
Ev membuka kedua bola matanya ketika jam dinding di kamar miliknya menunjukkan pukul tujuh pagi, kemudian ia menoleh ke sisi tempat tidur, dimana Jo semalam tidur sambil memeluknya, tentu tanpa melakukan apa pun.
Sesuai janjinya yang tidak akan melakukan hubungan terlarang lagi dia atas ranjang setelah kembali menjalin hubungan dengan Ev.
Dan ucapan yang semalam Jo lontarkan, jika ia ingin menghamili Ev, adalah sebuah omong kosong.
Ev menautkan keningnya, ketika tidak mendapati sang kekasih berada di tempatnya semalam. Dan kini ia menghembuskan nafasnya kasar, lupa jika hari ini bukan akhir pekan, tentu saja Jo pasti sudah berangkat ke sekolah tempatnya bekerja, itu yang Ev pikirkan.
"Aku masih sangat merindukan kamu, sayang. Tapi kenapa kamu pergi tidak pamit dulu padaku, dasar menyebalkan," ucap Ev yang masih berada di tempatnya.
"Siapa yang menyebalkan, sayang?" tanya Jo yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar Ev.
Membuat Ev langsung menoleh pada kekasihnya tersebut, yang kini berjalan mendekati tempat tidur, dimana Ev berada.
"Sayang, kamu masih disini?" tanya Ev yang kini beranjak dari tidurnya.
"Tentu, memangnya mau ke mana?"
"Kamu tidak ke sekolah?"
"Tidak,"
"Ini bukan akhir pekan loh,"
"Iya aku tahu,"
"Terus kenapa kamu tidak pergi ke sekolah?"
"Sengaja, karena hari ini aku ingin menemani setiap aktifitas kamu, sayang," jawab Jo yang langsung mendaratkan ciuman di bibir Ev. "Sayang,"
"Hem,"
"Ke mana semua pakaian aku? Kenapa aku cari tidak ada satu pun di lemari?" tanya Jo, yang sejak tadi mencari pakaian miliknya yang memang berada di unit apartemen sang kekasih, tapi ia tidak menemukannya.
"Aku taruh gudang," jawab Ev dengan entengnya, karena saat memutus hubungan dengan Jo, ia langsung mengeluarkan pakaiannya.
"Ish tega banget kamu, sayang,"
"Ya maaf, aku dulu ke bawa emosi,"
"Ya sudah aku ambil dulu,"
"Sebentar," ucap Ev menghentikan langkah Jo yang ingin keluar dari dalam kamar.
"Apa lagi, sayangku?" tanya Jo sambil menoleh pada sang kekasih, yang sedang tersenyum sambil merentangkan kedua tangannya.
Tanpa mengatakan apa pun lagi, Jo langsung menghampiri kekasihnya tersebut, lalu memeluknya dengan sangat erat, tak lupa ciuman ia daratkan di pucuk kepalanya.
"Ish, sayang. Aku bukan anak kecil ya, yang harus di cium kepalanya,"
"Baiklah," Jo melepas pelukannya, dan membiarkan Ev yang memeluknya, dan ia kini mengangkat dagu kekasihnya tersebut, yang masih duduk di tepi kasur.
"Ets, apa yang ingin kamu lalukan, hah?" tanya Ev, sambil membekap mulut Jo, yang akan mencium bibirnya.
"Biasa,"
"Tidak mau, nanti ke bablasan," ujar Ev yang langsung turun dari tempat tidur.
"Kan enak kalau ke bablasan, sayang, yuk?" ajak Jo sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Ogah," sahut Ev yang langsung meninggalkan Jo menuju kamar mandi, tidak ingin kena rayuan sang kekasih, yang bisa membuat pendiriannya goyah.
*
*
*
Setelah seharian menemani aktifitas Ev, tanpa sepengetahuan orang lain, karena memang Jo tidak turun dari dalam mobil ketika mengantar dan menjemput sang kekasih yang hari ini hanya mengikuti satu mata kuliah, hingga ia dan juga Ev bisa menikmati kebersamaannya dengan menonton bioskop dan menghabiskan waktu berdua.
Sebenarnya ia juga masih ingin bersama dengan kekasihnya tersebut, tapi ketika ia ingin makan malam bersama dengan Ev, mama Lala menghubunginya, dan menyuruh Jo untuk segera menemuinya.
Tentu saja Jo langsung pergi menemuinya, karena mama Lala mengatakan ingin bicara penting padanya, padahal yang Jo tahu sang mama sedang ke luar negeri.
Setelah tiba di rumah orang tuanya, Jo langsung menemui sang mama yang berada di dalam kamar.
"Ma, Mama baik-baik saja?" tanya Jo ketika melihat sang mama yang sedang duduk termenung, hingga tidak menyadari kedatangan sang putra.
"Jo, akhirnya kamu datang, kemarilah ada hal penting yang ingin mama sampaikan padamu,"
Bersambung.............
Guys, bisa minta tolong tidak? Beri ulasan novel ini dengan bintang 5 ya.
Karena ada tangan jahil yang membuat ranting novel ini turun.
Dan untuk kamu yang sudah membuat novel ini ratingnya turun, jika tidak menyukai novel ini, ya sudah jangan di baca, tinggal skip aja, paham!
Maaf guys lagi mode BAPER!