AFFAIR With Mr. JO

AFFAIR With Mr. JO
Berhak Memilih



"Malam Tante," sapa Jo ketika mendapati ada mama Hazel yang berdiri tidak jauh darinya, tidak tahu harus menyapa dengan sebutan apa, hanya sebutan tante yang terpikir di benak Jo.


Namun, tidak di hiraukan oleh mama Hazel, yang langsung masuk ke dalam rumah lagi, setelah menyuruh sang putri ikut dengannya.


"Sayang, ada apa dengan mama kamu? Kenapa dia terlihat tidak suka padaku?" tanya Jo yang mendapati mama Hazel begitu dingin padanya.


"Aku tidak tahu, sayang. Aku masuk dulu, kamu tunggu disini,"


"Tunggu," Jo menahan tangan Ev yang ingin masuk ke dalam rumah.


Membuat Ev mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam rumah, dan kini membalik tubuhnya untuk menatap pada sang kekasih.


"Aku tidak akan lama, kamu tunggu saja disini, sayang," pinta Ev.


"Aku akan menunggu, tapi, apa mama kamu tahu, tentang hubungan kita?"


"Tentu saja tidak, karena aku masih ingin menyembunyikan hubungan kita dari orang tuaku,"


"Kenapa dia sangat dingin padaku, tadi?"


"Mungkin karena mama melihat aku memeluk kamu, tapi tenang saja, nanti aku akan mencari alasan, agar mama tidak curiga,"


"Kenapa kamu tidak memberi tahu saja hubungan kita pada kedua orang tua kamu," usul Jo.


"Tidak untuk sekarang, sayang. Aku masuk dulu," ucap Ev yang langsung masuk ke dalam rumah.


Ev yang sudah masuk ke dalam rumah, langsung mendekati sang mama yang sedang duduk menunggunya di ruang tengah.


"Ada apa Ma?"


"Ada hubungan apa kamu sama dia?" tanya mama Hazel, langsung pada intinya, kenapa ia memanggil sang putri, ketika sedang bersama dengan Jo.


"Kenapa Mama bertanya seperti itu, apa karena mama tadi melihat aku memeluk dia?"


"Tinggal jawab pertanyaan mama, Ev!" perintah mama Hazel, ingin tahu yang sebenarnya.


"Aku harus menjawab apa Ma?"


"Ev!"


Mama Hazel memicingkan matanya menatap pada sang putri setelah mendengar apa yang di katakannya, dan kini ia baranjak dari duduknya.


"Menjauhlah darinya, Ev!" perintah mama Hazel, yang sudah tahu siapa Jo, adik dari pria yang sudah membunuh suami dan ayah kandung dari Ev.


"Kenapa Ma? Apa karena Jo itu adik dari pria yang sudah membunuh papa?"


"Mama bilang, menjauhlah dari dia, paham!"


"Tidak!" sahut Ev, membuat mama Hazel langsung memicingkan matanya menatap pada sang putri.


"Ev, untuk kali ini kamu ikuti perintah mama,"


"Tidak Ma, aku akan tetap berteman dengan Jo, dia tidak salah dalam hal ini, yang salah hanya kakaknya. Jangan libatkan orang lain untuk kesalahan seseorang," tolak Ev, tentu saja ia tidak akan mengikuti perintah sang mama, karena cintanya yang amat besar pada Jo.


"Apa kamu menyukainya?" tanya mama Hazel yang entah mengapa mencurigai ucapan sang putri hanya berteman dengan Jo tidak lah benar, dan ia yakin hubungannya lebih dari sekedar teman.


"Tentu saja tidak," jawab Ev penuh dengan kebohongan.


"Kamu sedang berbohong pada mama?"


"Untuk apa aku berbohong, tidak ada gunanya juga," jawab Ev. "Sudahlah, akhiri percakapan kita, jika mama hanya ingin membahas tentang Jo,"


"Ev!" seru mama Hazel untuk menghentikan sang putri yang pergi meninggalkannya.


Namun, tidak di hiraukan oleh Ev yang kini kembali ingin menemui Jo di teras rumahnya.


"Ini tidak bisa di biarkan," ucap mama Hazel ketika sang putri sudah tidak terlihat dari pandangannya.


"Sayang," panggil papa Zain yang kini mendekati sang istri. "Biarkan saja jika Ev memiliki hubungan dengan Jo, tidak ada salahnya kan? Putri kita sudah dewasa, dan dia berhak memilih pria yang dia cintai, sayang," ujar papa Zain yang sedari tadi mendengar pembicaraan sang istri dan juga Ev, putri sambungnya.


"Tidak bisa di biarkan, jika putriku mencintai pria dari keluarga pembunuh!"


Bersambung................