AFFAIR With Mr. JO

AFFAIR With Mr. JO
Gila



Papa Rudi yang sudah naik ke atas kasur dan ingin mencekik leher mama Lala, begitu terkejut, pasalnya di dalam kamar tersebut ternyata sudah ada Siti dan juga Surti yang baru saja berteriak minta tolong.


Dan sekarang Siti mendekati tempat tidur, sedangkan Surti masih berteriak minta tolong, dari depan pintu kamar mama Lala.


"Tuan, turun! Jangan pernah sakiti Nyonya!" seru Siti, yang sedari tadi memang berada di dalam kamar mama Lala, atas perintahnya, karena mama Lala memiliki firasat yang buruk, jika papa Rudi tahu, semua kekayaannya sudah jatuh ke tangannya.


Dan benar saja dugaan mama Lala, hampir saja sang suami akan mencekik lehernya.


"Apa Tuan tuli?" tanya Siti.


Dimana ia langsung mendapat pelototan tajam dari papa Rudi.


"Berani sekali kamu mengatakan hal seperti itu, dasar pembantu kurang ajar!"


"Lebih kurang ajar Tuan, menantu sendiri di embat," sahut Siti.


Membuat papa Rudi kini turun dari tempat tidur, dan mendekatinya.


"Jangan sentuh dia!" seru mama Lala ketika papa Rudi ingin menampar pipi Siti. "Silakan keluar dari kamar dan rumah ini, dan tunggu surat perceraian kita," ujar mama Lala yang kini turun dari tempat tidur.


Tentu saja papa Rudi yang tadi ingin menampar pipi Siti, ia urungkan, dan sekarang menatap pada sang istri, dan mendekatinya.


Lalu setelahnya ia bersimpuh dan memeluk kedua kaki mama Lala. "Maafkan aku, Ma. Papa benar-benar khilaf, sekali lagi maafkan Papa. Papa janji tidak akan mengulang lagi kejadian ini, dan ijinkan papa untuk tetap tinggal di rumah ini," pinta papa Rudi yang tidak tahu harus mengatakan apa lagi, karena sekarang ia tidak memiliki sepeser pun harta benda, dan jika ia keluar dari rumah tersebut, tentu saja ia yakin akan menjadi gelandangan.


Mama Lala melepas kedua tangan sang suami yang masih memeluk kedua kakinya, lalu menjauh darinya. "Silakan, pintu kamar tidak ditutup," usir mama Lala secara halus.


Bertepatan dengan Bara yang masuk ke kamar tersebut dengan terburu buru, setelah mendengar Surti berteriak minta tolong.


"Ada apa ini?" tanya Bara yang mendekati papa Rudi yang masih berada di lantai, dan melihat sang mama berdiri tidak jauh darinya.


Namun, tatapan Bara kini tertuju pada layar televisi, dimana masih di putar vidio papa Rudi dan juga Mira yang sedang melakukan aktifitas panas di atas ranjang.


Kemudian Bara menatap pada mana Lala yang terlihat biasa saja dengan situasi tersebut.


"Bawa papa kamu keluar dari kamar, mama tidak ingin melihatnya lagi," pinta mama Lala.


"Ma, tolong maafkan papa," sahut papa Rudi yang kini beranjak dari tempatnya, dan ingin mendekati sang istri.


Tapi tangannya langsung di cekal oleh Bara. "Pa, lebih baik ikuti perintah mama," ujar Bara yang langsung menarik tangan papa Rudi keluar dari dalam kamar mengikuti perintah sang mama.


Bara melepas tangan sang papa ketika sudah berada di ruang tamu. "Aku sudah mencurigai Papa ada hubungan dengan Mira, oh ternyata benar adanya, sungguh Papa tidak punya otak!" kesal Bara, melihat sang papa seperti binatang, teganya mengkhianati sang mama dengan menantunya sendiri.


"Papa khilaf,"


"Bukan khilaf, tapi gila!" sahut Bara, dan kembali menarik tangan papa Rudi untuk keluar dari dalam rumah.


"Bar, jangan seperti ini, papa sudah tidak memiliki apa pun lagi,"


"Bodo amat!"


*


*


*


Sedangkan itu di tempat lain, Ev memeluk Jo yang datang ke rumahnya, setelah Jo menceritakan semuanya tentang papa Rudi dan Mira, yang benar memiliki hubungan terlarang dan semuanya yang baru ia ketahui.


"Sabar," ucap Ev sambil menepuk punggung Jo yang sedang ia peluk.


Dan Ev langsung melepas pelukannya, ketika melihat sang mama keluar dari dalam rumah, dan berjalan mendekat kearahnya, karena memang ia sedang berada di teras rumahnya.


"Ev, ikut mama!"


Bersambung.....................