AFFAIR With Mr. JO

AFFAIR With Mr. JO
Bioskop



"Apa!" teriak Jo lagi, begitu terkejut mendengar apa yang Ev katakan.


Membuat mama Hazel yang masih berdiri di sampingnya, kini menoleh pada mantan guru BP sang putri.


"Kenapa anda terkejut?"


Tentu saja Jo terkejut mendengar ucapan dari Ev yang sangat ia cintai.


Dan tujuannya datang ke rumah tersebut, karena tadi ia yang sudah datang ke unit apartemen Ev, tidak mendapati ada Ev disana, yang ada hanya Jessi, yang memberi tahu jika sahabatnya tersebut sekarang memutuskan untuk tinggal bersama kedua orang tuanya.


Membuat Jo sedikit tenang, karena ia yakin Bara sang kakak tidak berani mendekati Ev lagi.


Tapi ketenangan itu hilang sudah, setelah Ev mengatakan tentang perjodohan, apa lagi melihat gadis yang sudah tidak gadis lagi karena dirinya, kini memeluk erat lengan Albert, yang dulu juga mantan anak didiknya.


"Hei, kenapa anda diam saja, Mister?" tanya mama Hazel, ketika melihat Jo, bukannya menjawab pertanyaannya, malah diam sambil menatap pada sang putri.


"Oh tidak, apa aku boleh berbincang dengan Ev, sebentar saja," pinta Jo.


"Silakan," sambung mama Hazel yang kini menatap pada sang putri. "Ev,"


"Sory Ma, aku harus pergi dengan Al," tolak Ev, yang kini menoleh pada Al yang duduk di sampingnya. "Al, yuk kita ke bioskop, ada film baru yang ingin aku tonton," ajak Ev, tentu saja tidak mendapat penolakan dari Albert, yang ada ia sangat senang dengan ajakan dari Ev.


"Baiklah,"


Dan Ev pun langsung beranjak dari duduknya. "Aku ambil tas dulu," ujar Ev yang langsung menuju kamarnya yang ada di lantai dua rumahnya tersebut.


Tentu saja kedua mata Jo terus mengikuti ke mana Ev melangkah.


"Maaf Mister, oh ya boleh aku tahu, kenapa Mister ingin bertemu dengan Ev?" tanya mama Hazel penasaran, dengan tujuan Jo ingin menemui sang putri, karena yang ia tahu, Jo hanyalah mantan guru BP sang putri.


"Tujuan aku datang kemari hanya ingin menyampaikan pesan dari kepala sekolah, dimana Ev dulu bersekolah, beliau ingin mengundang Ev makan malam," bohong Jo.


"Mister Jo, maaf ya. Bukannya Mister sudah tidak lagi mengajar di sekolah kita yang dulu, dan itu sejak aku dan juga Ev masih duduk di bangku kelas sebelas," sahut Albert dari tempatnya, merasa jika apa yang baru saja Jo katakan adalah tidak mungkin.


"Oh begitu, memangnya kapan makan malamnya?"


"Minggu depan,"


"Oh begitu, baik nanti aku akan bilang dengan Ev, dan menemani dia makan malam,"


"Maaf, selain murid yang di undang, tidak boleh ada yang ikut makan malam,"


"Maaf, aku tidak bisa memenuhi undangan itu," sahut Ev yang sudah kembali dari kamarnya, karena ia yakin, Jo mengatakan hal seperti itu hanya sebuah kebohongan.


Jo kini menoleh pada Ev. "Kenapa Ev? Ini undangan dari..."


"Tidak ada alasan," sambung Ev memotong perkataan dari Jo. Dan kini mendekati Albert. "Yuk, kita berangkat,"


"Kamu ke mobil dulu, aku ke kamar mandi sebentar," pinta Albert yang langsung pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil.


Dan setelah berpamitan pada sang mama dan juga mama Bunga. Ev langsung keluar dari dalam rumah untuk menunggu Albert di mobil, sesuai perintahnya.


"Maaf, karena tujuan aku kesini tidak berhasil, aku pamit dulu," ujar Jo.


"Maafkan putriku ya Mister," ucap mama Hezel.


"Tidak masalah, aku pamit dulu. Selamat siang," belum juga mendapat sapaan balik dari mama Hazel, dengan segera Jo keluar dari dalam rumah untuk menyusul Ev.


Setelah keluar dari dalam rumah, Jo langsung berlari menuju Ev, yang baru saja membuka pintu mobil.


Dan setelah mendekatinya, Jo pun segera memeluk Ev dari belakang.


"Sayang,"


Bersambung...................