AFFAIR With Mr. JO

AFFAIR With Mr. JO
Kembali



Setelah kepergian Jo dari unit apartemennya, Ev langsung memarahi Jessi sang sahabat, yang baru saja mengatakan jika dia lah yang sudah memberi tahu Jo, tentang rencana balas dendamnya.


"Ev, jangan marah padaku, ini semua demi kebaikan kamu,"


"Kebaikan dari mana yang kamu maksud hah!" seru Ev yang masih bertolak pinggang sambil menatap pada Jessi yang sedang duduk di salah satu kursi meja makan.


"Kebaikan jika Bara tidak berhasil meniduri kamu, dan kamu harus berterima kasih pada Jo yang telah menyelamatkan kamu," sambung Jessi yang baru saja memberi tahu sahabatnya tersebut, jika Bara hampir saja meniduri Ev. Dan Jessi tahu dari Jo, yang sudah menceritakan kenapa dengan Ev semalam.


Dan kini Ev tidak ingin menanggapi ucapan dari sahabatnya tersebut, entah apa yang akan ia lakukan jika sampai Bara menidurinya, dan ia bersyukur bisa terlepas dari Bara karena Jo sudah menyelamatkannya.


"Ev, mau ke mana?" tanya Jessi ketika Ev meraih kunci mobilnya.


Tentu saja Ev tidak ingin menjawab pertanyaan dari Jessi, dan langsung keluar dari unit apartemennya.


*


*


*


Tidak ada rumah terbaik, kecuali rumah dimana seseorang di besarkan dari kecil, begitu pun dengan Ev yang hari ini memutuskan untuk pulang ke rumah dimana ia di besarkan.


Setelah masuk ke dalam rumah, ia langsung menghampiri kedua adik laki-laki nya, yang akan menginjak usia enam tahun, dimana keduanya sedang berada di ruang bermain bersama dengan kedua pengasuhnya, setelah beberapa saat ia bermain dengan kedua adik laki-laki nya.


Ev kini menuju kamar di mana sang mama pasti berada.


Setelah mengutuk pintu kamar sang mama, dan di persilakan masuk, akhirnya Ev masuk ke dalam kamar tersebut, dimana sang mama sedang duduk di atas kasur sambil menonton sebuah drama.


"Ev, kau kah itu?" tanya mama Hazel yang kini turun dari atas tempat tidur, ketika melihat sang putri masuk ke dalam kamarnya.


Namun, Ev tidak menanggapi ucapan dari sang mama, yang ada ia langsung memeluk tubuhnya, ketika sudah mendekatinya.


"Ma, maafkan aku," ucap Ev di dalam pelukannya.


Tentu saja hal itu membuat mama Hazel bingung dengan ucapan sang putri, dan sekarang ia melepas pelukannya, lalu memegang ke dia bahunya, agar ia bisa melihat wajah sang putri, yang terlihat tidak semangat, tidak seperti biasanya, jika pulang pasti akan menunjukkan wajah cerianya.


"Iya Ma, aku baik-baik saja,"


"Tapi, kenapa kamu murung seperti ini, dan seperti tidak semangat? Kamu sakit?"


"Hanya sedikit pusing," jawab Ev bohong, tidak mungkin ia akan mengatakan sejujurnya, bagaimana hidupnya setelah memutuskan untuk tinggal di apartemen.


"Ya Tuhan, kamu harus beristirahat," mama Hazel menuntun sang putri untuk naik ke atas tempat tidur.


"Apa papa tidak ada, Ma?"


"Papa kamu sedang syuting, mungkin sore baru pulang, kamu istirahat di kamar mama saja ya, sambil menceritakan keseharian kamu, di luar," pinta mama Hazel, karena Ev selalu menceritakan kegiatannya ketika pulang ke rumah.


"Aku sedang tidak ingin menceritakan apa pun Ma, tapi aku akan mengatakan hal penting pada mama,"


"Penting? Apa kamu sudah memiliki kekasih? Siapa dia yang bisa membuat anak mama yang keras kepala jatuh cinta?" tanya mama Hazel penuh antusias.


"Bukan itu Ma,"


"Terus?"


"Setelah pendidikan aku di kampus beberapa bulan selesai, aku ingin meneruskan pendidikan aku di luar negeri Ma,"


"Kamu yakin? Bukannya kamu sendiri yang enggan untuk belajar di luar negeri?"


"Aku ingin mengubah keputusan aku, Ma. Dan Ya, aku akan kembali tinggal di rumah,"


"Benarkah?"


"Benar Ma,"


Mama Hazel pun langsung memeluk sang putri setelah mendengar jawabannya. "Terima kasih Ev, sebenarnya mama sangat keberatan kamu tinggal di apartemen, tapi sekarang kamu memutuskan untuk kembali, mama sangat senang Ev,"


Bersambung.................