AFFAIR With Mr. JO

AFFAIR With Mr. JO
Tentu Saja Mudah



Ev terus memberontak ketika Jo terus menarik tangannya untuk keluar dari pusat perbelanjaan tersebut.


Tapi apalah daya, tenaganya tidak sebanding dengan tenaga Jo, membuatnya hanya pasrah mengikuti ke mana Jo membawanya.


"Masuk!" perintah Jo, ketika sudah tiba di mana mobilnya terparkir.


"Tidak mau!" tolak Ev, tentu ia tidak ingin mengikuti perintah dari Jo.


"Sayang, masuklah, ada yang ingin aku katakan padamu,"


"Tidak ada lagi yang perlu kita katakan," sambung Ev, dan coba melepas tangan Jo yang sedari tadi terus memegangi tangannya.


"Maaf jika aku harus memaksa kamu,"


"Jo, apa apaan sih!" kesal Ev, karena tubuhnya diangkat lalu di masukkan ke dalam mobil dengan paksa oleh Jo.


Dan Jo pun langsung masuk mengikuti di mana baru saja ia memaksa Ev untuk masuk dan sekarang duduk di bangku penumpang.


"Jo!" teriak Ev, setelah Jo menutup pintu mobil, Jo langsung memeluk Ev.


Tentu saja Ev coba untuk melepas pelukannya, dan setelah berhasil melepas pelukannya, ia kini menampar sebelah pipi Jo dengan kencang, hingga suara tamparan memenuhi di dalam mobil tersebut.


"Jangan kurang ajar seperti ini. Hubungan kita sudah berakhir, ingat itu baik-baik!"


"Sayang, aku tahu. Kamu tidak akan semudah itu melupakan hubungan yang sudah satu tahun kita jalani kan, sayang,"


"Tentu saja mudah," bohong Ev, karena tidak pungkiri ia masih begitu mencintai Jo.


"Jangan bohong sayang, aku tahu kamu ingin mengakhiri hubungan kita karena Kak Bara, dan aku tahu, cintamu padaku, sama besar seperti cintaku padamu,"


"Omong kosong!" sahut Ev, dan ingin membuka pintu mobil dimana ia berada, tapi tangannya langsung di cekal oleh Jo, dan ia segera memeluknya.


Kembali lagi, Ev coba untuk melepas pelukan dari Jo, tapi bukannya terlepas, Jo malah menjatuhkan tubuh Ev yang masih berada di dalam pelukannya ke jok mobil dimana keduanya berada.


Tanpa pikir panjang lagi, Jo langsung menempelkan bibirnya, di bibir yang sangat ia rindukan.


Awalnya Ev coba untuk menjauhkan bibirnya dari bibir Jo, tapi akhirnya ia pasrah dan membiarkan Jo mengeksplor bibirnya.


Karena tidak ia pungkiri, ia juga sangat merindukan bibir Jo, yang mampu membuatnya melayang terbang tinggi.


Dan setelah beberapa saat bibir keduanya saling menyatu, Jo dengan segera melepas tautan bibirnya, agar Ev bisa menghirup udara setelah ciuman yang ia berikan.


"Terima kasih sayang," ucap Jo sambil mengukir senyum.


Namun, tidak di hiraukan oleh Ev, yang kini mendorong tubuh Jo, agar ia bisa beranjak dari tempatnya.


Dan sekarang ia ingin membuka pintu mobil, tapi dengan segera Jo menahannya kembali.


"Ada Al," ucap Jo, karena mobilnya terparkir tepat di samping mobil Albert.


Dimana Albert seperti sedang kebingungan, sambil menempelkan ponselnya di telinga.


Tentu saja ia akan bingung, karena Ev yang tadi pergi ke toilet, tiba-tiba menghilang.


"Angkatlah, bilang pada dia kamu sudah pulang," perintah Jo, ketika ponsel Ev berdering, dan ia yakin yang menghubunginya adalah Albert. "Jika kamu tidak mau mengikuti perintahku, aku akan turun dan memberi tahu Al, sejauh mana hubungan kita," ancam Jo.


Membuat Ev langsung mengangkat sambungan ponselnya, dan mengatakan apa yang Jo perintahkan.


"Baiklah, aku akan mengantar kamu pulang," ucap Jo setelah Ev mematikan sambungan ponselnya. Dan ia pun langsung berpindah posisi ke kursi pengemudi.


*


*


*


"Bagaimana?"


"Ya ampun, Tante Lala. Tante pikir melakulan tes DNA, seperti tes kehamilan, yang hasilnya bisa di tunggu beberapa detik, ini tes DNA Tante, dan itu memerlukan waktu yang cukup lama," jelas dokter Putri, putri dari sahabat mama Lala yang menjadi dokter.


Dimana kemarin mama Lala menemui dokter Putri, dengan membawa sampel tes DNA antara Jo sang putra, dan juga Ara sang cucu.


Ketika mama Lala yang meyakini jika sang suami memiliki hubungan dengan Mira. Merasa curiga jika Ara bukan putri dari Jo, mengingat lagi, Mira melahirkan tujuh bulan setelah menikah dengan sang putra.


Bersambung.............