
Keesokan harinya jam delapan pagi, Anabelle sudah mengirimkan hasil editannya kepada Vero, cocok enggaknya. Kalau cocok akan langsung di post di sosial media dan juga di iklankan. Cukup lama Anabelle menunggu hingga jam sepuluh barulah Vero membalas pesannya. Ternyata Vero cocok dengan desainnya. Sebenarya tak perlu memberitahu Vero masalah sepele seperti ini, karena Anabelle punya hak penuh atas apa yang dia lakukan, hanya saja ia ingin menghargai Vero dengan bertanya seperti itu dan lagi ia ingin akrab dengan Vero. Dengan sering sering komunikasi, Anabelle yakin, ia bisa menjadi teman akrabnya, suatu saat nanti.
Tak lama kemudian, Vero pun mulai posting di instagramnya, di fanpage facebook dan di tiktok. Bahkan ia juga menaruhnya di youtube, twitter dan sosial media lainnya. Anabelle gak menyangka, padahal pernjanjiannya cukup di ig dan tiktok saja, karena itu yang kini tengah di gandrungi dan banyak yang memakai. Namun Veo bilang, itu bonus buat mereka.
Anabelle bersyukur karena ia tak salah memakai jasa Vero. Anabelle juga mulai posting di sosial media lainya, bukan hanya Anabelle, tapi juga Tasya, Alvaro dan juga Bagas. Bahkan anak-anak IT dan karyawan lainnya pun ikut posting di sosial media mereka, ikut meramaikannya.
Anabelle juga mengiklankannya dengan memakai wajah Vero yang cantik sambil memegang hp yang bergambarkan aplikasi Evta. Di sana juga ada vidio yang menampilkan Vero yang tengah mempromosikan aplikasi itu, kata-kata yang di rangkai oleh Anabelle sebelumnya membuat Vero semakin percaya diri karena ada naskah yang sudah di siapkan, jadi ia gak perlul memutar otak untuk mikir apa yang di ucapkan, karean semuanya sudah di siapkan dengan matang dan ia hanya cukup bicara di depan kameran sambil membaca naskah yang ada di belakang kamera.
Dan baru beberapa jam saja, sudah mulai meledak yang ingin intall aplikasi evta, emang sangat pengaruh sekali ternyata memakai ambasador itu. Bahkan aplikasi evta sempat eror karena mereka di luar sana, seakan tengah berlomba lomba untuk donwload aplikasi evta duluan. Untugnnya anak anak IT dan Tasya sudah menyiapkan semuanya, mereka bekerja keras agar aplikasi itu tetap aman dan tak lagi eror seperti tadi, walaupun hanya berapa menit, tetap saja Anabelle tak ingin ini terjadi lagi ke depannya, karena Anaabelle tak ingin mengecewakan mereka yang sudah mau download aplikasi Evta. Anabelle ingin memberikan yang terbaik hingga mereka nyaman dan betah. Dan tak perlu download yang lainnya.
Gavin yang melihat postingan Vero merasa geram dengan tindakan yang Anabelle lakukan. Ia tak menyangka jika Anabelle akan memakai jasa Vero untuk perusahaannya. Padahal Anabel tau sendiri jika Vero adalah brang ambasador di tempatnya dan juga kekasihnya tapi Anabelle masih nekat aja.
"Aku harus bertemu dengan Anabelle. Aku yakin Anabelle pasti sengaja ingin mendekati Vero lalu menceritakan tentang statusnya itu," gumam Gavin kesal.
Gavin sendiri sudah jarang berkomunikasi dengan Vero, karena kesibukan mereka masing-masing, di tambah fikiran Gavin yang sangat kacau membuat Gavin kadang malas untuk bertemu Vero. Namun bukan berarti dia gak cinta, ia hanya butuh sedikit waktu untuk bisa mengatur perasannya saat ini. Ternyata cinta bercabang itu hanya indah di awal saja karena makin ke sini, ia makin di buat bingung. Ingin membahagiakan keduanya, namun ia tak mampu. Tapi juga tak mau kehilangan keduanya. Memikirkan itu membuat Gavin jadi merasa kesal pada dirinya sendiri.
Saat Gavin tengah frustasi karena fikirannnya yang kacau. Tiba-tiba hpnya berdering, ada panggilan dari Vero. Gavin pun segera menjawabnya.
"Hallo, Mas," sapa Vero lebih dulu.
"Iya, tumben nelfon sayang? Gak sibuk lagi, kah?" tanyanya berusaha meredakan rasa gelisahnya. Tak ingin membuat Vero curiga atas apa yang ia fikirkan saat ini, atas apa yang ia takuti sedari tadi.
"Enggak, Mas. Kebetulan aku ada di rumah ini. Nanti jam sebelas berangkat syuting lagi. Oh ya, Mas kemaren aku ketemu Bagas di Perusaahan Evta," ucapnya memberitahu.
"Benarkah?" tanyanya pura-pura tak tahu.
"Iya, aku gak nyangka loh Mas kalau Mas Bagas berhenti jadi asisten Mas Gavin lalu kerja di sana," ujarnya lagi.
"Ya gak papa, setiap orang kan punya hak untuk kerja ke siapa aja. Mungkin Bagas mulai gak nyaman kerja ke aku atau bosan dan ingin cari suasana yang beda. Gak perlu di fikirkan. Lagian sampai detik ini, aku masih bisa menghandle semuanya."
"Iya sih, tapi aku kesel aja, karena Mas Bagas gak datang saat pabrik Mas Gavin kebakaran waktu itu, dia seperti menghilang dan tau tau kerja di perusaan yang baru dirintis."
"Sudahlah, jangan di fikrikan lagi sayang. Oh ya kok kamu bisa jadi ambasador di aplikasi itu?" tanyanya mulai mencari tau.
"Kebetulan aku kenal sama pemiliknya, Mas. Namanya Anabelle, aku manggil dia Anna. Aku cukup akrab dengannya."
"Waktu menghadiri pesta pertuangan Putri Sulung Tuan Jeff King. Aku gak sengaja menumpahkan minumanku di gaunnya, dan dari sanalah aku kenalan sama Anabelle. Ternyata Anna itu fans aku loh, Mas. Di sana juga aku foto-foto sama Anna dan tukeran nomer Hp. Terus keesokan harinya, aku ketemu sama Anna di Resto. Yah dari sanalah aku tau kalau Anna itu pendiri Perusahaan Evta dan Anna meminta aku jadi brand ambasadornya, awalnya sih di tawari jadi model doang, tapi entah kenapa malah saat ketemuan lagi, berubah dan mereka memitna aku jadi brand ambasador di perusahaan mereka untuk satu tahun ke depan," sahutnya menjelaskan.
"Oh, jadi kamu sudah akrab dengan pemilik Perusahaan Evta?"
"Ya, bukan hanya sama Anabelle, tapi juga dengan Tasya, sahabat Anna, Mas Al dan juga Mas Bagas. Walaupun ada sedikit kekesalahan sih kemaren karena aku kesal Mas Bagas seperti gak peduli lagi dengan Mas Gavin."
"Oh ya tadi kamu menyebut Mas Al, siapa?"
"Oh itu, dia juga pendiri aplikasi Evta, Mas. Dia punya saham di sana, kalau gak salah dia juga pemilik Hotel Danendra. Aku lihat Mas Al itu lagi PDKT sama Anablle, sedangkan Mas Bagas lagi PDKT sama Tasya, sahabat Anna. Entahlah, aku juga gak tau persisnya sih, cuma nebak aja," ujarnya tanpa sadar dia sudah membuat api cemburu berkobar di kepala Gavin.
"Tapi itu gak mungkin ....." ucapnya tanpa sadar.
"Enggak mungkin kenapa, Mas?" tanya Anabelle. Ingin rasanya, Gavin bilang kalau gak mungkin Anabelle PDKT dengan Alvano karena Anabelle masih status jadi istrinya. Tapi gak mungkin Gavin jujur pada Vero.
"Gak mungkin Bagas PDKT sama Tasya. Bagas kan gak suka di dekati cewek," ucapnya asal.
"Astaga, jangan ngomong gitulah. Mungkin sekarang Mas Bagas sadar bahwa dia butuh perempuan dalam hidupnya karena tak mungkin selamanya dia sendiri. Dan bisa jadi, Bagas sudah jatuh hati sama Tasya jadi dia ingin PDKT denganya."
"Iya juga sih, oh ya sayang udahin dulu ya. Mas ada rapat nih ntar lagi."
"Okay, kapan kita ketemu?"
"Kamu bisanya kapan, aku ngikut jadwal kamu aja?"
"Besok malam gimana. Besok aku pulang jam empat."
"Okey, besok sepulang kerja aku ke apartemen kamu."
"Siap."
Dan setelah itu, Gavin pun mengakhiri panggilannya. Sebenarnya ia berbohong dengan mengatakan ia ada rapat, karena kenyatannya ia ingin segera menemui Anabelle dan ingin menanyakan kebenarannya, apakah saat ini Anabell tengah PDKT dengan Alvaro, apakah Anabelle ingin balas dendam padanya dan apa niat tersenyum Anabelle hingga mau menjadikan Vero sebagai brand ambasador di perusahaanya.