
Pemakaman papa Rudi berjalan dengan lancar, tentu saja mama Lala menghadiri proses pemakaman tanpa tangis sedikit pun.
Mungkin karena hatinya sudah begitu sakit, karena pria yang ia cintai setulus hati, ternyata tidak setia seperti yang mama Lala kira.
Ev yang sedang duduk di dalam mobil berdampingan dengan mama Lala setelah kepulangannya dari pemakaman, menggenggam erat salah satu tangan calon mama mertuanya.
"Ma, maafkan Om Rudi,"
Ucapan Ev, membuat mama Lala yang tadi fokus ke jalanan, dimana mobil yang sedang di kendarai Jo melaju dengan kecepatan sedang di jalanan ibu kota yang tidak pernah langgeng, kini ia menatap pada Ev, sambil mengukir senyum, seolah tidak menyimpan kesedihan setelah di tinggal oleh pria yang hampir separuh hidupnya, menyandang status sebagai suaminya.
Meskipun nyatanya ia merasa kehilangan, tapi rasa bencinya terhadap papa Rudi sang suami, lebih besar dari pada rasa kehilangan, setelah mengingat apa yang sudah di lakukannya.
"Mama sudah memaafkan semuanya," ucap mama Lala, dan balik menggenggam tangan Ev. "Ev,"
"Iya Ma," kata Ev yang memanggil mama Lala dengan panggilan mama seperti yang di inginkan oleh mama Lala.
"Mama ingin segera melihat kamu dan juga Jo menikah,"
"Ma, tapi ini masih dalam suasana duka,"
"Tidak masalah, Ev," sambung mama Lala, dan kini menoleh pada Jo sang putra. "Iya kan, Jo. Tidak masalah bukan, jika pernikahan kamu dan juga Ev di majukan, mama sudah tidak sabar ingin melihat kalian bersatu dalam ikatan pernikahan,"
Namun, bukannya menimpali apa yang sang mama katakan, yang ada Jo kini menepikan mobil yang di kendarai dan menghentikan laju mobilnya.
Tentu saja membuat Ev dan juga mama Lala, langsung menatap ke arahnya.
"Jo, ada apa?"
"Iya, sayang. Rumah mama masih sangat jauh loh," sambung Ev, yang tidak mengerti kenapa sang kekasih menghentikan laju mobilnya, di pinggir jalan.
"Aku melihat Ara," kata Jo.
"Ara? Yang benar saja, bukannya dia bersama dengan Mira," sahut mama Lala.
Namun, setelahnya ia begitu terkejut, bukan hanya mama Lala yang terkejut, tapi juga Ev yang duduk tepat di sampingnya, ketika Jo menunjuk ke arah anak kecil yang sedang di paksa untuk meminta minta di dekat lampu merah olah seseorang.
"Ya Tuhan, itu Ara, Jo," ucap mama Lala yang langsung turun dari dalam mobil, begitu pun dengan Jo.
Membuat Ev yang juga mengenali Ara, juga ikut turun dari dalam mobil mengikuti Jo sang kekasih dan juga mama Lala, menghampiri bocah kecil yang kini sedang menangis karena di paksa untuk menjadi pengemis.
"Heh siapa anda? Berani sekali padaku?!" tanya wanita tersebut, yang tak lain dan tak bukan adalah ketua pengemis yang ada di jalanan tersebut.
"Papa," ucap Ara yang langsung memeluk Jo.
Membuat wanita tersebut bingung, sambil menatap pada Jo.
"Pergi, sebelum aku melaporkan kamu ke polisi, karena sudah mengeksploitasi anak di bawah umur!" ancam Ev.
Membuat wanita tersebut langsung kabur terbirit birit.
"Papa, aku takut," ucap Ara sambil menangis.
Membuat Jo langsung menggendong Ara yang sudah lama ia anggap sebagai putrinya, tapi kenyataannya adalah adik kandungnya.
Kemudian ia langsung membawa Ara ke dalam mobil, di ikuti oleh mama Lala yang menggenggam satu tangan Ara, merasa kasihan dengannya.
Karena bagaimana pun, Ara tidak tahu masalah apa yang sedang terjadi, dan bisa di katakan dia adalah korban.
"Ya ampun, kenapa bisa dia di jalanan begini sih, ke mana Mira?" tanya Ev yang sudah masuk ke dalam mobil, dan menyodorkan air mineral pada sang kekasih, untuk memberikannya pada Ara, yang terlihat begitu kehausan.
"Papa, aku lapal," ucap Ara setelah menengguk air mineral.
Membuat Ev langsung mengambil beberapa roti dan juga cemilan yang ada di dalam mobil tersebut.
Mama Lala langsung menatap pada Jo sang putra, setelah melihat Ara makan begitu rakus, seperti belum makan dalam jangka waktu lama.
"Jo, jangan-jangan..." mama Lala tidak jadi meneruskan ucapannya, karena dalam benaknya sudah berpikir negatif, jika Ara berada di jalanan karena Mira.
"Aku yakin Mira sengaja melakukan ini pada Ara," sambung Jo yang sepemikiran dengan mama Lala.
"Pa, aku tidak mau sama mama. Mama jahat, menyuruh aku ikut wanita tadi," ucap Ara dengan mulut masih mengunyah.
Jo dan juga mama Lala sama-sama menggelengkan kepalanya, mendengar apa yang Ara katakan, dan benar dugaan keduanya jika Mira pelakunya.
"Dasar wanita gila," sahut Ev, yang benar-benar tidak habis pikir, Mira begitu tega dengan putrinya sendiri.
Bersambung..................