
"Eh aku ti... tidak melakukan apa pun, Nona," jawab Siti gugup, dan ingin meninggalkan tempatnya, tapi satu kakinya di tahan menggunakan kaki Mira, membuatnya akhirnya jatuh tersungkur ke atas lantai.
Membuat Mira dengan gampangnya mengambil ponsel yang berada di salah satu tangan Siti.
"Nona, jangan. Itu ponsel aku,
Tentu saja tidak di hiraukan oleh Mira yang langsung membuka ponsel tersebut, dimana tidak memiliki sandi, dan bisa di buka hanya dengan mengusap layar ponselnya.
Dan tujuan Mira membuka ponsel Siti adalah galeri ponselnya, takut jika asisten rumah tangga tersebut, mengambil foto dan juga Vidio dirinya dan juga papa Rudi yang tadi ingin bercumbu.
Tapi untungnya Mira tidak mendapati vidio atau pun foto dirinya di ponsel kentang Siti.
Namun, ia tidak boleh senang dulu, karena Mira kini membuka chat di posel Siti takut menemukan hal yang mencurigakan, dimana bisa membongkar hubungan gelapnya selama ini dengan papa Rudi.
Akhirnya Mira bisa bernafas lega, karena ia tidak menemukan apa pun di ponsel Siti, dan ia memberikan ponsel yang ada di tangannya ke pemilik ponsel, dimana Siti sudah beranjak dari tempatnya.
"Apa yang sedang kamu lalukan hah?!" tanya Mira pada Siti.
"Tadi aku sedang vidio call dengan pacaran aku, Non. Eh di belakang sinyal wifi tidak nyambung, yang sudah aku lari kesini, kan aku sudah kangen sama dia, masa aku harus mengakhiri vidio callnya, kan tidak enak," jelas Siti sambil memegang erat ponselnya.
"Modal dong beli kuota, jangan main mode gratisan!" ucap Mira yang kini kembali menuju dimana papa Rudi masih berada, dan Siti pun kembali ke belakang, dimana markasnya berada.
"Baby, ada apa?" tanya papa Rudi ketika Mira sudah kembali duduk di sampingnya.
"Tidak apa-apa Pa, tapi kita harus waspada saja, takut para asisten rumah tangga Papa melihat apa yang sedang kita lalukan, dan mengadukannya pada Mama,"
"Kalau nenek peot tahu juga tidak masalah, kalau dia marah, tinggal papa tendang langsung dari rumah,"
"Iya, tapi kalau Jo dan juga Bara tahu bagaimana?"
"Oh iya juga ya. Terus malam ini kita tidak melakukan apa pun?"
"Sepertinya jangan dulu Pa, kita puas puasin nanti saja di luar negeri, oke,"
"Oke Baby. Tapi cium ini,"
Mira pun mengikuti perintah papa Rudi yang menunjuk pipinya, mengisyaratkan untuk menciumnya.
"Bagaimana Ti? Apa ada yang mencurigakan?" tanya Surti, karena tadi Siti ingin memata matai papa Rudi dan juga Mira yang ditinggal oleh mama Lala.
"Banget mencurigakan, fix ini mah, dua manusia itu memang memiliki hubungan, dasar manusia biadab!"
"Ceritakan padaku apa yang kamu lihat. Ti,"
Siti pun langsung menceritakan apa yang tadi dilihatnya, dari awal hingga ia ketahaun oleh Mira.
"Terus gimana? Kan kamu ketahuan sama Nona Mira? Jadi tidak sempat merekam?"
"Tentu saja sudah, dan aku langsung mengirim pada nyonya, setelahnya aku hapus sebelum ponsel aku di ambil tuh sama manantu iblis,"
"Bagus,"
*
*
*
Sementara itu, mama Lala yang masih berada di dalam mobil, karena belum tiba di tujuannya.
Hanya bisa tersenyum getir melihat vidio yang baru saja di kirim oleh Siti asisten rumah tangannya.
Meskipun tidak ada hal intim yang ia lihat, karena Mira tidak jadi mencium bibir sang suami, tapi dari vidio tersebut sudah menjelaskan jika memang papa Rudi dan juga Mira sang menantu memiliki hubungan spesial.
"Tega sekali kau Pa, sejak kapan kalian seperti ini," ucap mama Lala dan tak terasa air mata meluncur bebas dari kedua pelupuk matanya.
Namun, setelahnya ia menghapus air mata tersebut, karena bukan hanya ia yang tersakiti tapi juga Jo sang putra.
"Aku harus mencari bukti yang kuat untuk menunjukan pada Jo, tentang semua ini,"
Bersambung.....................