
Mira terus mengumpat, setibanya di dalam kamar hotel, setelah ia dan papa Rudi tadi pergi ke rumah sakit, untuk memastikan jika dirinya hamil atau tidak, karena ia sudah telat datang bulan.
Dan benar saja ternyata Mira hamil, dan itu anak dari papa Rudi, bukan anak sang suami, karena memang Mira dan juga Jo sudah sangat lama tidak berhubungan suami istri, dan selalu papa Rudi yang menggantikan sang putra di atas ranjang.
"Baby, sudahlah. Kenapa kamu panik seperti ini sih?" tanya papa Rudi yang sedang duduk di sofa yang ada di dalam kamar hotel tersebut, ketika melihat Mira terus mondar mandir sambil mengumpat.
Namun, Mira tidak menjawab pertanyaan papa Rudi, saat ia sedang bingung sendiri, dengan kemungkinan yang akan terjadi, jika Jo tahu dirinya sedang hamil, sedangkan ia dan juga sang suami tidak pernah melakukan hubungan suami istri lagi, dan Mira yakin, Jo pasti akan mencurugainya, yang bisa menjadi bomerang baginya.
Dan langkah Mira yang tadi terus mondar mandir, kini terhenti ketika papa Rudi memeluknya dari belakang, lalu mengelus perutnya yang masih rata, karena usia kandungannya baru menginjak lima minggu.
"Baby, apa yang sedang kamu pikirkan sih?"
"Pa, aku yakin Jo akan curiga dengan kehamilan aku, Pa,"
Mendengar kegelisahan sang menantu, membuat papa Rudi kini melepas pelukannya, lalu membalik tubuh Mira, agar ia bisa melihat wajah wanita yang selalu membuatnya puas di atas ranjang.
"Tenang saja, Jo tidak akan pernah curiga Baby. Apa kamu lupa, kehamilan kamu yang sebelumnya, dia juga tidak curiga kan, dan untuk kali ini, dia juga tidak akan curiga lagi, kita lalukan cara seperti dulu lagi, oke," ucap papa Rudi mengingatkan Mira, dimana Mira yang hamil Ara, sang putra tidak curiga sama sekali, jika Mira bukan sedang mengandung anaknya, melainkan anak papa Rudi.
Dengan rencana yang sudah papa Rudi susun, dari ia menjodohkan sang putra dengan Mira yang saat itu sedang mengandung anaknya, hingga memberikan obat perangsang pada Jo, agar tidur dengan Mira, yang membuat Jo meyakini jika Ara memanglah anaknya.
"Tapi Pa, jika tidak berhasil seperti dulu, bagaimana?"
"Pasti berhasil, kamu tinggal ikuti cara papa saja,"
"Pa, atau gugurkan saja kandungan ini," ucap Mira yang memiliki ide Jitu, agar dirinya aman.
"Enak saja, tidak bisa," tolak papa Rudi dengan tegas. Dan sekarang membuat papa Rudi mengelus perut Mira. "Biarkan dia tumbuh besar Baby, dengan begitu milikmu semakin legit, dan papa sangat menyukainya," ujar papa Rudi sambil mengukir senyum.
Ketika mengingat lagi, selama kehamilan Mira yang pertama ia selalu rutin melakukan aktifitas panas bersamaan dengan Mira.
"Dasar kakek-kakek,"
"Selalu," jawab Mira sambil mengukir senyum. "Jadi keputusannya, kita lakukan seperti cara pertama Pa?"
"Yup, Baby,"
*
*
*
Mira memutuskan untuk pulang dari luar negeri lebih cepat, padahal niat awalnya dua minggu ia di luar negeri, dan Mira melakukan hal tersebut, karena ingin segera mengeksekusi rencana yang sudah ia dan juga papa Rui rencanakan. Agar Jo tidak curiga pada kehamilannya.
Mira membawa segelas teh masuk ke dalam kamar miliknya, dimana Jo baru masuk setelah seharian melakukan aktifitasnya. Tentu saja teh tersebut sudah di campur dengan obat perangsang, rencana awal yang sudah di intruksikan oleh papa Rudi.
"Sayang," panggil Mira pada Jo yang sedang duduk di sofa yang ada di dalam kamarnya. Lalu ia menaruh gelas tepat di atas meja yang ada di hadapan Jo. "Aku membuatkan teh untuk kamu, dan maaf aku pulang lebih awal tidak memberi tahu kamu," ujar Mira sambil mengukir senyum.
Namun, tidak mendapat tanggapan dari sang suami yang sedang fokus pada ponsel yang ada di salah satu tangannya.
Mira pun langsung mengambil ponsel sang suami, membuat Jo langsung menoleh kearahnya.
"Kembalikan ponselku,"
"Baik sayang, tapi minum dulu teh ini," ujar Mira yang langsung mengambil cangkir berisi teh, lalu menyodorkannya pada Jo.
Membuat Jo langsung mengambil cangkir tersebut.
"Minumlah dulu sayang, nanti poselmu aku berikan, karena teh ini bagus untuk merelaksasi tubuhmu setelah seharian bekerja," ucap Mira sambil mengukir senyum.
Bersambung..........