
Setelah tiba di unit apartemen miliknya, Ev segera menceritakan apa yang ia lihat dan juga dengar, tentang Mira dan juga papa Rudi di Villa tempo hari lalu, ketika Ev menghadiri acara ulang tahun papa dari kekasihnya tersebut.
Setelah menceritakan semuanya, Ev kini memicingkan matanya menatap pada Jo yang sedang duduk berhadapan di sebuah sofa yang ada di ruang tengah unit apartemen tersebut.
Dan Ev merasa bingung karena tidak ada reaksi apa pun dari Jo, setelah ia menceritakan semuanya.
"Apa kamu tidak percaya dengan apa yang aku katakan, sayang?" tanya Ev, yang masih menatap sang kekasih yang tidak menunjukkan reaksi apa pun. "Aku tidak bohong, sayang. Aku mengatakan yang sejujurnya,"
"Iya aku tahu,"
"Maksud kamu?" tanya Ev penasaran.
Dan Jo langsung menceritakan kejadian dimana ia melihat sang papa keluar dari dalam kamarnya bersama dengan Mira, dengan bukti-bukti yang menjerumus ke hal negatif.
Sekarang Jo pun semakin percaya jika sang istri dan juga sang papa benar memiliki hubungan khusus, setelah mendengar apa yang di katakan oleh Ev.
"Kenapa reaksi kamu seperti ini, sayang?" tanya Ev penasaran, karena Jo tidak menunjukkan reaksi apa pun, seperti dalam film yang sering ia tonton, jika ada pasangannya berselingkuh, apa lagi ini berselingkuh dengan papa mertuanya.
"Untuk apa, dan ini alasan yang tepat untuk aku bercerai dengan Mira, tapi..." Jo tidak jadi meneruskan ucapannya.
Membuat Ev langsung menatap padanya sambil memicingkan matanya. "Tapi apa sayang?"
"Aku tidak tahu bagaimana perasaan mama jika mengetahui hal ini, sayang," jawab Jo, yang malah mengkhawatirkan sang mama.
"Apa kamu tidak ingin memberi tahu Tante Lala tentang hal ini?"
"Tentu aku akan memberi tahunya, tapi belum sekarang, aku ingin menunjukkan bukti yang akurat pada mama, agar dia percaya, apa kamu ingin membantu aku, sayang?"
"Tentu aku mau, karena itu hubungan yang benar-benar di luar nalar manusia, eh sayang, nanti dulu. Sejak kapan mereka memiliki hubungan ya?"
"Entahlah, sayang. Aku tidak ingin menebaknya,"
"Jadi kamu tahu hubungan mereka baru-baru ini?"
"Ya,"
"Ya ampun, ke mana saja kamu selama ini, sayang?"
"Sibuk mikirin kamu, sayang," jawab Jo di akhiri dengan membawa Ev ke dalam pelukannya.
"Sayang, aku sudah bilang jangan..."
"Aku tidak akan melakukan apa pun, hanya ingin memeluk kamu," sambung Jo memotong perkataan Ev, tahu apa yang akan di katakannya.
"Sayang,"
"Hem," sahut Jo.
"Bagaimana jika hubungan istri dan juga papa kamu itu sudah lama, dan ternyata anak kamu itu adalah adik kamu, kamu sendiri yang bilang pada aku kan, jika kamu menikahi Mira karena desakan papa kamu," ujar Ev mengingat apa yang pernah Jo ceritakan padanya awal mula ia menikah dengan Mira karena perjodohan.
Mendengar ucapan Ev, membuat Jo langsung mengingat awal mula ia menikah, dan entah mengapa ia seperti sependapat dengan kekasihnya tersebut, jika sang papa dan Mira sudah lama menjalin hubungan, dan Ara sebenarnya adalah anak mereka, mengingat lagi jika Ara lahir ke dunia, sebelum waktunya lahir, dan beberapa bulan setelah Jo dan Mira menikah, meskipun dulu ia mendengar dari dokter yang menangani sang istri, jika bayi yang di lahirkan prematur.
"Sayang, kenapa kamu diam saja?" tanya Ev.
"Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin menikmati waktu bersama denganmu seperti ini, tanpa membahas hal lain,"
"Idih, padahal ini sedang membahas keluarga kamu, loh,"
"Aku tidak peduli, karena aku sedang merencanakan sesuatu,"
"Merencanakan sesuatu, apa itu sayang?" tanya Ev penasaran pada ucapan kekasihnya tersebut.
"Bagaimana secepat mungkin, agar kartu keluarga aku berbeda nomor, dan terdapat nama kamu sebagai istriku, itu saja,"
"Heh, jangan berpikir jauh, aku masih belum ingin menikah,"
"Kenapa bisa begitu,"
"Tentu saja bisa,"
"Tidak bisa, kamu harus segera menjadi istiku,"
"Tidak,"
"Baiklah aku akan memaksa,"
"Mana bisa begitu,"
"Bisa, aku akan menghamili kamu,"
"Sayang, tidak!" teriak Ev ketika Jo merebahkan paksa tubuhnya yang masih di berada di pelukannya.
Bersambung..........