AFFAIR With Mr. JO

AFFAIR With Mr. JO
Terperangkap



Ev yang tadi enggan untuk menatap pada Jo, kini menoleh kearahnya setelah mendengar apa yang dikatakannya.


"Apa yang kamu maksud?"


"Sayang," ucap Jo tak ingin menjawab pertanyaan dari Ev, dan kini coba untuk meraih salah satu tangannya, tapi dengan segera Ev menampiknya.


"Jangan sentuh aku!" seru Ev.


"Baiklah, aku tidak akan menyentuh kamu, tapi aku hanya ingin kamu melupakan balas dendam kamu pada kak Bara dan juga seluruh anggota keluarganya, termasuk aku,"


Ev menautkan keningnya, merasa bingung kenapa Jo bisa tahu, tentang hal tersebut.


"Aku sudah mengetahui semuanya Sayang, kenapa kamu memutus sepihak hubungan kita, dan langsung mendekati kak Bara, itu semua karena balas dendam kamu, pada Kak Bara yang memiliki kesalahan di masa lalu," ucap Jo panjang lebar.


Dan Ev pun terkejut mendengar pengakuan Jo, yang sudah mengetahui semuanya.


"Apa Jessi yang mengatakan ini padamu?" tanya Ev sambil memicingkan matanya, ia yakin yang memberi tahu rencana balas dendamnya adalah Jessi, satu satunya orang yang tahu rencana balas dendamnya.


"Tidak penting aku tahu dari mana, sayang. Aku hanya tidak ingin kamu meneruskan rencana balas dendam kamu itu saja, apa lagi pada Kak Bara, yang akan merugikan kamu sendiri, karena Kak bara juga sudah mengetahui lebih dulu, jika kamu mendekatinya pasti ada sesuatu,"


Kini Ev menatap pada Jo, yang selalu tampan dan gagah di mata Ev, dan dapat menyejukkan hatinya.


"Apa Bara tahu jika aku adalah putri..."


"Iya dia tahu," jawab Jo memotong perkataan Ev, tapi ia tidak ingin memberi tahunya, jika Bara tahu siapa Ev dari mulutnya sendiri, karena tempo lalu ia memberi tahu siapa Ev pada Bara, mengingat lagi Jo tidak tahu tujuan Ev sebelumnya mendekati sang Kakak untuk apa. "Jadi aku mohon padamu, sayang. Lupakan balas dendam kamu, yang akan membahayakan diri kamu sendiri," pinta Jo dengan sangat tulus.


"Tidak semudah itu, nyawa harus di bayar dengan nyawa,"


"Tapi apa kamu tidak akan menyesal, jika balas dendam kamu akan membuatmu terperangkap di dalamnya, seperti semalam, apa yang akan Kak Bara lakukan padamu, kamu tidak tahu kan, sayang?"


"Pergi dari kamarku!" perintah Ev, membuat Jo bingung.


"Sayang, ke..."


"Aku bilang pergi!" tegas Ev lagi. "Kita sudah tidak memiliki hubungan lagi, dan aku juga tidak ingin berurusan lagi dengan seluruh anggota keluargamu, paham! Jadi pergilah, sebelum aku berubah pikiran, menghabisi seluruh anggota keluargamu, dengan tanganku sendiri!" ancam Ev yang kini turun dari atas tempat tidur dan langsung keluar dari dalam kamar.


*


*


*


"Hei, aku curiga Pak Rudi ada main sama nona Mira,"


"Ngomong apa sih kamu?"


"Aku bicara benar, Neng. Masa semalam saat aku ke dapur, melihat Tuan Rudi masuk ke kamar bersama dengan Nona Mira, dan tahu tidak, Tuan memeluk pinggang nona Mira,"


"Ti, aku juga berpikir seperti kamu, jika memang Tuan Rudi dan juga nona Mira ada main loh, aku juga sering mendengar obrolan mereka, bukan seperti seorang mertua dan juga menantu," sambung Surti membenarkan ucapan Siti.


"Kalian berdua tuh keseringan nonton sinetron ikan mabur, mana ada begitu, kalau aku lihat, Tuan Rudi tuh sayang sama Mira, karena Tuan tidak memiliki anak perempuan itu saja sih, kalau menurut aku," sambung Neneng tidak sepaham dengan kedua rekan kerjanya, sebagai asisten rumah tangga di rumah dan juga Villa milik papa Rudi.


Tanpa ketiganya sadari, mama Lala sedari tadi mendengar pembicaraan ketiganya, yang sedang berada di dapur.


Bersambung.................