AFFAIR With Mr. JO

AFFAIR With Mr. JO
Candu



Namun, papa Zain tidak menjawab pertanyaan dari putri sambungnya tersebut. "Papa ingin bicara denganmu, Ev," pinta papa Zain yang kini berjalan terlebih dahulu menuju ruang tengah, tentu langsung di ikuti oleh Ev.


"Pa, jawab aku. Sejak kapan Papa ada di balik pintu?" tanya Ev lagi, karena sang papa tidak menjawab pertanyaannya.


"Sejak tadi," jawab papa Zain yang sekarang duduk si salah satu sofa, sambil menatap putrinya tersebut.


"Jadi..."


"Papa mendengar semua apa yang kamu dan juga Jo bicarakan tadi," sambung papa Zain.


Tentu saja hal itu membuat Ev begitu terkejut. "Apa! Jadi Papa..."


"Papa kecewa padamu, Ev," papa Zain memotong kembali ucapan dari putrinya, lalu menggelengkan kepalanya mengetahui hubungannya dengan Jo sudah sejauh mana.


"Pa, aku bisa menjelaskan,"


"Tidak ada yang perlu kamu jelaskan, papa sangat kecewa padamu, dan pasti Mama kamu lebih kecewa lagi dari papa, mengetahui jika putrinya menjadi pelakor,"


"Pa, aku tidak menjadi pelakor," tolak Ev dengan apa yang dikatakan oleh sang papa.


"Oh ya, jika kamu menjalin hubungan dengan pria yang sudah beristri, apa namanya jika buka pelakor, hah. Coba kasih tahu papa,"


"Jo sudah bercerai Pa," ucap Ev yang kini duduk di samping papa Zain.


"Apa itu semua gara-gara kamu?" tentu saja papa Zain akan bertanya seperti itu.


"Tentu saja tidak Pa," jawab Ev, dan ia pun langsung menceritakan apa yang terjadi dengan keluarga Jo, tanpa ada yang di tutup tutupi, itulah Ev, meskipun papa Zain bukan papa kandungnya, tapi ia lebih nyaman bercerita apa pun yang sedang ia alami pada papa Zain, di banding dengan mama Hazel yang melahirkannya.


Papa Zain langsung menggelengkan kepalanya mendengar apa yang sang putri bicarakan, dan ia merasa bingung dengan apa yang diceritakan oleh sang putri, tentang keluarga Jo yang begitu miris.


Dan sekarang papa Zain menatap pada Ev. "Kalau Jo sudah bercerai, lebih baik kalian menikah,"


"Tidak bisa, kamu harus menikah dengannya, papa tidak ingin kamu terus menerus melakukan hubungan suami istri dengan dia tanpa ada ikatan pernikahan," pinta papa Zain lagi, yang mengetahui hubungan Jo dan juga sang putri sudah sejauh mana.


"Tenang Pa, aku sudah tidak lagi melakukan hal itu dengannya,"


"Tidak bisa, mungkin sekarang tidak lagi, tapi tidak tahu kedepannya, Ev,"


"Tenang saja, jika kita melakukannya, kita bisa menggunakan pengaman Pa, jadi aku tidak akan hamil,"


Ucapan sang putri, membuat Papa Zain langsung menggelengkan kepalanya, tidak habis pikir dengan jalan pikiran sang putri, meskipun dari pertama mengenal Ev, papa Zain tahu karakternya, tapi ini benar-benar di luar dugaan.


"Ya Tuhan Ev, kamu itu manusia bukan binatang, bisa bisanya kamu mengatakan hal seperti itu, pokoknya kamu harus menikah dengan dia. Atau papa akan mengatakan pada mama kamu, sudah sejauh mana hubungan kamu dengan dia," ancam papa Zain.


"Ish Papa tidak asik,"


"Papa hanya tidak ingin, kamu terus menerus melakukan dosa Ev,"


"Aku tidak akan melakukannya lagi Pa, janji,"


"Tidak mungkin Ev, hal seperti itu kebutuhan biologis, dan sudah seperti candu, jadi bohong besar jika kamu tidak akan melakukannya lagi," ujar papa Zain yang benar adanya, karena ia pun merasakan hal itu, tidak bisa terlepas dari kebutuhan biologis suami istri yang memang membuat orang ketagihan. "Pokoknya kamu dan juga Jo harus menikah,"


"Percuma mama tidak akan merestui Pa,"


"Papa yakin, mama kamu akan merestui, apa lagi kamu dan dia hubungannya sudah sejauh ini,"


"Hubungan apa?" tanya mama Hazel yang ingin menuju dapur, dan mendengar perkataan dari suami.


Bersambung......................