
Tentu saja Jo tidak menjawab pertanyaan dari Ev sang kekasih. Karena ia sadar, tidak lebih baik dari Albert.
Atau bisa dibilang ia adalah manusia terburuk di dunia, yang bermain dengan wanita lain ketika ia sudah memiliki istri dan juga anak.
"Kenapa diam? Tidak bisa menjawab kan?" tanya Ev yang kembali melangkahkan kakinya menuju ruang ganti.
Jo yang tadi diam sejenak di tempatnya, kini menyusul masuk ke dalam ruang ganti.
"Sayang," panggil Jo.
Namun, Ev tidak menimpali Jo, dan langsung mengambil pakaian yang akan ia kenakan untuk makan malam dengan Albert.
"Sayang," panggil Jo lagi, dan meraih tangan Ev, yang sedang mengambil aksesoris.
Tapi dengan segera Ev menampik tangannya, tentu saja hal tersebut membuat Jo tidak mengerti sikap sang kekasih yang benar-benar berubah, karena selama ia menjalin hubungan dengan Ev, kekasihnya tersebut tidak pernah berbuat kasar, seperti apa yang Ev lakukan padanya barusan.
Dan sekarang Jo meraih kedua bahu Ev dengan paksa agar ia menatap padanya.
"Lepaskan aku!" seru Ev, tentu saja Jo tidak melepas kedua tangannya di bahu Ev.
"Sayang, kenapa kamu berubah seperti ini?" pertanyaan yang keluar dari bibir Jo, karena ia benar-benar tidak mengerti dengan sikap Ev, padahal semalam masih melakukan hal terlarang.
"Aku tidak berubah, aku masih Ev,"
"Tapi kenapa kamu acuh seperti ini padaku, sayang,"
"Kita akhiri hubungan ini," ucap Ev yang akhirnya memberanikan diri untuk mengatakan hal tersebut, keputusan yang akhirnya ia ambil, meskipun harus mengorbankan cintanya demi balas dendam.
Jo terdiam sejenak, setelah mendengar apa yang sang kekasih katakan, dan ia melepas kedua tangannya yang masih memegang kedua bahu Ev, kemudian setelahnya, ia memeluk wanita yang sangat dicintainya.
"Aku tahu kamu sedang bercanda kan, sayang?" tanya Jo, merasa tidak mungkin, Ev mengatakan hal seperti itu.
Namun, bukannya menjawab pertanyaan Jo, Ev kini melepas pelukannya dengan paksa, lalu mendorong tubuhnya untuk menjauh.
Padahal biasanya, Ev berganti pakaian di ruang ganti meskipun ada Jo, tapi ia tidak ingin melakukan hal itu lagi, karena ia sudah yakin ingin mengakhiri hubungan terlarang yang selama ini terjalin dengan Jo.
Jo masih diam ditempatnya, entah mengapa hatinya terasa sakit mendengar Ev ingin mengakhiri hubungan yang sudah terjalin selama satu tahun, tanpa alasan.
Dan Jo kini pun keluar dari ruang ganti untuk menyusul Ev.
"Apa kamu ingin mengakhiri hubungan ini, karena Al?" tanya Jo, setelah Ev keluar dari dalam kamar mandi dengan pakaian yang berbeda.
"Jika iya, tidak ada masalah bukan, lagian dengan kita mengakhiri hubungan ini, kamu bisa lebih fokus pada istri dan juga anak kamu, oh ya. Mulai saat ini anggap saja kita tidak saling mengenal,"
"Kamu egois, sayang. Hanya demi dia kamu ingin mengakhiri hubungan kita,"
Ev tersenyum mendengar ucapan yang keluar dari bibir Jo, lalu melepas tangannya, yang baru saja mencekal salah satu lengannya.
"Aku egois? Kamu yang egois! Kamu saja masih bersama dengan istri kamu, masa aku tidak boleh dengan cowok lain," sambung Ev, dan kini melangkahkan kakinya ingin segera keluar dari dalam kamar.
Namun, langkahnya terhenti, ketika Jo menghalangi langkahnya.
"Jika kamu tetap keluar dengan Al, aku akan keluar dari dalam kamar ini, dan mengatakan padanya, sudah sejauh mana hubungan kita," ancam Jo.
"Silakan keluar, tapi jangan harap kamu bisa bertemu denganku lagi setelah ini," ancam balik Ev, dan kembali lagi melangkahkan kalinya untuk keluar dari dalam kamar.
Membuat Jo tidak mengatakan apa pun lagi, dan diam di tempatnya, tentu saja ia tidak ingin jika tidak bertemu dengan Ev lagi.
Brak!
Jo menendang meja nakas yang ada di dalam kamar Ev, untuk mengungkapkan kekesalannya, karena ia tidak bisa melakukan apa pun untuk mencegah Ev pergi dengan pria lain, setelah mendengar ancamannya.
Bersambung...........
Visual mereka aku taruh di IG ya guys, silakan yang mau nengok lihat di IG harumini_12