AFFAIR With Mr. JO

AFFAIR With Mr. JO
Cinta Tidak Harus Memiliki



Setelah diceramahi panjang kali lebar oleh opa Santos, akhirnya Ev mau untuk segera menikah dengan Jo.


Padahal awalnya Ev tidak berniat untuk menikah, toh dengan tidak menikah ia bisa merasakan hal-hal yang hanya di lakukan oleh pasangan yang sudah menikah.


Saat Sarapan pagi hari, anggota keluarga tidak lengkap, dimana mama Hazel tidak ikut bergabung di meja makan.


"Dasar istri sendiri tidak tahu ke mana," cibir oma Camel, setelah menanyakan pada papa Zain, dimana sang istri berada, tapi papa Zain tidak tahu sang istri ke mana, pasalnya saat ia bangun tidur, sudah tidak mendapati sang istri di dalam kamar, dan ia yang mengira mama Hazel ada di kamar kedua putranya juga tidak ada.


"Maaf Mi,"


"Sudah kamu hubungi?"


"Sudah Mi, tapi ponselnya tidak di angkat,"


"Mungkin mengantar Ed dan En ke sekolah," sambung Ev memotong perkataan sang oma dan juga papa Zain.


"Masa sih, sayang. Tadi oma lihat kedua cucu oma itu pergi bersama pengasuhnya,"


"Oma kan sudah tua, pasti matanya sudah mulai rabun, jadi tidak melihat mama,"


"Kurang aja, mata oma masih normal kali,"


"Eleh, normal dari mana. Jeruk saja di bilang pisang," sahut opa Santos.


"Itu karena sudah lama aku tidak memegang pisang milik..." oma Camel tidak jadi meneruskan ucapannya, karena opa Santos langsung menyuapi makanan ke dalam mulut sang istri, untuk menghentikan ucapannya, karena opa Santos sangat paham dengan apa yang akan di katakan oleh sang istri. "Makanlah, kamu butuh tenaga,"


"Sip, tenaga untuk olahraga di atas..."


"Genteng," sambung opa Santos kembali memotong perkataan sang istri, karena ucapannya selalu mengandung kemessuman yang hakiki.


"Kok genteng, sayang?"


"Diam, bukan saatnya membahas hal itu, ada yang lebih penting bagi kita saat ini, sayang," jawab opa Santos sambil menoleh pada sang cucu yang sedang menyantap makanan. "Ev,"


"Hem," sahut Ev dengan mulut yang sedang mengunyah makanan.


"Jangan lupa, nanti ajak kekasih kamu makan malam, opa ingin berbincang dengannya,"


Ev pun hanya mengangguk mendengar perintah dari sang opa.


*


*


*


Segera menuju ruang tamu sekolah, ketika rekan kerjanya memberi tahu, ada yang ingin bertemu dengannya.


Dan Jo yang baru masuk ke dalam ruang tamu, begitu terkejut ketika melihat mama Hazel sudah duduk disalah satu sofa.


Dimana pagi-pagi mama Hazel sudah pergi ke sekolah tersebut, hanya ingin bertemu dengan Jo, untuk membicarakan sesuatu.


Kemudian Jo mendekati di mana mama Hazel berada. "Pagi Tante," sapa Jo sambil mengukir senyum, dan duduk di salah satu sofa tidak jauh dari mama Hazel.


Namun, sapaannya tidak di gubris oleh mama Hazel yang kini menatap tajam pada Jo.


Mendapat tatapan tajam dari mama Ev sang kekasih, membuat Jo hanya bisa mengukir senyum.


"Aku ingin mengatakan sesuatu padamu," kata mama Hazel yang tidak ingin berbasa basi, kenapa ia datang menemui Jo.


"Silakan Tante, aku akan mendengarnya,"


"Apa kamu mencintai Ev?"


"Tentu Tante, aku mencintainya melebihi cintaku pada diriku sendiri,"


"Omong kosong," sambung mama Hazel sambil menunjukkan senyum sinis.


Tentu saja membuat Jo sedikit tidak suka dengan tanggapan mama Hazel padanya.


"Aku mengatakan yang sejujurnya, Tante,"


"Yakin kamu sangat mencintai Ev?"


"Tentu Tante,"


"Kamu tahu istilah, cinta tidak harus memiliki, dan dengan ikhlas melepas seseorang yang kamu cintai?"


"Maksud Tante apa ya?" tanya Jo balik tidak mengerti dengan pertanyaan dari mama Hazel.


"Aku ingin kamu menjauhi Ev, dan itu untuk selamanya,"


Bersambung......................