AFFAIR With Mr. JO

AFFAIR With Mr. JO
Obat Tidur



"Jo, aku tidak sedang bertanya padamu, tapi aku sedang bertanya pada Ev, oke," sahut Bara, dan kini menatap pada Ev. "Bagaimana Ev?"


"Oke, aku akan menginap di sini," jawab Ev.


Tentu saja membuat Jo, spontan juga menatap ke arahnya.


"Tidak bisa Ev, kamu harus pulang," perintah Jo.


"Siapa kamu menyuruh aku hah?!" tanya Ev, dengan tersenyum sinis, lalu memeluk lengan Bara. "Bar, tunjukkan kamarku dimana?"


"Ev, kamu harus pulang!" perintah Jo lagi, yang kini menarik salah satu lengan Ev, ketika ia sudah mendekatinya.


"Jo, ada apa dengan kamu sih?" tanya Bara melihat sikap adiknya tersebut, lalu menyingkirkan tangannya yang masih menarik tangan Ev. "Biarkan saja Ev menginap disini, lagian ini sudah jam satu dini hari,"


"Jika Kak Bara tidak mau mengantar ia pulang, biar aku saja yang mengantarnya,"


"Bar, jangan dengarkan dia, aku mengantuk, tinggal tunjukkan dimana kamarku," sahut Ev.


"Baiklah, ayo aku akan mengantar kamu," Bara pun dengan senang hati menggandeng tangan Ev untuk membawanya ke sebuah kamar yang selalu ia tempati, ketika berkunjung ke Villa tersebut.


Ev yang sudah masuk ke dalam kamar dimana Bara mengajaknya untuk masuk, kini menoleh padanya.


"Bar, kenapa kamu masih berada disini?" tanya Ev bingung.


"Aku belum mengantuk, dan ingin berbicang dengan kamu, Ev,"


"Tapi aku sudah mengantuk,"


"Bagaimana jika kita minum kopi dulu atau apalah biar kita tidak mengantuk?"


"Tapi..."


"Baiklah aku akan membuat kopi untuk kita," Bara memotong perkataan Ev, lalu keluar dari dalam kamarnya.


Meninggalkan Ev uang memang belum mengantuk sama sekali, apa lagi setelah mendapati kenyataan tentang papa Rudi dan juga Mira yang benar-benar di luar nalar.


"Aku curiga pada siapa, sayang?" tanya Jo yang tiba-tiba memeluk tubuh Ev dari belakangan, tentu saja membuat Ev terkejut, tapi tidak membuatnya ini melepas pelukan Jo yang selalu membuatnya merasa nyaman.


Tentu saja Ev tidak menjawab pertanyaan dari Jo, yang ada ia menyandarkan kepalanya di dada bidang Jo, membuat Jo tersenyum senang, karena Ev tidak menolak pelukannya.


"Aku sangat merindukan kamu, sayang," ucap Jo, tapi tidak mendapat tanggapan dari Ev, yang kini memejamkan matanya, karena pelukan dari Jo yang sangat ia rindukan.


Kemudian Jo harus mengakhiri pelukan tersebut, ketika mendengar langkah kaki Bara, dan ia yang tidak ingin ketahuan sudah berada di dalam kamar tersebut. Langsung masuk ke kolong tempat tidur.


"Tidak lama kan?" tanya Bara yang kini mendekati Ev, sambil membawa dua gelas jus jambu, bukan kopi seperti yang tadi ia katakan. "Maaf, aku tidak jadi membuatkan kamu kopi, aku pikir tidak sehat kalau kamu harus minum kopi di malam hari, jadi aku bawakan jus saja," jelas Bara sambil menyodorkan satu gelas jus kehadapan Ev.


Yang langsung di ambil, dan juga meminumnya, karena tidak Ev pungkiri, ia merasa sangat haus.


Bara tersenyum melihat Ev meminum jus tersebut yang sudah ia campur dengan obat tidur, untuk melancarkan aksinya menghamili Ev.


Tentu saja Jo yang masih berada di kolong tempat tidur, dan melihat senyum sang kakak, merasa ada sesuatu yang sedang sang kakak rencanakan.


"Kita berbincang disini saja," ajak Bara, dan mempersilakan Ev untuk duduk di sofabad yang ada di dalam kamar tersebut.


Membuat Ev langsung duduk, sambil menguap setelah menghabiskan satu gelas jus.


"Masih ngantuk?"


"Iya," jawab Ev yang merasakan kantuk luar biasa, padahal tadi ia sama sekali tidak mengantuk.


"Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh," batin Bara, yang baru saja menghitung sampai tujuh, Ev sudah tertidur, karena memang obat tidur yang ia berikan dosisnya sangat tinggi. "Bagus," ucap Bara sambil mengukir senyum, dan menggoyangkan tubuh Ev untuk memastikan jika dia benar-benar sudah tertidur karena obat tidur yang ia berikan.


"Apa yang Kakak berikan pada Ev?" pertanyaan Jo yang baru saja keluar dari dalam kolong tempat tidur, membuat Bara langsung menoleh padanya.


"Jo?!"


Bersambung.......................