AFFAIR With Mr. JO

AFFAIR With Mr. JO
Kamu Tidak Keberatan?



"Uang," ucap Mira pada wanita yang baru menghampirinya, di sebuah markas.


"Uang matamu!" seru wanita tersebut, tak lupa menampik salah satu tangan Mira, yang dia ulurkan untuk meminta uang padanya.


"Heh, aku sudah memberikan ladang uang padamu, cepat mana uang untukku," kata Mira pada wanita pemimpin para pengemis di wilayah tersebut, setelah ia dengan tega menyerahkan Ara sang putri padanya, hanya demi uang.


"Belum juga bekerja, anak itu sudah di bawa orang,"


"Heh, mana bisa begitu, aku sudah menyerahkan bocil itu padamu, bodoh!"


"Kamu yang bodoh!" sahut wanita tersebut. "Gara-gara kamu, hampir saja profesiku terancam, untung mereka langsung membawa anak itu pergi," jelas wanita tersebut, sambil menyingkirkan tubuh Mira yang berdiri di hadapannya .


"Apa maksud kamu?"


"Tadi aku dengar anak itu, memanggil papa, pada pria yang menghampirinya,"


"Maksud kamu apa?" tanya Mira, yang langsung di beri tahu oleh wanita tersebut, kejadian yang baru ia alami.


Membuat Mira langsung diam tanpa mengatakan apa pun lagi, dan ia yakin pria yang baru saja di ceritakan oleh wanita tersebut adalah Jo, dan sekarang Mira menatap wanita yang ada di hadapannya.


"Apa mereka masih berada di sekitar sini?"


"Mana aku tahu, bodoh! Lebih baik kamu pergi dari sini, sebelum mengancam profesiku ini!" usir wanita tersebut.


Membuat Mira dengan segera meninggalkan tempat tersebut dengan terburu-buru, tidak ingin Jo tahu, dirinya masih berada di tempat yang tidak jauh, dari tempat dimana tadi Ara berada.


"Sial! Kenapa jadi seperti ini sih, bagaimana caranya aku mendapatkan uang," ucap Mira, yang tidak lagi memiliki uang sepeser pun, setelah unit apartemen sederhana miliknya tiba-tiba di sita oleh pihak bank.


Dan satu satunya harapan untuk ia mendapat uang tanpa harus bekerja, yaitu Ara sang putri, sekarang sudah bersama dengan Jo.


"Apa aku harus menjual diri," ucap Mira, yang terus melangkahkan kakinya, tanpa menoleh ke kanan dan ke kiri.


Hingga suara klakson panjang dari sebuah truk, membuat Mira menghentikan langkahnya, lalu berteriak.


"Tidak!!!!"


"Brak!"


Dan truk besar tersebut menabrak tubuh Mira hingga terpental jauh.


Sementara itu, Jo dan juga mama Lala, bergantian menyuapi Ara yang sangat kelaparan.


Berbeda dengan Ev, yang juga masih berada di dalam mobil, karena sekarang tatapannya tertuju pada sebuah kecelakaan, yang tidak terlalu jauh dari mobil milik Jo berada.


"Sepertinya ada kecelakaan," ucapnya.


Membuat mama Lala kini juga menoleh pada objek yang terus Ev tatap, lalu menoleh pada sang putra.


"Jo,"


"Iya Ma,"


"Lebih baik kita teruskan perjalanan, dan bawa Ara ke restoran cepat saji terdekat,"


*


*


*


Dan benar saja Jo akhirnya membawa Ara ke restoran cepat saji yang ia lewati.


Dan membiarkan sang mama menyuapi Ara ayam goreng tepung kesukaannya.


"Mira benar-benar gila ya, sayang," ucap Ev yang duduk tepat di samping Jo, tidak jauh dari mama Lala dan juga Ara berada.


"Dan bodohnya aku tidak mengetahui siapa dia sebenarnya dari dulu," sambung Jo.


"Sayang, lebih baik Ara tetap tinggal bersama dengan kamu, dia kan tidak tahu apa-apa,"


Ucapan Ev, membuat Jo kini menoleh pada sang kekasih. "Kamu tidak keberatan?"


"Kenapa kamu bertanya seperti itu padaku?"


"Karena sebentar lagi kita menikah, dan otomatis kita akan tinggal serumah sayang, apa kamu tidak keberatan Ara tinggal bersama kita?"


"Tidak," jawab Ev, yang memang sangat menyukai anak-anak.


"Terima kasih sayang," ucap Jo yang langsung mendaratkan ciuman di kening Ev.


"Ish, malu,"


"Anggap saja disini hanya ada kamu dan juga aku, sayang,"


"Dasar gendeng!"


"Tapi kamu suka kan?"


"Banget,"


"Peluk," Jo pun langsung membawa Ev ke dalam pelukannya, lalu melepas pelukannya ketika, ponselnya berdering.


"Siapa, sayang?"


"Entahlah, aku angkat dulu," jawab Jo yang langsung mengangkat sambungan ponselnya, dan yang menghubunginya adalah pihak rumah sakit, yang memberi tahu, jika Mira mengalami kecelakaan.


"Sayang, dari siapa?" tanya Ev, setelah Jo menutup sambungan ponselnya.


"Mira kecelakaan,"


"Terima kasih ya Tuhan,"


Bersambung................