Enggak papa, Mbak. Santai aja."
"Iya sudah kita tuker nomer Hp aja," tutur Vero karena merasa Anabelle itu fans terbaiknya. Sangat sopan pula, jadi ia gak keberatan jika harus memberikan nomernya. Lagian ia yakin Anabelle juga bukan orang biasa, karena yang bisa masuk ke pesta ini, tentu dari kalangan atas semua, untuk itu, Vero gak bisa untuk tak bersikap ramah padanya.
"Terima kasih ya. Misal nanti aku chat kamu, boleh kan?" tanya Anabelle ramah sambil memperlihatkan senyuman manisnya.
"Boleh-boleh, nanti pasti aku balas. Oh ya ini nomernya aku save atas nama siapa?" tanya Vero yang belum tau nama Anabelle.
"Anna aja," jawab Anabelle.
"Okay, aku ke sana dulu ya. Nanti kita chatan aja," ujar Vero karena ia masih ada urusan yang lain.
"Iya gak papa. Maaf sudah ganggu waktu kamu."
"Santai aja," balas Vero tersenyum lalu ia pamit ke Anabelle dan Alvaro, lalu pergi dari sana.
"Kamu ngefans banget sama dia?" tanya Alvaro setelah Vero pergi.
"Enggak, biasa aja, kenapa?"
"Tapi tadi kamu .... "
"Aku cuma sekedar kagum aja sama acting dia."
"Oh. Ya sudah kita nikmati makanan dan minumannya. Itu bajunya mau ganti?"
"Enggak usahlah, lagian gak terlalu basah kok. Aku juga pakai baju dalamnya, pakai celana legging juga, gaunnya juga gak terlalu terawang," sahut Anabelle. Dan Alvaro pun tak lagi membahasnya jika Anabelle sudah berkata seperti itu.
Anabelle dan Alvaro sangat menikmati makanan dan hidangan yang ada, bahkan Anabelle tak sungkan untuk mengambil beberapa makanan hingga perutnya terasa sesak karena kebanyakan makan.
"Suamimu gak datang kayaknya ya?" tanya Alvaro.
"Keknya sih ya, dari tadi aku gak lihat dia," balas Anabelle
"Hemm apa mungkin dia ada kesibukan lain?"
"Entahlah. Lagian aku malas bahas dia. Kita bahas yang lain aja ya," pinta Anabelle dan Alvaro pun mengangguk setuju.
Gavin emang gak datang hari ini, selain karena suasana hatinya memburuk, ia juga bingung mau ke sana bareng siapa. Kalau dulu mungkin ia akan datang bareng Bagas, tapi sekarang. tak mungkin ia membawa Sarah, sedangkan Sarah sendiri sibuk kencan sama pacarnya, ia tak mungkin menganggu sekertarisnya itu.
Dan lagi di pesta pasti ada Vero, ia gak mungkin untuk pura-pura tidak kenal dengannya, jadi lebih aman Gavin memilih untuk tidak pergi saja.