
Setelah kepulangannya dari sekolah, Jo tidak langsung pulang ke rumah, melainkan pergi ke unit apartemen Ev, untuk menemuinya, pasalnya dari pagi, pesan yang ia kirim belum juga di balas, dan beberapa kali menghubunginya, tapi panggilannya di tolak.
Tentu saja hal itu membuat Jo kuatir, karena baru kali ini, Ev seperti itu padanya.
Seperti biasa, ia yang memiliki akses masuk ke dalam unit apartemen Ev, segera masuk ke dalam, dan mencari keberadaannya, tapi rupanya Ev belum pulang dari kampus.
"Tumben Ev belum pulang," ujar Jo, padahal biasanya Ev sudah pulang dari kampus. Dan ia pun langsung masuk ke dalam kamar dimana ia selalu berbagi kenikmatan diatas ranjang bersama dengan Ev, gadis yang ia cintai meskipun cintanya salah.
Kemudian Jo merebahkan tubuhnya di atas ranjang, dan saat ia ingin memejamkan matanya, ia mendengar seorang pria sedang berbincang dengan Ev, karena pintu kamarnya tidak tertutup rapat, tentu saja ia yang penasaran dengan siapa sosok pria yang bersama dengan kekasih gelapnya tersebut, segera beranjak dari tidurnya.
Dan alangkah terkejutnya Jo, ketika melihat dari balik pintu kamar yang tidak tertutup rapat, ia Albert mantan anak didiknya dululah yang baru masuk ke dalam unit apartemen Ev.
Tentu saja Jo tidak ingin keluar dari dalam kamar, tidak mungkin ia menampakan diri, dan tetap menguping pembicaraan Ev dan juga Albert dari balik pintu kamar.
"Jadi kamu tinggal disini Ev?" tanya Albert yang baru masuk ke dalam unit apartemen Ev, dan duduk di salah satu sofa ruang tengah, tidak jauh dari kamar Ev.
"Iya, oh ya kamu mau minum apa Al?"
"Tidak usah Ev,"
"Benar?
"Tentu," jawab Albert sambil mengukir senyum. "Oh ya Ev, kamu tinggal disini dengan siapa?"
"Sendiri,"
"Oh ya?"
"Kenapa memangnya?"
"Tidak, heran saja. Bagaimana bisa mama dan juga papa kamu mengijinkan kamu tinggal seorang diri,"
"Oh begitu," hanya itu tanggapan dari Albert. "Kebetulan aku juga tinggal di apartemen sebelah Ev, tidak masalah kan, jika beberapa kali aku main ke sini?"
Ev hanya tersenyum mendengar apa yang Albert katakan. "Oh ya Al, aku tinggal ke kamar, mau ganti pakaian dulu,"
"Iya Ev, silakan. Aku akan menunggu kamu," ujar Albert karena hari ini keduanya memutuskan untuk makan malam di luar.
Ev yang baru masuk ke dalam kamar begitu terkejut, mengetahui jika Jo sudah berada di dalam kamarnya.
Tentu saja ia langsung menutup pintu kamarnya, lalu menuju ruang ganti, tanpa peduli pada Jo.
Tentu saja melihat Ev dingin padanya, membuat Jo langsung mengikuti langkah kekasihnya tersebut.
"Sayang, kenapa kamu tidak membalas pesan aku dan juga tidak mengangkat telepon dariku?"
Namun, Ev tidak menjawab pertanyaan dari Jo, dan terus cuek padanya.
"Sayang, ada apa denganmu, kamu sedang sakit?" tanya Jo.
Dan lagi, Ev tidak menjawab pertanyaan darinya, hal itu membuat Jo bingung dengan sikap kekasihnya tersebut. Kemudian ia memeluk Ev dari belakang.
"Sayang, ada apa denganmu?"
"Lepaskan aku!" seru Ev dan segera melepas pelukan Jo, kemudian mendorong tubuhnya untuk menjauh.
Jo pun tidak mengerti dengan sikap Ev padanya hari ini. "Apa perlakuan kamu seperti ini padaku, karena cowok yang kamu bawa?" tanya Jo penuh selidik, tentu saja ia cemburu, karena selama ini Ev tidak pernah membawa masuk pria ke dalam unit apartemennya, tapi hari ini ia membawa Albert, masuk ke dalam unit apartemennya. "Apa kamu lupa siapa cowok yang kamu bawa, dia cowok yang tidak baik, sayang," Jo mengingatkan lagi siapa Albert dulu.
"Jika Al tidak baik, terus kamu apa?"
Bersambung................