
Ternyata Jo tidak hanya datang sendiri ke rumah Ev, melainkan dengan mama Lala.
Dan kedatangan keduanya ingin membicarakan rencana ke depan hubungannya dengan Ev.
Tanpa peduli pada perintah mama Hazel tadi pagi ketika mendatangi Jo ke sekolah, yang memintanya untuk pergi dan menjauh dari sang putri.
Tentu saja Jo tidak akan mengikuti perintah dari mama Hazel, karena cintanya yang teramat besar pada Ev sang kekasih.
Dan kedatangan keduanya di sambut hangat oleh semua orang, tapi tidak dengan mama Hazel, yang menatap tidak suka pada Jo, dimana ia sedang berbicang dengan sang suami dan opa Santos.
Oma Camel kini menahan tangan sang putri, ketika mama Hazel ingin pergi dari ruang makan. "Tetap disini, Zel!" perintah oma Camel, sangat tahu jika sang putri akan pergi. "Janganlah kamu mengulang kesalahan yang sama, dengan menghancurkan kebahagiaan seseorang, apa lagi kebahagiaan putri kamu sendiri, cukup kamu dulu pernah ingin merusak kebahagiaan mami," kata oma Camel, untuk mengingatkan sang putri, jika dulu mama Hazel ingin menghancurkan kebahagiaannya dengan opa Santos, karena opa Santos adalah pria yang pernah mama Hazel sukai.
"Jangan ingatkan hal itu, Mi. Itu masa lalu, dan jangan di bahas lagi,"
"Kalau kamu tidak di ingatkan, kamu akan melakukan hal yang sama, dan itu pada putri kamu sendiri, dengan kamu menghancurkan kebahagiaan Ev, paham! Mami mohon padamu, Zel. Biarkan Ev dengan pilihannya, tugas kamu sebagai orang tua, cukup memberi dukungan padanya, mengerti!"
"Tapi Mi, Ev masih sangat muda jika harus menikah sekarang,"
Oma Camel menatap pada putrinya tersebut, tak lupa memicingkan matanya untuk menatap lekat wajah mama Hazel.
"Apa kamu tidak punya cermin, hah?!" tanya oma Camel. "Usia kamu lebih muda dari Ev, saat kamu menikah dulu, apa kamu masih ingat itu?" tanya oma Camel mengingatkan sang putri, yang menikah muda.
"Tapi..."
Sementara itu di sisi lain, mama Lala yang sedang duduk bersebelahan dengan Ev, terus menggenggam tangannya, dan ia baru mengetahui, jika Ev itu adalah putri dari dokter Jimi, pria yang sudah di tembak oleh Bara sang putra hingga meninggal.
Membuat mama Lala yang tadi begitu bingung karena Jo sang putra mengajaknya untuk menemaninya melamar seseorang, karena surat perceraian antara Jo dan Mira belum resmi di terbitkan, dan juga coba untuk menunda keinginannya tersebut.
Kini ingin segera meminang Ev untuk menjadi menantunya, karena ia tahu, Jo sang putra sangat mencintainya, dan ia juga ingin membahagiakan Ev, karena rasa bersalahnya, mengingat lagi apa yang sudah Bara sang putra lalukan pada keluarga Ev.
"Selamat malam calon besan," sapa oma Camel ketika sudah mendekati dimana mama Lala dan juga Ev berada.
"Malam," sapa balik mama Lala yang kini beranjak dari duduknya, lalu mengulurkan satu tangannya, untuk menjabat tangan oma Camel, dan setelah berbicang sebentar dengan Oma Camel, mama Lala kini menoleh pada mama Hazel sambil tersenyum lalu berjalan mendekat, dan mengulurkan tangannya.
Namun, tangannya langsung ditampik olah mama Hazel.
"Hazel!" teriak oma Camel pada sang putri.
Bersambung............
Oh ya, ada yang tanya kisah oma Camel dan juga opa Santos.
Kalian bisa baca di novel aku yang berjudul ( My Wife SUGAR MOMMY) tinggal klik profil aku nanti ketemu.
Ceritanya tidak kalah seru dari kisah anak dan juga cucunya, selamat membaca.