Anabelle - Love and Regret

Anabelle - Love and Regret
Belajar Untuk Ikhlas



Saat Gavin tengah sibuk menjual semua aset-asetnya, tiba-tiba saja ia mendapatkan surat dari pengadilan agama. Gavin membuka sura itu, dan hatinya berdenyut sakit. Tapi mengingat kesalahan yang begitu besar terhadap istrinya. Gavin pun berjanji pada dirinya sendiri, bahwa ia tidak akan mempersulit Anabelle untuk menggugat cerai dirinya. Gaavin akan menerima semua itu dan akan hadir sesuai surat yang tertera di sana.


Hari-hari pun telah berlalu, Gavin datang ke pengadilan seorang diri. Di sana ia hanya bertemu dengan pengacara Anabelle. Gavin mendekati pengacara itu dan memberikan sebuah cek untuk diberikan kepada Anabelle.


Awalnya pengaca itu merasa heran, namun Gavin mengatakan jika cek yang berisi uang lima milliar it merupakan hak Anabelle. Dan pengacara itu pun mengangguk mengerti. Tanpa banya kata, ia mengambil cek itu untuk menyerahkannya kepada Anabelle.


Setelah dari pengadilan agama, Gavin kembali ke rumah kontrakannya. Karena rumah yang di tempati selama ini sudah ia jual lengkap beserta isinya. Gavin juga sudah memecat Bibi Ani dan Pak Arman. Tak lupa Gavin memberikan mereka uang sebesar tiga kali gaji mereka.


Bibi Ani dan Pak ARman pun menerima uang itu, mereka mengucapkan terima kasih banyak karena selama ini, Gavin mau memperkerjakan mereka dan menggaji mereka tepat waktu bahkan sesekali melebihkan gaji mereka.


Gavin hanya tersenyum mendengarnya, ia juga meminta maaf jika selama ini GAvin mungkin ada salah sama mereka. Bibi Ani dan Pak Arman pun memaafkan semua kesalahan Gavin. Pada akhirnya mereka saling memaafkan satu sama lain.


Rumah, mobil dan aset-aset miliknya sudah Gavin juga, dan uangnya sebagian buat dikasih ke Anabelle dan sebagian lagi ia transfer kepada Ibunya dan Ibu mertuanya. Sisanya, ia sumbangkan ke masjid, panti asuhan dan panti jompo.


Sedangkan uang hasil penjualan Pabrik dan Perusahaan, untuk membayar semua karyawanya dan juga untuk mengembalikan uang milik mereka yang mempunyai saham di perusahannya. Dan kini, Gaavin tidak punya hutang apa-apa lagi sama mereka. Ia hanya punya uang sekitar tiga ratus juta, hasil sisa dari penjualan pabrik. Dan uang itu nantinya untuk membeli rumah di pinggiran kota dan membuka usaha kecil-kecilan di sana. Yah, bagaimanapun ia harus membuka usaha agar bisa bertahan hidup. Karena jika mengandalkan uang itu, tentu suatu saat nanti, akan habis. Tapi jika di buat buka usaha, maka setiap bulannya ia akan mendapatkan  masukan, dan dari masukan itulah, Gavin bisa membiayai semua kebutuhannya.


Gavin juga sudah mentalak Anabelle lewat sebuah email. Hakim juga sudah mengambulkan gugatan Anabelle dan kini, Gavin dan Anabelle sudah resmi berpisah. Dan mereka sudah memegang surat cerai masing-masing.


"Tuhan ... aku mungkin kehilangan istri dan hartaku. Tapi tak apa, asal aku tidak kehilanganMU," gumam Gavin dalam hati.


Ia terus mencoba untuk memperbaiki diri dan mencoba untuk lebih mendekatkan diri sama Tuhan.


Yah, masalah yang ia hadapi kemaren-kemarennya membuat Gavin sadar, bahwa apapun yang ia miliki, pada akhirnya akan pergi. Harta, orang tua, keluarga, istri, teman, karyawan, rekan kerja, dan semuanya. Mereka pergi meninggalkan GAvin sendiri.


Dan hanya satu yang tidak akan pernah meninggalkannya, yaitu Tuhan.


Untuk itu, Gavin gak akan lagi meninggalkan sholat, ia gak akan lagi menjadi manusia yang serakah yang hanya sibuk memikirkan urusan duniawi. Sudah cukup pelajaran yang ia dapatkan sebelumnya. Hanya karena naf su, ia kehilangan segalanya.


Gavin juga meminta maaf kepada Vero lewat sebuah email, karena nomer kontakk dan semua akunnya sudah di blokir. Jadi, Gavin hanya mengirim pesan lewat email dan meminta maaf pada Vero karena selama ini sudah membohonginya. Gavin meminta maaf atas semua kesalahannya. Sayangnya, pesan darinya sampai detik ini belum juga di balas. Tapi tak apa, yang penting Gavin sudah meminta maaf, dan masalah mau di maafin apa gak, itu hak mereka. Dan Gavin gak berhak untuk memaksa mereka agar bisa memaafkan semua kesalahan yang sudah dia lakukan.


Setiap orang pasti pernah berbuat salah, dan tidak ada manusia yang suci, yang tidak pernah melakukan dosa. Gavin yakin, setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan sekecil apapun itu. Namun yang penting, mereka menyadari kesalahannya dan mau berubah. Dan berjanji untuk tidak mengulanginya kembali.