
Jo yang baru keluar dari dalam kamar Bara, sambil membopong tubuh Ev, berhenti sejenak ketika melihat Mira sang istri keluar dari salah satu kamar, yang bukan kamar, dimana biasanya ia tempati ketika menginap di Villa tersebut.
Namun, setelahnya ia melangkahkan kakinya kembali, tidak peduli dengan sang istri, mau keluar dari kamar mana kek, itu tidak penting, yang terpenting baginya adalah Ev.
"Sayang," panggil Mira yang kini berjalan mendekati Jo, membuat Jo kini menghentikan langkahnya kembali. "Ada apa dengan Ev?"
"Dia sedang tidak baik-baik saja, dan aku akan mengantarnya pulang, sekarang juga," jawab Jo, tanpa menoleh pada sang istri, karena kedua matanya kini tertuju pada pintu kamar di mana sang istri baru saja keluar, dan sekarang yang keluar dari dalam kamar tersebut adalah papa Rudi.
Tentu saja membuat Jo menautkan keningnya, dan kini menatap pada Mira sang istri.
"Kamu dan pa..."
"Aku baru saja mengantar minum untuk Papa, sayang. Dari kamar itu, karena kamar utama yang selalu mama dan papa tempati, kasurnya basah tertumpah air, jadi papa dan juga mama tidur di kamar itu," sambung Mira memotong perkataan dari sang suami, karena ia yakin, Jo akan menanyakan kenapa ia dan juga Papa Rudi bergantian keluar dari dalam kamar tersebut.
"Benar Jo," sambung papa Rudi membenarkan ucapan dari sang menantu, ketika ia sudah mendekati Jo. Dan kini tatapan papa Rudi tertuju pada Ev. "Jo, ada apa dengan Ev?"
"Dia sedang tidak baik-baik saja, Pa. Dan aku akan mengantarnya untuk pulang,"
"Ini sudah malam, untuk apa pulang, lebih baik dia tetap tinggal disini, kamar tamu kosong kan? Biar papa bantu untuk menggendong Ev, dan lebih baik kamu ke kamar bersama dengan Mira,"
"Maaf Pa, tidak bisa. Aku takut kedua orang tua Ev, akan mencarinya," sambung Jo yang kini melangkahkan kakinya kembali, untuk segera mengantar Ev pulang, tidak ingin menuruti perintah sang papa, yang jelas tidak akan aman bagi Ev, masih satu atap dengan Bara, apa lagi Jo tahu niat apa yang sudah sang kakak rencanakan.
"Aww Baby, apa yang kamu lakukan?" tanya papa Rudi sambil mengaduh kesakitan, karena lengannya mendapat cubitan dari sugar baby nya, setelah kepergian sang putra.
"Awas sampai tertarik pada Ev, aku tidak akan lagi melayani Papa," ucap Mira sedikit kesal, melihat redaksi papa mertuanya, yang tadi terlihat perhatian pada Ev.
"Hai Baby, kenapa kamu bicara seperti itu, tentu saja aku tidak akan tertarik pada siapa pun, kecuali padamu,"
"Pret, minggu lalu apa, hah?" tanya Mira, karena seminggu yang lalu, ia melihat papa Rudi jalan dengan wanita lain.
"Aku khilaf Baby, dan setelahnya aku menyesal, karena wanita itu, rasanya tidak selegit milik kamu, Baby,"
"Awas sampai aku melihat Papa jalan dengan wanita lain aku akan membongkar siapa Papa pada Mama," ancam Mira.
"Dasar!"
"Mumpung suami kamu tidak ada,"
"Tapi ada yang lain, Pa,"
"Tidak masalah, aku masih ingin menikmati kelegitan milikmu,"
"Baiklah yuk, aku juga masih gatal Pa,"
"Masih gatal, pake udahan,"
"Takut Jo ke kamar, aku tidak ada," jelas Mira, yang tadi terpaksa menyelesaikan aktivitasnya lebih cepat, takut sang suami mencari keberadaannya.
*
*
*
Kurang lebih dua jam mengendarai mobilnya, Jo akhirnya tiba di unit apartemen milik Ev, tepat jam di salah satu pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul empat pagi.
Ia yang tadi menghubungi Jessi, untuk menanyakan akses masuk ke dalam unit apartemen Ev, yang sudah di ubah. Dengan mudah masuk ke dalam unit apartemen Ev, karena Jessi ternyata sedang mengingat di unit apartemen tersebut.
"Ada apa dengan Ev?" tanya Jessi yang baru saja membuka pintu unit apartemen tersebut.
"Ada yang menaruh obat tidur di minuman yang Ev minum," jawab Jo yang langsung menuju kamar dimana ia dan juga Ev selalu berbagi kenikmatan dalam hubungan terlarang, untuk menidurkan Ev, yang berada di gendongannya.
"Jo," panggil Jessi ketika Jo ingin masuk ke dalam kamar Ev. "Aku ingin bicara dengan kamu, ini tentang Ev,"
Bersambung................