
Setelah melakukan live, akun Vero pun di penuhi dengan raturan ribu commant, ada yang membela, tapi tetap saja ada yang menyalahkan. Vero yang membaca comment itu pun hanya bisa menghela nafas, Vero gak bisa untuk meminta mereka mengerti kondisinya. Dan walaupun ia menjelaskan beberapa kalipun, pada akhirnya akan tetap saja ada yang menyalahkan dirinya karena sudah menjadi orang ketiga dalam rumah tangga orang lain.
Vero hanya bisa menghela nafas, setidaknya ia sudah berusaha menjelaskan. Dan bagaimana hasilnya, jika pun nama baiknya tetap buruk di mata mereka, dan jika pun mereka tetap menganggap dirinya pelakor. Vero akan terima itu. Toh memang sudah konsekuensi yang harus ia terima karena sudah menjalani hubungan dengan suami orang.
Di sesali pun, juga percuma. Karena semua sudah terjadi. Vero hanya bisa berandai, andai ia menyelidiki Gavin lebih dalam lagi, andai ia menyewa detektif buat mencari tau tentang Gavin mungkin kejadiannya gak akan seperti ini. Tapi ya sudahlah. Vero gak bisa memutar waktu untuk kembali ke masa lalu. Yang bisa ia lakukan, hanya bisa menerima caci maki dan hinaan dari mereka yang membenci para pelakor.
Anabelle dan Tasya pun ikut menonton live yang di lakukan oleh Vero. Bahkan Anabelle dan Tasya ikut comment di akun Vero. Anabelle sedikitpun gak bisa menyalahkan Vero karena di sini Vero juga korban dari keeogisan dan kebohongan suaminya.
Anabelle malah merasa kasihan, karena gara-gara suaminya yang tidak jujur akan statusnya dan terus berusaha merayu dan mendekati Vero, membuat Vero berada di situasi sekarang. Andai Gavin jujur dari awal bahwa dia sudah menikah, andai ia tidak berusaha mendekati Vero, andai ia menjadi suami setia, andai ia gak bermain hati dengan wanita lain, andai ia ingat statusnya yang sudah menjadi seorang suami. Mungkin saat ini Anabelle dan Gavin masih bersama. Dan nama Vero pun tetap bersih dan tidak mendapat kecaman dari para warganet.
"Kasihan Vero ya, padahal dia itu cuma korban, tapi masih banyak yang menyalahkannya," tutur Tasya.
"Ya begitulah manusia, mereka selalu menyalahkan pihak wanita. Padahal yang salah itu pihak laki-lakinya," sahut Anabelle.
"Bener banget. Kecuali jika wanita itu tau, laki-laki itu sudah menikah dan masih nekat untuk mendekati dan menggodanya, mungkin baru bisa disebut pelakor. Nah tapi jika pihak wanitanya gak tau jika laki-lakinya sudah beristri, mana bisa di sebut pelakor, sedangkan dia bahkan tidak sadar, jika dirinya hanya di jadikan selingkuhan," balas Tasya.
"Hmm ... tapi jika kita memikirkan perkataan warganet yang ada malah kita pusing sendiri. Bagaimanapun, setiap orang punya sudut pandang masing-masing, pemikiran setiap orang berbeda. Kita gak bisa memaksa mereka untuk mempunyai pemikiran yang sama dengan kita. Jadi yang bisa kita lakukan, hanyalah diam. Toh kita koar-koar pun akan percuma saja. Jika mata hati mereka sudah tertutup oleh rasa kebencian. Apalagi di negara kita, pelakor, orang ketiga, istri kedua, akan selalu berada di pihak yang salah. Bahkan jika istri pertama pun yang mencarikan suaminya istri kedua, tetap saja bagi mereka istri kedua akan tetap salah, kenapa mau di jadikan istri kedua. Ya begitulah," papar Vero menjelaskan.
Mereka pun terus mengobrol, untuk hari ini, mereka memilih untuk tidak bekerja karena mood mereka sudah terlanjur rusak.
Apalagi setelah Anabelle dan Vero membuat vidio live. Nama Gavin semakin tersudutkan. Bahkan sahamnya pun semakin turun drastis. Usahanya pun mulai mendapatkan penolakan. Banyak orang yang menyayangkan sikap Gavin yang seperti itu.
Rekan-rekan kerjanya pun mulai banyak yang memilih memundurkan diri dan mereka tidak mempercayai Gavin. Ya, masalah rumah tangga aja, dia gak bisa menjaga komitmen dan memilih menjadi seorang pengkhianat, bisa jadi di dunia bisnis pun, tak menutup kemungkinan Gavin akan melakukan hal yang sama. Untuk itu, banyak rekan bisnisnya yang memilih mundur, bahkan menarik saham mereka yang ada di perusahaannya.
Teman-temannya pun juga tidak percaya jika Gavin punya kelakukan seburuk itu. Bahkan keluarga besarnya pun juga mengirimkan pesan, mereka kecewa karena Gavin sudah mencemarkan nama buruk keluarga besar mereka dan sudah membuat orang tuanya malu karena kasus yang di alami oleh Gavin.
Para karyawan pun juga tidak menyangka jika atasan mereka seperti itu. Padahal selama ini, Gavin terkenal dengan sifat baiknya. Tapi ternyata, di belakang itu semua. Gavin hanya orang yang pandai berdusta. Tega berbohong sana sini untuk memenuhi rasa egonya.
Banyak yang menyayangkan sifat Gavin. Bahkan mereka yang awalnya ngefasns pun, berubah menjadi benci. Mereka semua juga kecewa karena seorang pengusaha muda ternama yang selama ini di kenal dengan sifat baik, ramah, penyayang, ternyata hanyalah lelaki pengecut dan plin plan.
Gavin hanya duduk terdiam di pojokan kamarnya, ia bahkan gak berani untuk pergi bekerja karena di depan rumhanya banyak wartawan. Bahkan di depan perusahaan dan pabriknya pun di penuhi dengan wartawan. Lalu bagaimana Gavin bisa keluar, dan bekerja jika dirinya bahkan kini sedang di cari-cari oleh banyak wartawan.
Dan lagi, apakah Gavin harus membuat vidio live juga. Tapi dia harus ngomong apa, apakah dirinya harus membenarkan cerita Vero dan Anabelle. Itu sama saja dengan bunuh diri.
Gavin terus merasa ketakutan sendiri, ia gak menyangka jika apa yang ia lakukan kini menjadi boomerang untuk dirinya sendiri. Ia sedikit menyesali apa yang sudah dia lakukan selama ini. Namun semuanya sudah terjadi, kini yang bisa Gavin lakukan adalah berusaha mencari solusi agar bisa keluar dari masalah ini.