AFFAIR With Mr. JO

AFFAIR With Mr. JO
Orang Ketiga



"Jangan seperti ini sayang, masa hanya karena aku memijat papa di kamar, kamu ingin menceraikan aku," ucap Mira lagi.


Namun, ucapannya tidak di tanggapi oleh Jo yang sedang mencerna ucapan Mira yang sebelumnya. Yang Jo yakini, memang sang istri memiliki hubungannya dengan sang papa, dari bukti2 yang baru saja ia temukan, dimana mengarah ke hal negatif.


"Apa kamu memiliki hubungan khusus dengan papa?" pertanyaan itu yang keluar dari bibir Jo.


Membuat Mira langsung terkejut mendengar pertanyaan sang suami.


"Kamu menuduh aku, sayang?"


"Aku sedang bertanya padamu, kamu tinggal jawab saja,"


"Kamu tidak sedang bertanya, tapi kamu sedang menuduh aku!" kesal Mira.


"Kenapa kamu kesal, tinggal jawab iya atau tidak, beres kan,"


"Tentu saja tidak, jangan ngaco kamu, papa sudah aku anggap lebih dari papa aku sendiri,"


Kata lebih yang baru saja terlontar dari bibir Mira, membuat Jo mengartikan lain, jika memang iya, sang istri dan juga sang papa memiliki hubungan khusus.


Namun, Jo perlu bukti untuk menguatkan praduganya tersebut.


Dan sekarang ia akan mengesampingkan hal tersebut dan fokus pada tujuan awalnya, mengakhiri hubungan yang sudah tidak sehat, dari setahun yang lalu, ketika Jo menjalani hubungan terlarang dengan Ev, meskipun dari awal hubungannya memang tidak baik-baik saja bersama depan Mira, dimana Jo menikah karena perjodohan, dan melakukan hubungan suaminya istri dengan Mira untuk pertanyaan kalinya, ia juga dalam pengaruh obat, dan entah siapa yang memberikannya.


Dan ia juga tidak tahu Mira masih gadis atau tidak saat itu, berbeda ketika melakukannya dengan Ev, ia tahu persis jika Ev masih gadis, dan beberapa kali melakukannya bersama Mira, sangat berbeda jauh ketika ia melakukannya dengan Ev, yang membuatnya ketagihan.


"Oke, lupakan hal itu. Dan seperti apa yang aku katakan padamu, aku ingin bercerai,"


"Tidak mau,"


"Tapi dari dulu kamu tidak mempermasalahkan hal itu, Jo. Kenapa sekarang kamu mempermasalahkannya?"


"Karena kita tidak akan hidup seperti ini terus, kita satu rumah, tapi seperti orang asing," ucap Jo, karena memang keduanya satu rumah tapi seperti orang asing, dari keduanya yang jarang bercengkrama dan kedua tidak peduli satu sama lain.


"Ya ampun Jo, hanya karena itu kamu ingin kita bercerai,"


"Banyak hal Mir, apa aku harus mengatakan satu persatu, dari kamu yang tidak bisa memasak, tidak pernah membuatkan aku secangkir kopi, kamu tidak pernah mengurus anak, dan kamu itu hanya fokus pada diri kamu sendiri,"


"Ya ampun, aku istri kamu, bukan pembantu kamu, urusan rumah tangga kan ada Bibi, dan Ara juga ada yang mengurus," sambung Mira. "Jangan-Jangan kamu ingin bercerai karena ada orang ketiga?" tanya Mira penuh selidik.


Dan Jo tidak ingin menjawab pertanyaan dari sang istri, tentu saja membuat Mira curiga.


"Kenapa tidak di jawab?"


"Keputusan aku sudah bulat, aku ingin bercerai, dan mengakhiri rumah tangga yang tidak sehat seperti ini, dan besok aku akan bicara pada papa dan juga mama," ucap Jo, yang langsung meninggalkan kamar yang selama ini ia tempati dengan Mira tanpa ada cinta ataupun yang lainnya.


Setelah kepergian sang suami, Mira langsung menghubungi papa mertuanya, untuk mengatakan apa yang baru saja Jo katakan, karena memang yang menyuruhnya untuk menikah dengan Jo, adalah papa Rudi.


"Apa mungkin tadi Jo curiga pada kita?" tanya Papa Rudi dari balik sambungan ponselnya, setelah Mira mengatakan jika Jo ingin bercerai.


"Sepertinya tidak Pa, terus bagaimana ini Pa?"


"Tenang saja, serahkan urusan ini pada papa," ucap papa Rudi yang tidak ingin sampai Mira bercerai dengan sang putra, karena ia ingin selalu dekat dengan menantunya tersebut dimana pun dan kapan pun.


Bersambung.........