AFFAIR With Mr. JO

AFFAIR With Mr. JO
Kacamata



Mama Lala memutuskan untuk pulang ke rumah setelah menemui dokter Putri di rumah sakit.


Dan ia harus bersabar untuk menunggu tes DNA selesai yang memakan waktu lumayan lama bagi mama Lala.


Mama Lala pun langsung masuk ke dalam kamar, setelah tibanya di rumah, tapi ia tidak mendapati sang suami, di kamar tersebut, padahal jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam, membuatnya langsung menghubungi Siti asisten rumah tangganya untuk segera ke kamar.


"Iya Nya, ada yang bisa aku bantu?" tanya Siti yang baru masuk ke dalam kamar dimana mama Lala berada.


"Apa kamu tahu Tuan kalian ke mana?"


"Tadi sebelum keluar, Tuan mengatakan, jika ada acara dengan teman temannya, Nya,"


"Oh baiklah, bagaimana perkembangannya?"


"Aman sih, Nya. Tapi kami akan mengawasi jika Nona Mira datang ke sini," jawab Siti tahu apa yang majikannya tanyakan.


"Bagus, bagaimana koper sudah siap?" tanya mama Lala lagi yang menyuruh Siti untuk mengemasi beberapa pakaian, karena ia ingin membuntuti sang suami ke luar negeri.


"Sudah aman Nya, dan kopernya ada di kamar aku,"


"Oke, sekarang kembali ke kamar kamu dan istirahatlah,"


"Baik Nya," ucap Siti yang langsung mengikuti perintah dari majikannya tersebut.


*


*


*


Sedangkan itu papa Rudi sedang bercumbu dengan Mira di rumah sang putra, setelah tadi keduanya makan malam di luar.


Tentu saja keduanya berani melakukan hal tersebut, karena Jo tadi menghubungi Mira. Jika malam ini tidak akan pulang dan menginap di kafe miliknya.


"Dasar tua-tua keladi kau Pa, sudah aku bilang tahan, eh malam minta jatah," ucap Mira setelah keduanya baru saja menikmati aktifitas panas di atas ranjang.


"Papa tidak tahan, Baby. Kamu juga menikmatinya kan?"


"Tentu, karena Papa luar biasa,"


"Mau lagi?"


"Pa, jangan. Mama pasti sedang menunggu papa di rumah, penuh dengan kecemasan,"


"Kenapa kamu mengingatkan papa pada nenek peot itu, baby,"


"Nenek peot juga istri Papa," sambung Mira, yang kini membantu mengancing kemeja papa Rudi, tapi sekarang tangannya langsung di cekal.


"Ish, Papa. Apa tidak capek?"


"Tentu saja tidak," jawab papa Rudi yang kini mendorong tubuh Mira hingga terlentang di atas kasur.


"Pa, tunggu," pinta Mira ketika papa Rudi ingin naik keatas tubuhnya.


"Ada apa Baby?"


"Sepertinya aku mendengar ada suara mobil masuk," jawab Mira yang kini beranjak dari tempatnya, lalu menuju jendela untuk mengintip mobil siapa yang baru masuk ke halaman rumahnya. "Pa, gawat," ucap Mira panik, dan kini mendekati papa Rudi.


"Ada apa Baby?"


"Jo pulang,"


"Kamu bilang, Jo tidak akan pulang,"


"Iya Pa, tadi dia bilang begitu, lebih baik papa kenakan pakaian Papa dan kita segera keluar," pinta Mira, yang juga langsung mengenakan pakaiannya.


Jo pulang ke rumah dengan perasaan bahagia, bagaimana ia tidak bahagia setelah mengantar Ev bukan ke rumahnya, melainkan ke unit apartemennya, ia tidak mendapat penolakan ketika memeluk Ev.


Bukan hanya memeluknya, tapi Ev mengiyakan permohonan Jo untuk menjalani hubungan dengannya kembali.


Jo terus tersenyum mendapati cintanya kembali, tapi senyum itu hilang, ketika ia baru masuk ke dalam rumah, melihat sang papa dan juga sang istri keluar dari dalam kamar bersama


Membuatnya kini langsung mendekati keduanya. "Pa, kenapa Papa ada disini?" tanya Jo penasaran.


"Tadi papa ingin makan malam dengan Ara, sayang," Mira yang menjawab pertanyaan sang suami, yang di tujukan untuk papa Rudi. "Dan Ya, tadi papa ketiduran di dalam kamar kita, setelah tadi aku memijat papa,"


"Iya Jo, kamu tahu sendiri papa sudah tua, sering pegal-pegal, untung ada istri kamu yang pandai memijat," sambung Papa Rudi membenarkan ucapan dari Mira.


Dan seperti biasa Jo selalu percaya pada ucapan sang istri dan juga papa Rudi.


"Oh ya Jo, papa pulang dulu,"


"Mau aku antar Pa?"


"Tidak, papa sudah lebih baik, dan papa bisa bawa mobil sendiri," tolak papa Rudi yang langsung keluar dari rumah sang putra.


"Mir, aku ingin bicara dengan kamu," ucap Jo selepas kepergian sang papa, dan ia pun langsung menuju kamar di ikuti oleh Mira.


Baru saja masuk ke dalam kamar Jo di kejutkan, dengan kacamata pembungkus gunung kembar sang istri yang tergeletak di atas lantai.


"Mati aku, kenapa aku lupa memakai kaca mata itu," batin Mira ketika melihat tatapan mata sang suami tertuju ke mana.


Bersambung............