AFFAIR With Mr. JO

AFFAIR With Mr. JO
Tidak Bisa



Setelah menikmati makan malam untuk pertama kalinya di rumah Ev sang kekasih, sekaligus melamarnya.


Jo kini berbincang dengan Ev di ruang tengah, sedangkan yang lainnya berbincang di ruang tamu untuk membahas rencana pernikahan, karena oma dan juga opa Ev ingin segera melihat sang cucu menikah dengan Jo sang kekasih.


Meskipun mama Hazel tidak setuju dengan keputusan kedua orang tuanya, tapi ia tidak bisa bicara apa pun, dan hanya diam mendengar pembahasan tersebut.


"Senyum, muka seperti sayur asem saja, ingat! Dahulukan kebahagiaan anak kamu, jangan keras kepala," bisik oma Camel tepat di telinga mama Hazel, karena keduanya duduk bersebelahan. "Senyum, dan mengangguk, mami bilang!" bisiknya lagi, menyuruh sang putri untuk mengiyakan apa yang sedang mama Lala katakan mengenai acara pernikahan Ev dan juga Jo. "Zel! Kalau kamu tidak mau nurut sama mami, mami akan menyuruh Zain cari istri lagi, paham!"


Mendengar apa yang sang mami katakan, sekarang mama Hazel langsung menoleh pada oma Camel sambil memicingkan matanya.


"Kenapa menatap mami seperti itu, hah?!"


Namun, pertanyaan oma Camel tidak di jawab oleh mama Hazel yang kini menoleh pada mama Lala sambil tersenyum dan menganggukkan kepalanya seperti apa yang oma Camel perintahkan padanya.


"Bagus," ucap oma Camel pada mama Hazel, tak lupa mengelus punggungnya.


Sementara itu di sisi lain, Jo dan juga Ev kini menghentikan pembicaraan, dan saling pandang sambil mengukir senyum.


"Sayang, kenapa kamu semakin cantik ya," rayu Jo, dengan satu tangannya membelai sebelah pipinya Ev.


"Ish, tangan singkirkan, banyak orang,"


"Ya maaf, sayang,"


"Maaf, maaf. Oh ya, memang sebelumnya aku tidak cantik gitu, pakai bilang semakin cantik,"


"Tentu saja cantik, tapi ke kecantikan kamu kali ini bertambah berkali-kali lipat,"


"Pret!"


"Iya sayang,"


"Lupakan gombalan kamu yang garing seperti kerupuk itu, aku ingin bertanya padamu,"


"Bertanya apa sayang? Apa kamu ingin bertanya seberapa siap aku menikahi kamu? Tentu saja jawabannya siap, dan itu seribu persen, siapa yang tidak mau menikah dengan kamu yang cantik bagaikan bidadari,"


"Aku tidak mau menanyakan hal itu,"


"Terus?"


"Kenapa kamu tidak membalas chat dan juga mengangkat telpon dari aku seharian ini, hah?"


"Oh itu, aku sengaja biar terlihat dramatis begitu," sambung Jo sambil mengukir senyum.


"Uh dasar menyebalkan!"


"Maaf sayang," sambung Jo, dan ingin memeluk pinggang Ev .


Tapi dengan segera Ev menyingkirkan tangannya. "Jangan macam-macam!"


"Oh iya, maaf,"


"Sayang," panggil Ev.


"Iya,"


"Bagaimana dengan Bara, apa dia tahu kita akan segera menikah?"


"Oh begitu,"


Dan Jo tidak meneruskan ucapannya lagi karena ponselnya berdering.


"Sayang, siapa?" tanya Ev.


"Kurang tahu, sebentar aku angkat teleponnya dulu," jawab Jo yang langsung mengangkat sambungan ponselnya.


Jo langsung menautkan keningnya setelah mengangkat sambungan ponsel tersebut. "Baik, kami akan segera datang," ucapan yang Jo katakan sebelum menutup sambungan ponselnya.


"Sayang, dari siapa?"


"Rumah sakit,"


"Siapa yang berada di rumah sakit?"


"Papa,"


"Kenapa dia?"


"Dokter bilang pendarahan otak, karena jatuh, dan aku akan segera ke rumah sakit.


*


*


*


Mendengar papa Rudi mengalami pendarahan otak dan dirawat di rumah sakit, membuat mama Lala ikut dengan Jo sang putra ke rumah sakit dimana papa Rudi berada.


Yang ternyata di rumah sakit tidak jauh dari ruangan di mana papa Rudi di rawat, sudah ada Bara, yang kini menatap pada Jo dan sang mama, bukan hanya keduanya saja tapi pada Ev yang memutuskan untuk ikut ke rumah sakit.


"Kak, bagaimana keadaan papa?" tanya Jo ketika sudah mendekati Bara.


Namun, tidak di jawab oleh Bara yang terus menatap pada Ev. "Kenapa Ev ada di sini?"


"Karena sebentar lagi, Ev akan menjadi adik ipar kamu," jawab mama Lala, membuat Bara langsung menoleh padanya.


"Maksud mama?"


"Jo dan Ev, akan segera menikah,"


"Tidak bisa!"


Bersambung...................


Hay semua, kangen ya mereka tidak up, atau kangen pada diriku? Wkwkwkwk


Maaf, aku sedang sakit, jadi maklumi saja ya bila mereka tidak up date.


Sebenarnya, nulis bab ini juga aku masih belum sembuh, doakan saja biar aku cepat sembuh ya guys.


Dan untuk kalian semua dimana pun berada, selalu jaga kesehatan ya!