
Akhirnya Jo dan juga Mira makan malam di rumah mama Lala dan juga papa Rudi, dan seperti biasa, setelah makan malam selesai semua anggota keluarga saling berbicang di ruang tengah, tapi tidak dengan Bara yang memilih masuk ke dalam kamar, enggan untuk bersama sang adik yang kemarin malam sudah menggagalkan rencananya yang hampir berhasil meniduri Ev.
Fokus mama Lala kini tertuju pada Mira sang menantu, dimana tujuannya mengundang makan malam keluarga sang putra yaitu, karena ia masih penasaran dengan pergosipan para asisten rumah tangganya, yang kini berselimut di benaknya.
Hingga sesuatu yang harusnya tidak ia kulik, akhirnya harus ia kulik, dimana ia jarang sekali di sentuh oleh sang suami, untuk meminta haknya di atas ranjang.
Awalnya mama Lala mengira jika sang suami tidak pernah menyentuhnya lagi, karena faktor usia, tapi setelah mendengar pergosipan kemarin, mama Lala berpikir negatif, jika apa yang para asisten rumah tangganya benar adanya, dimana mama Lala sedikit demi sedikit mengendus sesuatu yang tidak beres, apa lagi sebelum pulang dari Villa, ia yang sedang berdiri tidak jauh dari sang suami, melihat notifikasi masuk di ponsel papa Rudi, dimana notifikasi tersebut transaksi transfer uang, meskipun jumlahnya mama Lala tidak tahu persis, dan saat ia mengecek ponsel sang suami, ia tidak menemukan apa yang tadi sempat ia lihat.
"Mir," panggil mama Lala.
Membuat Mira yang sedang duduk di samping Jo, dimana sang suami sedang berbicang dengan papa Rudi, kini ia menoleh pada mama Lala.
"Iya Ma,"
"Minggu depan kamu bisa menemani mama tidak ke luar kota, mama ingin menghadiri acara pembukaan butik teman mama,"
"Minggu depan Ma?"
"Iya,"
"Sepertinya tidak bisa, Ma,"
"Kenapa?"
"Aku harus ke luar negeri, untuk menghadiri acara ulang tahun sahabat aku yang akan di rayakan di sana,"
Deg! Entah mengapa mendengar jawaban dari sang menantu membuat mama Lala semakin berpikir negatif, dan ia langsung mengambil kesimpulan, jika sang menantu dan juga suaminya akan pergi bersama ke luar negeri, dan itu artinya pergosipan asisten rumah tangganya, yang juga sedang memenuhi otaknya, bisa jadi ia.
"Ke luar negeri? Tepatnya dimana?" tanya mama Lala penasaran.
"Oh," hanya itu tanggapan mama Lala, meskipun tujuan sang suami keluar negeri tidak sama dengan Mira, tapi ia masih curiga, apa lagi barusan, sebelum Mira menjawab, ia terlebih dahulu menoleh ke arah papa Rudi.
"Maaf ya, Ma. Karena tidak bisa menemani Mama,"
"Tidak masalah Mir," ujar mama Lala yang kini beranjak dari duduknya. "Mama ambil cemilan dulu ke dapur,"
Sementara itu tukang gosip, Siti dan juga Surti, tanpa ada Neneng yang sedang sibuk pacaran dengan pak sopir, kembali lagi bergosip mengenai papa Rudi dan juga Mira.
"Kalau itu aku liat Ti, kan siang tadi aku ada di samping Villa, jadi bisa terlihat jelas dari sana,"
"Tidak wajar kan, kalau di pikir-pikir, mana ada mertua begitu sama menantunya, masa menabok bokoongnya, sudah gitu di remas. Dan fik, aku yakin, Tuan ada apa-apa dengan Nona Mira," ucap Siti yang melihat dengan mata sendiri, jika tadi siang, papa Rudi menghampiri Mira yang ingin pulang terlebih dahulu dari Villa, dan dengan jelas ia melihat papa Rudi menabok sebelah bookong Mira, dan di akhiri dengan meremasnya, bukannya marah, yang ada Siti melihat Mira tersenyum senang.
"Iya aku pikir juga begitu, ini sudah jelas sih, kamu lihat tidak tadi, sebelum nona Ara dan juga pengasuhnya datang ke mobil, aku melihat Tuan mencium Nona Mira," sambung Surti.
"Masa sih?"
"Benar, ngapain aku bohong, sudah begitu mencium bibir lagi,"
"Gila, ini sih sudah jelas,"
"Ehem," suara deheman dari mama Lala membuat pergosipan kedua asisten rumah tangga tersebut langsung berhenti, dan keduanya yang sedang duduk di belakang dapur langsung beranjak dari duduknya.
"Nyo... Nyonya, a... ada yang bisa kami bantu?" tanya Siti gugup, takut majikannya tersebut mendengar apa yang baru saja keduanya gosipkan.
"Kalian berdua ikut aku, sekarang!"
Bersambung.....................