Anabelle - Love and Regret

Anabelle - Love and Regret
Memulai Semuanya Dari Awal



Di ruangan Alvano.


Anabelle dan Alvano sekarang tengah duduk berhadap-hadapan. Alvono memilih diam dan menunggu Anabell untuk bicara lebih dulu. Sedangkan Anabelle diam karena ingin mengumpulkan keberaniannya agar bisa ngomong dengan Alvaro dengan leluasa.


Setelah lima menit saling diam, barulah Anabelle buka suara.


"Mas," panggil Anabelle.


"Iya," jawab Alvaro.


"Jujur, aku mencintai kamu," ucapnya namun Alvaro memilih diam dan tidak menyelanya. Karena ia tau, masih ada kata-kata yang masih ingin di ucapkan oleh Anabelle.


"Namun sebagian hati aku, juga masih mencintai Mas Gavin. Tidak mudah buat aku untuk melupakan dia secepatya. Aku butuh waktu untuk melupakannya secara pelan-pelan. Aku bukannya menolak lamaran kamu, tapi bagaimanapun aku baru aja berpisah, butuh waktu untuk menyembuhkan luka hati aku. Aku gak mau menerima lamaran kamu, jika hati aku aja masih belum sembuh dari luka lama. Dan lagi, rasa sayang aku sama Mas Gavin masih ada.


Aku ingin menyembuhkan luka hatiku dulu, lalu melupakan Mas Gavin. Agar aku bisa mencintai kamu sepenuhnya, seratus persen. Jadi saat aku menjalin hubungan sama kamu pun, aku fokusnya ke kamu dan masa depan kita. Dan tidak lagi memikirkan yang lain," ucap Anabelle mengungkapkan isi hatinya.


Setelah merasa Anabelle selesai bicara, Alvaro pun mulai angkat suara.


"Aku mengerti, aku faham apa yang kamu rasakan. Aku juga salah di sini karena terburu-buru melamar kamu di saat kamu bahkan belum genap sebulan pisah dari suami kamu. Aku faham apa yang kamu rasakan, aku juga mintaa maaf karena terlalu cepat melamar kamu, aku hanya tidak ingin kehilangan kamu. Semoga kamu mengerti apa yang aku rasakan, An," balas Alvaro.


"Aku mengerti, untuk itu aku gak marah. Bagaimana jika kita PDKT lebih dulu, nanti lambat laun, kita bisa pacaran seiring berjalannya waktu, baru setelah itu lamaran, lalu nikah?" tanya Anabelle.


"Boleh, tapi bukannya dari dulu kita sudah melakukan PDKT?" tanya Alvaro.


"Dulu kan kita cuma dekat biasa aja, terlebih saat kita dekat, status akuĀ  masih istri orong. Sekarang kita mulai lagi dari nol, gimana? Dengan status aku yang sudah berubah jadi janda."


"Baiklah, apa perlu kita kenalan juga?" tanya Alvaro.


Lalu mereka pun saling berjabat tangan dan saling mengenalkan namanya masing-masing seperti orang yang baru kenal.


Setelah itu, Alvaro pun mulai mengeluarkan jurus gombalnya.


"Apakah Nona Anabelle, nanti malam ada waktu?" tanya Alvaro.


"Ada, kenapa?"


"Kalau gitu, aku ingin mengajak Nona Anabelle untuk makan malam. Itupun jika Nona Anabelle mau dan tidak keberatan," ungkapnya.


"Aku tidak keberatan sama sekali."


"Baiklah kalau gitu, nanti malam aku akan jemput Nona Anabelle jam tujuh malam. Bagaiman?" tanyanya.


"Okay, tapi jangan panggil Nona dong, gak enak dengernya."


"Baiklah, bagaimana jika aku panggil Sayang aja?" tanyanya membuat Anabelle cemberut.


"Cukup Ana aja, kita kan masih PDKT, baru juga kenalan," sindirnya membuat Alvaro terkekeh.


"Ah ya, aku lupa."


Lalu mereka pun mengobrol santai, sedangkan di ruangan sebelah, Tasya dan Bagas masih saling diam padahal sudah lima belas menit berlalu. Namun Tasya masih belum punya keberanian untuk buka suara. Sedangkan Bagas, masih terus menunggu Tasya untuk bicara karen tadi Tasya bilang ada yang mau di omongin. Namun sampai detik ini, Tasya masih diam dan seperti orang ketakutan, membuat Bagas yang melihatnya pun menjadi heran. Karena tidak biasanya, Tasya seperti ini.