AFFAIR With Mr. JO

AFFAIR With Mr. JO
Sugar Baby



Pasta ulang tahun yang begitu meriah untuk papa Rudi, berjalan sempurna, dan tamu undangan yang menghadiri acara tersebut, satu persatu meninggalkan Villa, karena acara sudah selesai satu jam lalu.


Ev begitu risih dengan tatapan papa Rudi padanya, ketika keduanya sedang duduk di sofa ruang tamu, setelah Ev masuk ke dalam Villa, karena memang acara ulang tahun papa Rudi di adakan di halaman Villa tersebut.


"Dasar tua bangka, masih saja jelalatan tuh mata," batin Ev, karena tatapan papa Rudi terus tertuju pada tubuhnya, dimana Ev mengenakan gaun warna hitam tanpa lengan, seatas lutut yang membalut tubuh indahnya.


Dan tatapan papa Rudi kini tertuju pada mama Lala sang istri yang baru masuk ke dalam Villa, dan menghampirinya.


"Pa, mama ke kamar dulu ya, capek," ucapnya.


"Sip, tidurlah yang nyenyak, Ma,"


Mama Lala hanya mengangguk dan kini menoleh pada Ev. "Ev, maafkan tante, tidak bisa menemani kamu," ujarnya, yang sudah beberapa kali bertemu dengan Ev, karena sang putra beberapa kali mengajak Ev pulang untuk makan malam.


"Iya Tante, silakan," sambung Ev sambil mengukir senyum, tentu saja senyum kepalsuan.


"Ev, kamu belum pulang?" tanya Mira yang juga baru masuk ke dalam Villa dan menghampirinya.


"Belum Tante,"


"Ish, jangan panggil aku tante, aku belum setua itu, panggil saja kakak,"


"Baiklah,"


"Memang kak Bara ke mana?" tanya Mira yang tidak melihat keberadaan kakak iparnya.


"Tadi bilang ingin keluar sebentar Kak," jawab Ev, karena memang Bara menyuruhnya untuk menunggu di ruang tamu, dimana ia bilang akan pergi sebentar.


"Oh begitu,"


"Suami kamu ke mana Mir?" tanya papa Rudi pada sang menantu.


"Tadi bilang masih ingin berbincang dengan teman temannya di depan Pa,"


"Baiklah, papa ke kamar dulu," ucap papa Rudi yang kini beranjak dari duduknya dan meninggalkan ruang tamu.


Kemudian Mira menatap pada Ev. "Ev, aku mau tanya, boleh ya?"


"Tanya apa Kak?"


"Sejak kapan kamu dekat dengan kakak Bara?" tanya Mira ingin tahu.


"Apa aku harus menjawab?" tanya Ev balik tanpa menjawab pertanyaan dari Mira.


"Ish, kamu tidak asik,"


Namun, Ev tidak lagi menanggapi apa yang Mira katakan, dan hanya mengukir senyum.


"Ya sudah kalau kamu tidak ingin memberi tahu, aku ke kamar dulu," Mira pun langsung meninggalkan Ev, sebelum Ev menanggapi ucapannya.


*


*


*


Sementara itu, Mira yang baru masuk ke dalam salah satu kamar yang ada di Villa tersebut, langsung mengukir senyum manis pada seseorang yang sudah menunggunya di dalam.


Kemudian mendekatinya dan langsung duduk di pangkuannya.


"Aku sudah memberi kado pada papa loh, masih saja minta jatah," ucap Mira yang duduk di pangkuan papa Rudi, dan melingkarkan kedua tangannya di belakang lelah papa mertuanya tersebut.


"Aku tidak membutuhkan kado, baby, yang aku butuhkan hanya tubuhmu,"


"Ish, baru beberapa hari lalu kita melakukannya, Pa,"


"Sepertinya sudah sangat lama,"


"Dasar, apa nenek peot itu tidak memberi jatah pada papa,"


"Aku sudah tidak bernafsu padanya, baby," sambung papa Rudi yang langsung mencium leher Mira, yang selalu memuaskannya di atas ranjang, dari sebelum Mira menikah dengan Jo, mengingat lagi, Mira adalah sugar baby dari papa Rudi.


"Selalu itu yang papa katakan,"


"Kenyataannya, baby. Oh ya, kamu juga tidak melakukannya dengan Jo kan?" tanya papa Rudi ingin tahu.


"Sesuai keinginan papa, aku baru melakukannya tidak lebih dari lima kali," ujar Mira benar adanya, karena selama menikah dengan Jo, bisa di hitung dengan jari melakukan hubungan suami istri di atas ranjang dengan sang suami.


"Baguslah," sambung papa Rudi yang kini kembali mencium lehernya.


"Pa geli,"


"Malam ini kamu harus melayani papa sepuasnya,"


"Jangan bilang papa sudah minun obat kuat,"


Namun, papa Rudi hanya tersenyum. "Sekarang naiklah ke atas kasur,"


"Bentar dulu Pa, aku belum mengunci pintu, kan tidak lucu jika ada yang melihat kita main kuda kudaan,"


Plak!


Papa Rudi menabok salah satu bokong Mira, yang baru saja beranjak dari kedua pahanya untuk mengunci pintu.


"Ih, Papa. Tidak sabaran sekali,"


Bersambung.............