
Ev terus menatap layar ponsel miliknya, dengan perasaan bingung.
Pasalnya chat yang ia kirim beberapa kali pada Jo, hanya di bacanya, tanpa di balas.
Dan ia juga sudah menghubungi Jo, tapi sambungan ponselnya tidak di angkat. Membuat Ev semakin bingung dengan sang kekasih.
Padahal dalam chat yang ia kirim tadi pagi, meminta Jo untuk datang dan makan malam di rumah.
Kembali lagi, Ev menghubungi Jo karena jam dinding di rumahnya sudah menunjukkan pukul delapan malam, dimana opa Santos, oma Camel dan juga papa Zain sedang menunggu kedatangan Jo.
Berbanding terbalik dengan mama Hazel yang memang belum merestui, jika sang putri memiliki hubungan dengan Jo, apa lagi sampai ke jenjang pernikahan, seperti sang suami dan kedua orang tuanya inginkan.
Namun, lagi-lagi Jo tidak mengangkat sambungan ponsel dari Ev.
"Ya ampun, kenapa seharian ini dia susah sekali di hubungi sih, chat pun, tidak ada satu pun yang di balas," ucap Ev sambil menatap layar ponselnya, setelah gagal menghubungi sang kekasih. Padahal biasanya, Jo lah yang selalu mengirim chat dan menghubungi Ev terlebih dahulu.
"Sayang, kekasih kamu mana, kenapa belum juga datang, oma sudah keburu lapar nih," ujar oma Camel ketika sudah mendekati sang cucu di ruang tengah.
Namun, Ev tidak menjawab pertanyaan dari sang oma, yang ada ia menunjukkan wajah murung, membuat oma Camel langsung meraih dagu sang cucu dan mengangkatnya, agar ia bisa melihat lekat wajah sang cucu yang terlihat begitu murung.
"Ada apa sayang?"
"Dari pagi, dia tidak membalas chat aku, Oma,"
"Kenapa?"
Ev langsung menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan dari sang oma.
"Kamu sudah menghubunginya?"
"Sudah Oma, dan tetap saja. Sambungan ponselnya tidak di angkat,"
Jawaban Ev, membuat oma Camel langsung menatap pada Mama Hazel yang sedang duduk di salah satu kursi makan, untuk menyantap makan malam terlebih dahulu.
Dan oma Camel langsung menautkan keningnya, melihat senyuman penuh arti dari bibir mama Hazel, kemudian oma Camel menatap pada sang cucu kembali. "Sayang, kamu terus hubungi dia,"
"Baik Oma,"
"Apa tadi pagi kamu pergi menemui kekasih Ev?" tanya Oma Camel, entah mengapa ia curiga pada sang putri menemui Jo, karena pagi tadi mama Hazel pergi tanpa sepengetahuan orang rumah.
"Tidak, untuk apa,"
"Mami tidak bisa di bohongi Zel, apa yang kamu katakan pada dia hah?!"
"Mi, jangan menuduh aku, aku tidak menemui dia, oke!"
"Zel, apa kamu ingin menghancurkan kebahagiaan putri kamu sendiri, hanya karena masa lalu, hah?! Kekasih Ev tidak terlibat dalam kejadian itu, jangan libatkan dia dalam kesalahan orang lain, paham!" nasihat oma Camel, entah mengapa ia sangat yakin, jika putrinya tersebut, memang menemui kekasih Ev. Dan oma Camel yakin, mama Hazel sudah mengatakan yang tidak-tidak pada kekasih Ev
"Pria itu tidak baik untuk Ev, Mi,"
"Dari mana kamu bilang dia tidak baik hah! Hanya karena dia adik Bara begitu?"
"Bukan hanya itu saja, lihat, dia tidak datang untuk makan malam kan, jika dia serius dengan Ev pasti dia akan datang untuk makan malam," jawab mama Hazel.
"Mami yakin, dia tidak datang itu karena kamu sudah bicara yang tidak-tidak," tebak oma Camel, yang benar adanya
"Jangan menuduh aku, Mi,"
"Mami tahu siapa kamu Zel, si keras kepala, yang tidak peduli dengan kebahagiaan putri kamu sendiri,"
Namun, mama Hazel tidak ingin menanggapi ucapan dari oma Camel lagi.
"Sayang!"
Hingga teriakan sayang dari Ev, membuat mama Hazel langsung menoleh pada sang putri.
Dimana Ev kini berlari menuju pintu rumah, untuk menyambut kedatangan Jo, yang baru masuk ke dalam rumah.
Tentu saja hal itu membuat mama Hazel tidak habis pikir, padahal ia sudah melarang Jo untuk tidak dekat dengan sang putri, dan juga menjauhinya.
Bersambung......................