Anabelle - Love and Regret

Anabelle - Love and Regret
Omelan Orang Tua



Setelah berjam-jam berada di jalanan, jam tujuh lewat empat puluh lima menit, Anabelle sampai di rumah Mamanya. Badannya sudah sakit semua, efek seharian duduk di belakang kemudi.


Anabelle langsung mengambil koper dan juga tas kecilnya, lalu melangkahkan kaki menuju pintu utama.


"Ma, buka pintunya. Aku udah pulang," teriaknya sambil mengetuk pintu. Tak lama kemudian, pintu pun terbuka lebar.


Dan tak lama kemudian, pintu pun terbuka. Sang Mama langsung menatap tajam ke arah putrinya yang terlihat sangat lelah.


"Gini nih, sok sok an, nyetir sendiri. Capek, kan?" sindirnya. Sambil memeluk Anabelle yang masih ada di depan pintu. Walaupun kesal, tapi tetap aja, sang Mama sangat merindukan putrinya yang jarang pulang ini.


"Sudah sampai?" tanya sang Papa, yang baru keluar dari kamar. Ia langsung memeluk putrinya, gantian dengan sang istri.


"Kok nekat banget sih, nyetir sendiri. Padahal jauh banget?" tanya sang Papa.


"Ya habis, pengen nyetir sendiri, sekalian cari pengalaman," sahutnya.


Sang Papa pun mengambil alih kopernya dan menaruhnya di kamar putrinya. Sedangkan Anabelle, dia langsung pergi ke sofa panjang dan rebahan di sana.


"Enggak tidur di kamar aja?" tanya sang Mama.


"Enggak, nanti aja deh. Pengen rebahan dulu, capek banget."


"Lain kali, jangan sok sok an, lagi. Kalau pulang, naik pesawat atau kereta aja, biar cepat," ucap sang Mama.


"Iya, tapi kan nanti aku pulang ke Jakarta, harus bawa mobil lagi, Ma. Kalau aku pulang naik kereta, atau pesawatw. Lah terus mobilnya gimana?" tanya Anabelle.


"Kamu itu!" Mendengan ucapan Anabelle, sang Mama pun kembali di buat geram.


"Sudahlah, pakai antar jasa aja," tutur sang Papa.


"Hhh ... gak enaklah. Aku nanti pulangnya nyetir sendiri aja lagi. Aku janji, nanti itu terakhir kali. Di masa depan, aku gak akan nyetir sendiri lagi. Yang penting aku sudah tau, rasanya kayak apa nyetir sendiri," balas Anabelle.


"Kamu itu, gak mikir Mama sama Papa, Apa? Kalau kamu kenapa-napa, gimana sama Mama dan Papa. Kamu gak mikir ke sana?" tanyanya sambil duduk di kursi yang lain. Sang Papa juga duduk di samping istrinya.


"Buktiya, aku gak papa, kan?" ucapnya.


"Aku janji, nanti yang terakhir kali. Setelah itu, aku gak akan nyetir sendirian lagi. Okay," paparnya.


"Iya sudah, terakhir ya nanti. Gak boleh kayak gini lagi," ucap sang Mama.


"Iya, Mama. Mama gak masak, aku lapar loh. Belum makan malam?" tanyanya.


"Sudah, tadi Mama masak jam setengah tujuh, tapi mungkin sudah dingin. Mau Mama angetkan lagi?"


"Enggak usahlah, itu aja. Lagian kalau di angetin lagi, pasti beda rasanya. Malah gak enak," jawabnya.


"Iya sudah, kamu istirahat aja dulu, nanti kalau capeknya dah ilang, baru mandi terus makan," ucap sang Papa. Dan Anabelle pun menganggukkan kepalanya.


"Oh ya, itu mobil siapa?" tanya sang Papa, Anton.


"Mobilnya Mas Al, aku pinjem. Sebenarnya sih di kasih, cuma ya tetap aku kembalikan nanti kalau misal aku sudah bisa beli sendiri." sahut Anabelle.


"Emang gak papa di pakai kamu?" tanya sang Mama, Bella.


"Enggak papa, lagian mobil dia aja ada belasan di garasi. Dari yang harga paling murah, lima ratus jutaan, sampai ada yang termaha, tujuh milliar lebih." jawab Anabelle.


"Astaga, banyak banget ya,' turu Anton, kaget.


"Iyalah, namanya juga Pemilik Hotel Danendra yang cabangnya ada di mana-mana. Bahkan bukan hanya di dalam negeri, bahkan di beberapa negara, juga ada. Terlebih Kakeknya juga merupakan seorang milliader. Aku rasa, tujuh turunan, uangnya gak akan habis," balas Anabelle.


"Wah, kalau kamu jadi menikah dengannya, hidup kamu pasti makmur," ungkap Bella.


"Ck ... Mama itu mikirnya harta mulu. Lagian aku kan sudah punya usaha sendiri, bahkan usahaku juga maju pesat. Gak lama lagi, aku pun juga termasuk salah satu milliader. Emang uang yang aku kirim kurang, kah?" tanyanya. Anabelle sejak ia mendirikan aplikasi, selalu memberikan Mama dan Papanya, lima belas juta perbulan.


"Cukup, lebih malah," balas Bella.


"Syukurlah, misal kurang. Bilang aja, nanti aku transfer lagi. Atau misal pengen apa, bilang. Aku pasti akan belikan buat Mama sama Papa," turunya. Mendengar hal itu, tentu Anton dan Bella pun sangat tersentuh sekali.


Mereka gak menyangka aja, jika saat ini, putrinya itu sudah menjadi orang sukses, bahkan ia bisa berdiri di kakinya sendiri, tanpa bantuan mantan suaminya itu.