
Mendengar perintah dari mama Lala, membuat Jo segera mendekatinya, sambil menautkan kedua alisnya, ketika melihat sang mama menitikan air mata.
"Ma, Mama baik-baik saja?"
Bukannya menjawab pertanyaan dari sang putra, mama Lala kini menghadap pada Jo yang sudah duduk di sampingnya, lalu memeluk putranya tersebut.
Dan Jo semakin bingung dengan sikap sang mama, yang kini menangis di dalam pelukannya, karena yang ia tahu sang mama tidak pernah menunjukkan kesedihan di depan anak anaknya, seperti kali ini.
Jo tidak ingin menayangkan apa pun lagi pada sang mama, dan membiarkannya untuk menangis di dalam pelukannya.
Setelah beberapa saat mama Lala menangis di dalam pelukan sang putra untuk pertama kalinya dalam hidup, karena ia punya prinsip, tidak ingin kedua anaknya melihat kesedihan dalam dirinya, tapi prinsip itu sekarang mama Lala langgar.
Karena ia tidak bisa lagi menahan rasa sakit hati yang sedang ia rasakan, setelah mengetahui rahasia besar tentang sang suami.
Perlahan ia melepas pelukannya, sambil menghentikan tangisnya.
Membuat Jo kini memegang kedua bahu sang mama untuk menghadap padanya, lalu menghapus sisa air mata yang membasahi kedua pipi wanita paruh baya yang sudah melahirkannya ke dunia.
"Apa Mama tidak ingin bercerita, kenapa mama seperti ini?" tanya Jo yang begitu pasaran dengan sikap sang mama.
Namun, tidak mendapat jawaban dari mama Lala yang kini mengambil sebuah amplop coklat yang tadi ia letakan di atas meja tepat di depannya.
Lalu memberikan pada sang putra.
"Apa ini Ma?"
"Ini sebuah bukti, tentang kebenaran yang selama ini di tutup rapat,"
"Maksud Mama apa?"
"Kamu bukalah, tapi mama hanya meminta padamu, setelah kamu mengetahui kebenaran ini, redam emosi kamu, dan ambil keputusan yang terbaik," pinta mama Lala yang tidak ingin mengulur waktu, untuk memberi tahu sang putra sudah sejauh mana hubungan Mira dan juga papa Rudi.
Jo pun langsung membuka amplop tersebut, setelah mendengar perintah sang mama, yang mengandung teka teki.
Dan setelahnya, ia memicingkan matanya setelah mendapati ada dua lembar kertas, hasil tes DNA.
Antara dirinya dan juga Ara, yang tidak ada kecocokan sama sekali.
Dan lembar satunya hasil tes DNA antara papa Rudi dan juga Ara, dimana seratus persen antara keduanya cocok.
"Ma, jadi Ara adik aku, bukan anak aku?" tanya Jo.
"Iya Jo, dan..."
"Papa dan juga Mira selama ini memiliki hubungan khusus," sambung Jo memotong perkataan dari sang mama.
Tapi disini mama Lala bingung melihat ekspresi wajah sang putra yang tidak sama sekali terkejut.
"Jo,"
"Aku sudah mengetahui jika mereka memiliki hubungan Ma,"
"Apa?!" tanya mama Lala, tentu ia terkejut, karena sang putra ternyata sudah mengetahui hubungan Mira dan papa Rudi. "Kenapa kamu tidak memberi tahu mama, jika mereka..."
"Aku baru mengetahui belakang ini Ma," sambung Jo memotong kembali ucapan dari sang mama. "Dan aku yakin, Mama sudah terlebih dahulu mengetahui hubungan mereka di banding aku, hingga Mama bisa melakukan tes DNA ini, dan ya, kenapa Mama tidak memberi tahu aku?"
"Mama tidak ingin memberi tahu kamu, karena belum ada bukti, dan saat mama menemukan bukti, baru mama memberi tahu kamu," jawab mama Lala, dan kini menaruh flasdisk rekaman hubungan antara papa Rudi dan juga Mira di atas ranjang, yang kemarin mama Lala rekam. "Ini bukti kedua, Jo,"
"Ini apa Ma?"
"Bukti kuat antara papa kamu dan juga istri kamu di atas ranjang. Dan mama harap kamu segera menceraikan Mira,"
"Ya, aku memang sudah berniat untuk bercerai dengannya, dan aku juga sudah menemui pengacara untuk mengurus pencarian aku dan Mira,"
"Bagus," sambung mama Lala.
"Terus, bagaimana dengan Mama? Mama akan bercerai dengan papa Kan?"
Namun, mama Lala tidak menjawab pertanyaan dari sang putra, yang ada dia kini beranjak dari duduknya.
"Jangan bilang mama akan memaafkan Papa, aku tidak akan terima,"
"Mama punya cara sendiri Jo,"
Bersambung.............