AFFAIR With Mr. JO

AFFAIR With Mr. JO
Tidak Mungkin



Jessi yang sengaja menunggu Ev di lobi, takut sang sahabat mabuk berat ketika sudah pergi ke klub malam, apalagi ia tahu, setelah Ev mengirim pesan padanya, dan mengatakan sudah mengakhiri hubungannya dengan Jo.


Dan sekarang ia menautkan keningnya, melihat Ev dari tempatnya sekarang berada, dan ia beranjak duduknya untuk keluar dari ruang tunggu dimana sedari tadi ia menunggu sang sahabat, untuk memastikan ia tidak salah melihat, pria yang sedang berbincang dengan Ev setelah membukakan pintu mobil untuknya.


"Itu bukannya pria..." Jessi tidak meneruskan ucapannya, dan tatapan matanya terus tertuju pada Bara. "Ya, aku ingat siapa pria itu," ucap Jessi, karena beberapa kali ia melihat foto Bara di galeri ponsel sang sahabat, dan Ev bilang, pria tersebut yang sudah membunuh ayahnya. "Pasti ada yang tidak beres," Jessi kini berjalan mendekati Ev yang sudah memasuki lobi. "Ev," panggilnya.


Namun, Ev tidak menghiraukan sang sahabat, dan langsung berjalan menuju lift menuju unit apartemennya, tentu saja Jessi langsung mengikuti sang sahabat.


"Ev, untuk apa kamu pulang dengan pria tadi?" tanya Jessi.


Tapi Ev tidak ingin menjawab pertanyaan sang sahabat dan tetap diam hingga ia masuk ke dalam unit apartemennya.


Jessi yang tahu sifat sang sahabat, jadi ia tahu persis diamnya Ev sekarang karena sedang merencanakan sesuatu.


"Ev, jangan bilang, kamu mendekati pria yang sudah membunuh ayah kamu, karena kamu ingin dia dan juga Jo saling berkelahi, setelah kamu memutus hubungan dengan Jo, dan sekarang kamu mendekati kakaknya," tebak Jessi yang tahu Bara dan juga Jo kakak beradik.


Ev langsung menatap pada sang sahabat, setelah mendengar apa yang dikatakannya, heran dengan Jessi yang selalu tahu ide di kepalanya.


"Katakan, kamu ingin mengadu domba mereka?"


"Ya, hingga mereka saking bunuh," jawab Ev sambil menyunggingkan senyum sinis.


Yakin dengan rencananya tersebut, dimana ia akan mendekati Bara, yang akan membuat Jo cemburu, dan dari situ ia akan memercikan api pada kedua saudara tersebut, hingga ia tidak harus mengotori tangannya untuk membalas dendam.


"Ya ampun Ev, sudahlah, hentikan rencana balas dendam kamu ini, karena bisa jadi, akan menjadi bomerang untuk kamu sendiri," nasihat Jessi, yang selalu tidak setuju dengan rencana balas dendam Ev pada pembunuh ayahnya, dan juga anggota keluarnya. "Lebih baik kamu lupakan semuanya, dan menjalani hidup baru,"


"Tidak!" sahut Ev yang kini langsung masuk ke dalam kamarnya, meninggalkan Jessi yang sedang mengelengkan kepalanya, mendapati sang sahabat yang keras kepala.


*


*


*


Bukan hanya itu, Jo juga tidak bisa lagi memiliki akses masuk ke dalam unit apartemen milik Ev, seperti dulu, dimana ia bisa keluar masuk ke dalam unit apartemennya kapan pun ia mau.


"Sayang, kembalilah padaku," ucap Jo sambil meraup wajahnya, dan kini beranjak dari duduknya, dimana ia sedang berada di ruang kerja, yang berada di kafe miliknya, karena tadi setelah pulang dari sekolah, ia tidak langsung pulang ke rumah, melainkan pergi ke kafe miliknya. "Semoga aku bisa menemuinya," ucapnya lagi, dan berniat untuk mengunjungi apartemen milik ev.


Setelah Jo keluar dari ruang kerjanya, ia langsung menautkan keningnya melihat ada Ev dengan sang Kakak sedang menikmati makan malam di kafe miliknya.


Dan dengan segera Jo menghampiri meja dimana Bara dan Ev berada.


"Kak," panggil Jo ketika sudah mendekati Bara dan Ev.


"Eh Jo, kamu ada di sini?" tanya Bara setelah mendapati keberadaan sang adik.


Namun, pertanyaannya tidak di hiraukan oleh Jo, yang kini menatap pada Ev, dimana ia terlihat acuh padanya.


"Oj ya Jo. Mumpung kamu ada disini, aku akan memperkenalkan kekasih aku padamu,"


Mendengar apa yang dikatakan oleh sang kakak, membuat Jo langsung menoleh pada Bara.


"Perkenalkan, dia kekasih aku," ujar Bara sambil menunjuk pada Ev.


"Apa! Tidak mungkin!"


Bersambung.............