AFFAIR With Mr. JO

AFFAIR With Mr. JO
Berkecan



"Jo?"


"Jo?" tanya papa Zain dan juga mama Hazel bergantian setelah mendengar nama Jo di sebut oleh Ev. "Sayang, sepertinya aku tidak asing dengan nama itu,"


"Aku juga sayang," sahut mama Hazel, dan kini ia berpikiran sejenak lalu menatap pada sang putri, sambil memicingkan matanya, ketika ia mengingat siapa Jo. "Ev, jangan bilang Jo yang kemarin kesini, dan mantan guru BP kamu,"


"Kenapa Mama bisa berpikiran kesitu, Jo yang aku maksud itu, Jonathan teman kuliah aku, Ma," bohong Ev.


"Oh walah, mama kira Jo mantan guru BP kamu, kalau iya kamu benar-benar gila, dia itu kan sudah punya istri, dan ya, meskipun dia belum memiliki istri, mama juga tidak akan membiarkan kamu dekat dengan dia," ucap Mama Hazel yang baru mengetahui, jika Jo adalah saudara Bara, pria yang sudah membunuh suaminya. Dan ia tidak ingin seluruh anggota keluarganya mengenal atau pun dekat dengan anggota keluarga Bara.


"Kenapa bisa begitu Ma?"


"Tidak usah bertanya, lebih baik kamu segera pergi ke kampus,"


"Oke Ma, tapi aku tidak ingin melanjutkan perjodohan dengan Al, oke!"


"Nanti kita bahas lagi, mama sedang tidak ingin membahasnya,"


"Baiklah, aku berangkat dulu," ucap Ev yang langsung meninggalkan kedua orang tuanya yang masih berada di meja makan.


*


*


*


Ev mengajak Albert untuk berbicang di sebuah kafe yang tidak jauh dari kampus, ketika keduanya sedang tidak ada mata kuliah.


Dan Ev mengajak Albert hanya ingin membahas perjodohan keduanya, dan ia juga meralat ucapannya kemarin


Tentu saja membuat Albert bingung. Karena jelas-jelas kemarin Ev mau menerima perjodohan tersebut.


"Ev, kenapa kamu mengubah keputusan?" tanya Albert yang merasa sedikit kecewa dengan keputusan Ev. Setelah Ev memutuskan untuk tidak melanjutkan perjodohannya.


"Maaf Al, aku tidak bisa. Tapi kita masih bisa bersahabat," ujar Ev, yang kini meraih salah satu tangan Albert. "Sekali lagi maafkan aku, Al,"


"Apa kamu memutuskan ini, karena ada pria yang kamu cintai?"


Ev pun langsung mengangguk untuk menjawab pertanyaan dari Albert. "Maaf ya, Al. Aku tidak ingin menerima perjodohan ini, dan melukai perasaan kamu, karena aku mencintai orang lain,"


Hembusan nafas kasar keluar dari bibir Al, lalu ia mengukir senyum ke arah Ev. "Tidak masalah Ev. Kalau boleh tahu, siapa pria yang bisa menarik hati kamu?"


"Pria yang selalu membuat aku nyaman,"


Namun, Ev tidak menjawab pertanyaan dari Albert, yang ada kini ia beranjak dari duduknya sambil menatap layar ponselnya, yang baru saja berdering.


"Maaf Al, aku harus pergi dulu," ucap Ev sambil menempelkan ponselnya tepat di telinga, saat Jo menghubunginya.


Membuat Albert hanya mengangguk, dan terus menatap kepergian Ev dengan perasaan kecewa, karena gadis yang selama ini ia sukai, ternyata menyukai orang lain.


"Hai ganteng,"


Sapaan seseorang membuat kedua mata Albert yang sedari tadi menatap pada Ev, kini ia alihkan pada Jeni sahabat Ev yang baru saja mendekati dimana ia berada, lalu duduk di salah satu kursi tepat di sampingnya.


"Sendirian kan? Boleh dong aku duduk disini?"


"Tanpa aku menjawab, kamu juga sudah duduk di situ,"


"Ah, bisa saja kamu itu," sambung Jeni. "Oh ya, kenapa terlihat bersedih seperti ini? Apa cinta kamu di tolak oleh Ev?"


Namun, Albert tidak ingin menjawab pertanyaan dari Jeni, dan memilih untuk menyantap makanan yang tadi belum habis termakan.


"Aku kasih tahu sama kamu ya, Ev itu tidak menyukai pria yang umurnya seperantara kita, dia lebih menyukai pria yang lebih dewasa, ya seperti om-om begitu,"


Ucapan Jeni membuat Albert yang tadi enggan untuk menatap pada sahabat Ev tersebut, kini langsung menatap padanya.


"Maksud kamu apa?"


"Ya Ev suka sama om-om,"


"Tidak mungkin,"


"Apanya yang tidak mungkin, orang aku tahu sendiri kok. Makanya dari pada kamu ngejar cinta Ev, lebih baik pacaran sama aku aja yuk," ajak Jeni sambil mengukir senyum, dan ingin meraih salah satu tangan Albert, tapi segera di jauhkan olehnya.


"Apa kamu tahu siapa om-om yang kamu ceritakan barusan?" tanya Albert penasaran.


"Tapi kalau aku kasih tahu, nanti kita berkencan ya?"


"Ya," untuk saat ini, itu jawab yang Albert katakan, hanya untuk mengetahui siapa pria yang sudah menarik hati Ev.


"Oke lah, om-om itu namanya Jo,


"Jo?"


Bersambung.................