
Hari ini Gavin pergi ke perusahaan melewati pintu samping, ia sudah mulai bisa menenangkan hatinya yang sejak beberapa hari lalu merasa ketakutan sendiri, merasa resah dan merasa gundah gulana.
Namun kini, sejak kemaren ia mencoba untuk sholat kembali, ia mulai bisa mengendalikan rasa takutnya. Semalaman ia hanya tidur satu jam saja, karena waktunya ia habiskan dengan menghatamkan ayat-ayat suci Al Quran.
Gavin pergi menaiki taxi online, ia memakai kaca mata hitam, topi dan juga baju kemeja warna putih tanpa jas. Ia juga memakai celana dengan harga yang paling murah, sehingga tidak terlalu mencolok lagi. Sesampai di depan perusahaan, ternyata masih ada beberapa wartawan yang masih setia menunggu di depan perusahaannya. Gavin hanya bisa menghela nafas, ia berpura-pura menjadi karyawan biasa, untungnya karena dia memakai masker dan kaca mata hitam membuat dirinya bisa mengelabui beberapa wartawan itu.
Sesampai di dalam, barulah ia mulai membuka masker, kaca mata dan topinya. Ia menghela nafas, ia bersyukur karena bisa melewati para wartawan itu.
Hari ini, Gavin mengadakan rapat dadakan. Ia juga mengundang semua para pemegang saham.
Di saat semua orang berkumpul, semua yang ada di sana mulai menyuarakan kekecewaanya dan meminta uangnya di kembalikan.
Gavin hanya bisa mengangguk setuju, ia akan mengembalikan semua uang mereka, tapi Gavin butuh waktu paling lama dua Minggu. Dan mereka pun menyetujuinya asal Gavin benar-benar menepati janji.
Gavin tidak akan memaksa mereka untuk bertahan, walaupun perselingkuhannya tidak ada kaitanya dengan dunia bisnis, namun tetap saja mereka pasti kecewa karena bekerja dengan seorang pengkhianat.
Setelah rapat pemegang saham selesai, Gavin mulai mengadakan rapat besar-besaran, Gavin mengumpulkan semua karyawannya. Di sana, Gavin memberitahu bahwa ia akan mem PHK semua karyawannya dan Gavin juga berjanji akan memberikan mereka kompensasi yang sangat besar. Gavin memberitahu mereka, jika Perusahaan jatuh bangkrut karena pemasukan perusahaan mulai menuruun dan ia juga harus mengembalikan uang para pemegang saham yanag meminta uangnya segera di kembalikan..
Gavin meminta maaf pada mereka semua, karena pada akhirnya ia memilih menyerah dan tidak bisa untuk berusaha lebih keras lagi. GAvin juga mengucapkan banyak terima kasih atas kerjasama mereka selama ini. Para karyawan pun banyak yang menangis, bagaimanapun selama ini Gavin baik sama mereka, sering memberikan bonus besar jika mencapai target. Tapi kini, ia melihat Gavin yang tak berdaya, mereka bahkan melihat Gavin yang menitikkan air mata. Mereka tau, kalau masalah yang dihadapi Gavin saat ini sangatlah besar, jadi mereka gak akan menuntut apa-apa. Toh Gavin juga memberikan mereka kompensasi, jadi apa lagi yang akan mereka tuntut.
Setelah rapat selesai. Mereka mulai membereskan pekerjaan mereka sebelum akhirnya mereka pulang ke rumah masing-masing dan masalah gaji, seperti biasa akan di transfer ke rekening mereka masing-masing paling lambat Dua Minggu.
Gavin pergi ke ruangannya, di sana ia juga mengerjakan pekerjaannya. Dan bentar lagi, Gaavin juga akan pergi ke pabrik dan meminta mereka untuk menghentikan semua produksinya. Sedangakn produk yang sudah berhasil dibuat, nantinya akan di bagi-bagika kepada setiap karyawan dan orang-orang di sekitar sana secara gratis.
Gavin juga mulai mendaftarkan pabrik dan perusahaannya untuk di jual secara online. Yah, pada akhirnya Gavin ingin memilih untuk beristirahat sejenak. Jadi ia akan menjual semua pabrik dan perusahaan yang sudah ia dirikan dengan susah payah. Ia juga akan menjual mobil, rumah beserta isinya dan barang-barang brandet miliknya. Dan nanti hasil jual rumahnya, akan ia transfer ke rekening sang istri. Karena bagaimanapun Anabelle punya hak atas rumah itu.
Gavin benar-benar dibuat sibuk, namun entah kenapa, ia tak lagi merasa sedih atau kecewa. Ia berusaha untuk mengiklaskan semua yang terjadi. Ia percaya, bahwa apa yang ia miliki selama ini, hanyalah titipan dari Tuhan. Dan jika saat ini, tiba-tiba semua yang di miliki Gavin habis dalam sekejab, ia akan terima. Masalah uang, ia bisa mencarinya lagi. Yang penting, ia tak lagi merasakan ketakutan dan merasa khawatir berlebihan seperti kemaren-kemarennya.