AFFAIR With Mr. JO

AFFAIR With Mr. JO
Titik



Setelah memutuskan untuk bercerai dengan Mira, meskipun belum di iyakan olehnya, Jo memilih tidur terpisah tidak dengan Mira lagi, yang ternyata keesokan harinya sang istri pergi ke luar negeri, tentu tanpa sepengetahuannya.


Karena saat Jo bangun tidur dan siap untuk melakukan aktifitasnya, asisten rumah tangganya mengatakan jika sang istri sudah pergi dari pagi buta.


Dan Jo lah yang menemani Ara sang putri menyantap sarapan paginya.


"Ara, sayang," panggil Jo setelah selesai menyantap makanan yang ada di hadapannya.


"Iya, Papa. Tenang aja, aku akan habisin semua makanan ini, kan, Papa yang bilang, kalau aku halus makan yang banyak," ucap bocah kecil tersebut yang sudah pandai bicara di usianya, hanya huruf R yang belum Ara bisa.


"Bagus anak papa satu ini," sambung Jo sambil mengusap rambut sang putri yang duduk tidak jauh darinya. "Oh ya, semalam main apa saja dengan kakek?"


"Kakek? Semalam? Maksud Papa apa?" tanya Ara bingung dengan pertanyaan dari sang papa.


"Bukannya semalam Kakek ke sini untuk bermain dengan kamu?" tanya Jo mengingat perkataan sang istri semalam yang mengatakan jika papa Rudi datang karena merindukan Ara, meskipun Jo yakin tujuannya bukan itu, tapi ia hanya ingin memastikan saja, jika dugaannya benar, sang istri dan juga sang papa memiliki hubungan istimewa.


"Tidak Pa, aku tidak melihat Kakek datang ke lumah,"


Mendengar jawaban dari sang putri, Jo semakin yakin tentang hubungan Mira dan juga sang papa.


Membuatnya kini beranjak dari duduknya, lalu mencium pucuk kepala sang putri. "Sayang, papa berangkat dulu ya, dan ingat, sekolah yang benar oke!"


"Oke Papa,"


"Anak pintar," sambung Jo yang kini meninggalkan ruang makan, untuk bergegas menuju rumah orang taunya.


Saat ia sangat yakin dengan hubungan sang papa dan juga Mira, dan Jo ingin ke rumah orang tuanya, untuk memberi tahu sang mama tentang hal tersebut.


Setelah menempuh jarak yang tidak terlalu jauh dari rumahnya ke rumah orang tuanya.


Akhirnya Jo tiba si rumah orang tuanya, tapi ia tidak bisa menemui sang mama yang ternyata sedang pergi le luar negeri, dan entah untuk apa sang mama pergi, karena setahu Jo, sang mama akan selalu memberi kabar jika ke luar kota ataupun ke luar negeri.


Kemudian Jo pun memutuskan untuk pergi dari rumah orang tuanya, menuju sekolah tempatnya bertugas.


Mama Hazel begitu bingung dengan sikap Ev yang berubah ubah seperti bunglon.


Dimana kemarin Ia ingin menerima perjodohan dengan Albert, tapi untuk pagi ini ia meralat ucapannya, dan enggan untuk menerima perjodohan itu.


Tentu saja Ev sekarang meralat ucapannya ingin menerima perjodohannya dengan Albert, karena hubungannya dengan Jo sekarang sudah membaik.


"Ev, jangan ngaco kamu," ucap mama Hazel yang masih berada di meja makan sesudah menghabiskan sarapannya, ketika Ev sang putri tiba-tiba mengubah keputusannya.


"Ini keputusan akhir aku Ma,"


"Tapi Tante Bunga dari Albert bagaimana?"


"Mama tinggal bilang sama tante Bunga, jika perjodohan aku dan Al dibatalkan, dan bilang pada dia, kalau aku ingin fokus pada kuliah aku. Begitu saja Ma,"


"Tidak semudah itu Ev,"


"Tentu saja mudah. Pokoknya aku ingin membatalkan perjodohan ini, titik!


"Tapi..."


"Tidak ada tapi tapian, ini keputusan aku, Ma," sambung Ev memotong perkataan dari sang mama.


"Apa kamu sudah memiliki kekasih atau orang yang kamu sukai, Ev?" tanya papa Zain yang juga berada di meja makan, setelah menyimak pembicaraan sang istri dan juga Ev.


"Iya Pa,"


"Siapa?"


"Jo," Ev langsung menutup mulutnya karena sudah keceplosan.


Bersambung..................