AFFAIR With Mr. JO

AFFAIR With Mr. JO
Ikut Campur



Bara begitu terkejut saat melihat sang adik sudah berada tidak jauh dari tempatnya berada.


"J... Jo," ucap Bara lagi, tentu saja dia terkejut melihat keberadaan sang adik, yang sudah berada di dalam kamarnya.


Dan saja Jo tidak menjawab pertanyaan sang kakak, yang ada ia mendekati Bara, dengan tatapan mata tertuju pada Ev yang sudah tertidur lelap di atas sofa yang ada di dalam kamar Bara.


"Aku bertanya pada Kakak, apa yang Kakak berikan pada Ev!" seru Jo yang kini menggoyangkan tubuh Ev. "Sa..." Jo tidak jadi meneruskan ucapannya, hampir saja is akan keceplosan memanggil Ev dengan panggilan sayang, ketika ada sang kakak di dekatnya. "Ev bangun," kini Jo memanggil wanita yang sangat ia cintai, tentu masih dengan menggoyangkan tubuhnya.


Tapi tidak membuat Ev terusik dengan apa yang di lalukannya, dan Jo yakin jika sang kakak telah memberikan sesuatu pada jus yang tadi di minum oleh Ev.


Kemudian Jo menegakkan tubuhnya, untuk menatap pada sang kakak, yang masih berada ditempatnya.


"Kak, katakan padaku, apa yang Kakak berikan pada Ev!" teriak Jo, yang langsung berpikir negatif, jika sang Kakak sudah merencakan sesuatu untuk Ev.


"Heh, tenang Jo. Untuk apa kamu berteriak, slow aja kali, aku hanya memberikan obat tidur di jusnya tadi,"


"Brengsek kau Kak!"


"Heh, kenapa kamu marah, harusnya kamu tidak masalah bukan, dengan apa yang aku lakukan pada Ev,"


"Tentu saja masalah!"


"Dimana masalahnya,"


"Pasti Kakak ingin melakukan sesuatu pada Ev, bukan?"


"Paling hanya menidurinya,"


Bugh!


"Jo, apa yang kamu lalukan, hah! Harusnya kamu mendukung apa yang akan aku lakukan, jika Ev hamil tentu saja dia akan segera menjadi kakak ipar kamu bukan, lebih baik kamu keluar dari kamar dan temui istri kamu, pasti Mira sudah menunggu kamu di dalam kamar,"


Namun, Jo tidak menanggapi ucapan dari sang kakak, takut ia hilang kontrol, karena rasa kesalnya dengan apa yang Bara lakukan pada Ev.


Dan sekarang ia mendekati Ev, dan ingin mengangkat tubuhnya, tapi belum juga mengangkatnya, punggungnya di tendang oleh Bara.


"Jangan ikut campur urusan aku, Jo. Keluar kamu dari dalam kamarku!"


Mendengar perintah sang Kakak, membuat Jo mengurungkan niatnya untuk mengangkat tubuh Ev, dan kini membalik tubuhnya untuk menghadap pada Bara.


"Aku akan selalu ikut campur jika itu menyangkut dengan Ev, Kakak paham!"


Bara menyunggingkan senyum sinis dari sebelah sudut bibirnya untuk menanggapi ucapan sang adik.


"Heh, siapa kamu hah?!"


"Aku mantan kekasihnya, meskipun aku masih menganggap dia kekasihku, dan sampai kapan pun, Ev hanya milikku," batin Jo. "Aku memang bukan siapa-siapa Ev, tapi aku tidak bisa membenarkan apa yang akan Kakak lalukan padanya, apa lagi merusak Ev," jawab Jo, tanpa menyadari jika ia dululah yang sudah merusak Ev. "Apa Kakak ingin masuk ke dalam jeruji besi lagi? Ingat, Kakak bebas bersyarat. Sekecil apa pun kesalahan Kakak, bisa jadi akan mengirim Kakak kembali ke dalam jeruji besi," Jo mengingatkan sang kakak, yang memang bebas bersyarat dari hukumannya.


Tentu saja Bara hanya terdiam, mendengar apa yang sang adik katakan, karena memang benar adanya.


Dan sekarang ia mengacak rambutnya sendiri, sambil menatap pada sang adik yang kini mengangkat tubuh Ev, dan membawanya keluar dari dalam kamarnya, tentu ia tidak akan mencegah sang adik, karena sudah menggagalkan rencananya.


"Sial!"


Bersambung.................