Always Loving U

Always Loving U
Tuan Muda and Me



“Bi, aku pulang. Ambilin minum! Haus banget gila.” Teriak gadis berseragam putih abu begitu masuk rumah. Dia melemparkan kunci mobil ke meja dan tas nya asal ke sofa, disusul dengan tubuh yang berbalut seragam kekecilan itu mendarat di sofa.


“Neraka lagi bocor kayaknya nih panas banget.” Qizza mengipaskan tangannya di depan wajah, “Bi jangan lama!” teriaknya lagi.


“Kamu itu udah gede masih aja seneng teriak-teriak, Za. Kalo pulang sekolah kan bisa langsung ke dapur aja ambil sendiri.” Ucap seorang pria tua yang baru muncul dari arah ruang tamu.


“Kakek? Tumben kesini? mimpi apa Qizza semalem sampe bisa liat kakek disini. Qizza kira Kakek udah lupa kalo Qizza masih hidup.” ucap Qizza cuek.


"Kamu ini kalp ngomong sembarangan! mana mungkin Kakek lupa punya cucu cantik seperti kamu. Cucu kakek satu-satunya."


"Ya kirain aja gitu. Kan sejak Qizza masuk SMK kakek selalu sibuk sendiri. Nggak perhatian lagi sama Qizza." gerutunya.


"Masih aja bahas hal itu, padahal kamu seneng kan tinggal sendiri. Bisa bebas kesana kemari, jangan kira kakek tidak tau apa yang kamu lakukan selama ini."


"Dengerin kakek baik-baik, Za."


“Ini penting, makanya Kakek langsung kesini. Minggu lalu kamu sudah ulang tahun yang ke delapan belas kan?”


Qizza mengangguk sambil meneguk air minum yang disajikan pembantunya. "Ya, dan kakek cuma ngasih kado. nggak dateng." jawabnya kemudian.


“Berarti sudah saatnya kamu bertemu dengan calon suamimu.”


“Apa? Suami?” Qizza sampe terbatuk-batuk karena tersedak.


“Kakek jangan bercanda deh, nggak lucu. Apa hubungannya umur delapan belas tahun sama calon suami lagi. Kakek udah pengen punya cicit yah? Sabar Kek, calon suami Qizza masih sibuk konser sana sini. Kakek tau Kim Taehyung BTS kan? Yang fotonya banyak di kamar Qizza, Nah itu calon menantu Kakek.” Cerocos Qizza yang malah menganggap gurauan.


“Qizza dengerin kakek! Kakek nggak bercanda, Nak.”


“Dulu sebelum ayah dan ibu kamu meninggal, mereka membuat perjanjian dengan rekan kerjanya untuk menikahkan kamu dengan salah satu putranya dan perjanjian pernikahan itu harus dimulai saat kamu berusia delapan belas tahun.”


“Qizza masih muda, Kek. Masih banyak yang pengen Qizza lakuin. Pengen lulus dengan nilai memuaskan terus masuk kuliah dan banyak lagi. Pokoknya Qizza nggak mau!” tolak Qizza.


“Mau tidak mau, harus mau.” Tegas Kakek, “kemasi barang-barang kamu dan pergi ke Jakarta besok. Kalo sudah bertemu mereka kamu pasti suka. Mereka dari keluarga Wiguna. Kamu tau kan keluarga itu? Terkenal se Indonesia. Usahanya merajai dimana-mana, kamu beruntung jadi menantu keluarga itu. Orang lain malah susah payah menghalalkan berbagai cara supaya bisa jadi anggota keluarga Wiguna.”


“Tapi Kek...”


“Kakek tidak menerima penolakan Qizza! Temui mereka besok, kamu pasti suka salah satu dari mereka. Mereka tak kalah tampan dibanding deretan pria-pria diposter yang memenuhi kamarmu. Kalo kamu tidak menuruti permintaan kakek maka siap-siap kehilangan semua fasilitas yang selama ini kamu pakai.” Ancamnya.


“Kakek egois!”


“Kakek tidak egois, Za. Ini semua demi kebaikan kamu, salah satu dari mereka pasti ada yang cocok sama kamu. Kakek sudah tua, Za. Kakek tidak selamanya bisa ada di sisi kamu.”


“Kalo Kakek nggak egois biarin Qizza nyari pasangan Qizza sendiri. Bukan main jodoh-jodohan kayak gini, pake ngancem segala pula.”


“Kakek yakin kamu akan cocok sama salah satu dari mereka. Kalo emang nggak ada yang cocok silahkan kamu boleh cari pasangan sendiri.”


“Oke Deal!” balas Qizza. Dia dengan kesal meninggalkan kakeknya.


Masuk ke dalam kamar, Qizza merebahkan diri diranjang ternyaman miliknya.


"Hari gini masih main jodoh-jodohan! kalo kakek bisa ngancem ngambil semua yang gue punya, gue juga bisa gagalin perjodohan ini." gumam Qizza seraya menatap langit-langit putih kamarnya.


"Liat aja kalo mereka udah ketemu gue. Seribu persen gue yakin mereka yang bakal mundur jadi calon suami gue!" ucap Qizza dengan senyum liciknya. Diotaknya sudah muncul berbagai ide cerdas untuk menggagalkan perjodohan ini.



hayu sat set sat set temenin Qizza😘😘 di TUAN MUDA AND ME