AFFAIR With Mr. JO

AFFAIR With Mr. JO
Bercerai



"Ya ampun, gimana sih bibi, bisa bisanya ia menjatuhkan kacamata milikku di sana," kata Mira yang langsung mengambil kacamata miliknya, yang tadi di lempar kesembarang arah oleh papa Rudi, ketika sedang melucuti pakaian miliknya, sebelum melakukan aktifitas panas diatas ranjang. "Pasti tadi bibi menjatuhkan ini, sayang," ucap Mira pada sang suami.


Membuat Jo kini menatap pada sang istri yang sedang memegang kacamatanya, entah mengapa ia tidak percaya dengan apa yang Mira katakan.


Jika bibi asisten rumah tangganya yang menjatuhkan benda itu, tentu saja Mira sudah melihatnya sejak tadi, karena memang Mira dan juga papa Rudi tadi berapa di dalam kamar.


Dan entah mengapa untuk pertama kalinya Jo, curiga pada sang istri dan juga sang papa, jika keduanya baru saja melakukan hal yang tidak-tidak.


Jo langsung memejamkan matanya, untuk menghilangkan pikiran negatifnya pada Mira dan juga sang papa. "Tidak, tidak mungkin papa dan Mira melakukan hal itu," batin Jo yang kini membuka kedua bola matanya, dan menatap pada sang istri, yang kini pergi menuju ruang ganti.


Dan Jo pun langsung berjalan menuju tempat tidur, lalu menjatuhkan bokongnya di atas kasur, sambil memikirkan harus dari mana ia bicara pada Mira, jika ia ingin bercerai.


Namun, sejurus kemudian, Jo kembali memicingkan matanya, sambil menoleh pada satu tangannya, yang baru saja memegang sesuatu yang basah dan juga berlendir di atas seprei.


Untuk memastikan jika yang basah dan berlendir itu, sesuatu yang sangat ia kenal, dimana itu adalah ****** *****, kemudian Jo memegang tempat yang basah dan juga berlendir tersebut.


Dan Jo yakin, memang itu adalah ****** *****, seseorang yang baru saja melakukan aktifitas panas di atas ranjang, seperti yang sering ia dapati setelah melakukan aktivitas panas di atas ranjang, tentu dengan Ev, bukan dengan Mira dimana ia tidak bernafsu dengan sang istri, dan Mira pun tidak pernah menuntut haknya di atas ranjang.


"Tidak mungkin, papa dan juga Mira..." Jo tidak meneruskan ucapannya, tidak sanggup dan tidak bisa membayangkan jika pikirannya benar. "Tidak mungkin,"


"Sayang, apanya yang tidak mungkin?" tanya Mira yang baru saja menghampiri sang suami.


Tak lupa ia mengukir senyum, lalu duduk di dekat sang suami, dan menyadarkan kepalanya di dada Jo.


Jo menautkan keningnya, ketika mencium aroma parfum sang istri berbeda, seperti ada campuran dengan parfum seorang pria. Dan Jo mengingat parfum tersebut sekilas mirip dengan parfum yang selalu sang papa gunakan.


Dan pikiran Jo semakin negatif, dengan berbagai kejanggalan yang ada.


Lalu ia meraih salah satu tangan Mira dan mengarahkannya pada bekas basah dan berlendir, ingin tahu bagaimana reaksi sang istri.


Tentu aja reaksi Mira sangat terkejut mendapati ada bekas cairan cintanya dengan papa Rudi yang tertinggal.


"Semoga Jo tidak menyadarinya," batin Mira yang langsung naik keatas kasur dan duduk di bekas cairan tersebut yang masih sedikit basah. Kemudian ia menarik tangan Jo agar naik ke atas kasur bersama dengannya. "Sayang, yuk tidur, atau mau main?" tanya Mira agar Jo tidak mencurigainya.


Namun, yang ada Jo kini beranjak dari tempatnya lalu menatap pada sang istri.


"Mir,"


"Kenapa sayang? Sudah sangat lama kamu tidak pernah menyentuh aku, loh. Meskipun aku juga tidak masalah, karena aku yakin kamu sangat lelah dengan keseharian kamu," ujar Mira sambil tersenyum kearahnya sang suami.


"Aku ingin kita bercerai,"


"Apa?!" tentu saja Mira begitu terkejut mendengar ucapan sang suami, karena memang keduanya tidak pernah memiliki masalah besar, meskipun Mira sadar pernikahannya sudah tidak sehat sejak awal.


"Aku ingin bercerai," ucap Jo lagi.


"Sayang, aku tidak melakukan apa pun dengan papa, percaya padaku, tadi aku hanya memijat papa," jelas Mira, berpikir sang suami ingin bercerai karena ia melihat papa Rudi keluar dari dalam kamarnya. "Aku tidak memiliki hubungan apa pun dengan papa, sayang,"


Jo menautkan keningnya mendengar perkataan sang istri, dan entah mengapa dari ucapan tersebut, Jo menyimpulkan jika sang istri dan juga sang papa memang seperti dugaannya, memiliki hubungan.


Bersambung...........


MARHABBAN YA RAMADHAN 1444 H MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN UNTUK KALIAN SEMUA.


Selamat menjalankan ibadah puasa untuk kalian yang menjalankannya.


Novel ini akan tetap Up seperti biasa, dan bacalah ketika sudah berbuka puasa, karena novel ini sedikit sesat wkwkwkwk


TAPI INGAT, PERBANYAK IBADAH DI BULAN YANG SUCI INI.


Dan baca novel hanya hiburan semata Oke 👍