AFFAIR With Mr. JO

AFFAIR With Mr. JO
Sepuluh Tahun



"Hai, tunggu dulu," papa Rudi menghentikan langkah Mira yang ingin menutup pintu, dan sekarang ia membalik tubuhnya untuk menatap pada sang mertua, sekaligus sugar daddy nya, sejak sepuluh tahun yang lalu, ketika Mira masih duduk di bangku sekolah menengah atas, hingga Mira yang berasal dari keluarga biasa saja, sekarang menjadi salah satu sosialita, dengan harta yang papa Rudi berikan padanya setiap bulan, tanpa ada yang tahu, kecuali keduanya.


"Apa papaku sayang," ujar Mira sambil mengukir senyum manis.


"Bara tidak mencurigai hubungan kita kan?" tanya papa Rudi, karena sang putra yang baru satu tahun keluar dari dalam penjara, pernah melihat keduanya di dalam kamar hanya berdua, meskipun keduanya sudah selesai melakukan hubungan panas.


"Tenang saja Pa, Kak Bara tidak tahu kok,"


"Yakin?"


"Tentu, Pa," jawab Mira yang setelah kejadian itu, lebih dekat dengan Bara, meskipun hanya dekat sebagai seorang kakak ipar dan juga adik ipar, dan tak lebih dari itu. Agar Bara tidak curiga dengan hubungannya dan juga papa Rudi.


Krek!


Suara pintu terbuka, membuat papa Rudi dan juga Mira kini saling pandang.


"Baby, apa ada yang masuk ke kamar ini?"


"Aku akan melihatnya Pa, Papa pura-pura tidur saja,"


Dengan segera papa Rudi mengikuti perintah sang menantu, selagi Mira menuju ke arah pintu yang tidak tertutup rapat.


"Tidak ada siapa pun," ucap Mira yang tidak melihat siapa pun di luar pintu. Kemudian ia menutup pintu dan juga, mengunci nya sebelum mendekati papa Rudi kembali. "Tidak ada siapa pun Pa, sepertinya hanya angin yang menerpa pintu," jelas Mira yang kini naik keatas tempat tidur.


"Baguslah," sahut papa Rudi yang kini menarik tangan Mira, hingga ia terjatuh tepat diatas tubuhnya.


"Baby,"


"Iya Papaku, sayang,"


"Siapkan diri kamu awal bulan,"


"Itu kamu tahu, agar kita bisa leluasa,"


"Oke, Papa sayang. Aku tidak akan menolak," ujar Mira yang kini mendekatkan bibirnya untuk mencium papa Rudi.


Tentu saja ia tidak akan menolak, untuk liburan bersama dengan papa Rudi, mengingat lagi Jo sang suami, bisa di hitung jari mengajaknya liburan, tidak seperti papa Rudi yang hampir setiap bulan mengajaknya liburan, agar bisa menikmati hubungan terlarang keduanya, tanpa takut ketahuan anggota keluarga lainnya.


Sedangkan itu, tidak jauh dari kamar dimana Mira dan juga papa Rudi berada, Ev yang sedang mengumpat di sisi lemari pajangan merasa lega, karena Mira tidak melihat keberadaannya.


Setelah tadi ia tidak sengaja menyenggol pintu kamar dimana papa Rudi dan Mira berada, yang memang tidak tertutup rapat, ketika ia yang ingin mencari toilet, malah mendengar semua pembicaraan antara papa Rudi dan juga Mira, yang membuatnya tidak percaya, jika keduanya memiliki hubungan, lebih antara mertua dan juga menantu.


"Benar-benar keluarga gila," ucap Ev, dan seketika merasa kasihan dengan Jo, setelah mengetahui jika Mira istrinya memiliki hubungan terlarang dengan papa Rudi.


Namun, rasa kasihan segera Ev tepis, dengan mengetahui hubungan papa Rudi dan juga Mira, akan memudahkannya untuk menghancurkan keluarga tersebut.


Dan Ev langsung mengukir senyum, tahu apa yang harus di lalukanya sekarang ini.


"Ev," panggil seseorang yang sangat Ev kenal, membuat Ev langsung menoleh ke arah sumber suara, dimana Jo kini berjalan mendekatinya.


Namun, setelahnya ia menatap pada Bara yang baru masuk ke dalam rumah, lalu menghampirinya, dan meninggalkan Jo yang kini menghentikan langkahnya, dengan tatapan terus tertuju padanya.


"Maaf aku lama, tadi membeli ini," ucap Bara sambil menunjuk beberapa jus siap minum yang berada di tangannya. "Soalnya mama suka minum jus, kebetulan stok jus di sini habis, jadi aku membelikannya, kamu mau jus juga?"


"Tidak, aku ingin pulang sekarang,"


"Ini sudah malam, Ev. Apa tidak sebaiknya kamu menginap disini saja?"


"Tidak bisa, Ev harus pulang," Jo yang menjawab pertanyaan dari sang Kakak.


Bersambung.................