AFFAIR With Mr. JO

AFFAIR With Mr. JO
Pelakor



"Ya elah sayang, tapi Jo tidak terlibat dengan pembunuhan itu, jangan sangkut pautkan dia dong," sambung Papa Zain menimpali ucapan dari sang istri. "Biarkan saja jika Ev mencintai dia, aku rasa dia pria yang sangat baik dan juga bertanggung jawab,"


Mana Hazel memicingkan matanya menatap sang suami. Setelah mendengar apa yang dikatakannya.


"Apa kamu tidak punya pikiran, hah?!" tanya mama Hazel sedikit kesal.


"Tentu saja punya dong, sayang,"


"Jika punya, harusnya kamu tidak bicara seperti apa yang tadi kamu katakan, paham!"


"Kenapa memangnya, benar kan, apa yang suami tertampan kamu ini katakan,"


"Benar matamu! Meskipun Jo itu bukan dari keluarga pembunuhan, aku juga tidak akan merestui, jika Ev menyukainya,"


"Sayang, jangan egois seperti ini dong, biarkan Ev menyukainya, apa salahnya sih,"


"Tentu saja salah, apa kamu tidak berpikir, dia itu sudah mempunyai keluarga, dan aku tidak mau putriku di sebut pelakor, paham!" seru mama Hazel yang langsung meninggalkan sang suami, yang sedang berpikir.


"Oh iya, ya. Jo kan sudah menikah, bisa bisanya aku lupa," ucap Papa Zain yang baru mengingat hal itu. "Aku juga tidak setuju kalau begitu," papa Zain pun langsung berjalan menuju pintu rumahnya berniat untuk menemui sang putri dan juga Jo, yang ia yakini masih berada di teras rumah.


"Sayang, ada apa?" tanya Jo ketika Ev sudah kembali menghampirinya.


Namun, tidak di jawab oleh Ev yang bingung harus mengatakan apa, karena sang mama tidak suka jika ia dekat dengan Jo.


"Sayang," panggil Jo lagi dan kini membelai pipinya. "Aku yakin mama kamu mengatakan sesuatu padamu, sehingga kamu seperti tidak semangat seperti ini," ucap Jo yang melihat raut wajah sang kekasih tidak seperti semula.


"Sayang, mama..."


"Ada apa dengan mama kamu?" tanya Jo penasaran, karena Ev tidak jadi meneruskan ucapannya ucapannya.


"Sepertinya mama tidak suka aku dekat dengan kamu, sayang," akhirnya Ev mengatakan yang sejujurnya, jika sang mama melarangnya untuk deket dengan Jo.


"Apa karena aku adalah adik dari Bara?" tebak Jo.


Dan Ev langsung menganggukkan kepalanya. "Terus bagaimana, sayang?"


"Sekarang aku tanya, kamu mencintai aku tidak?" tanya Jo yang langsung mendapat pelototan dari Ev.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu, menyebalkan sekali, jika aku tidak mencintaimu, tentu saja aku tidak akan mau sama kamu!" kesal Ev setelah mendengar pertanyaan dari Jo.


Membuat Jo yang tadi duduk di kursi tidak jauh dari kursi yang di duduki Ev, kini beranjak dari duduknya, lalu berjongkok tepat di depan kursi yang di duduki Ev, lalu meraih salah satu tangannya.


"Aku juga sangat mencintai kamu, sayang. Sangat, melebihi aku mencintai diriku sendiri,"


"Untuk memastikan saja,"


"Jadi selama ini..."


"Aku percaya, kamu sangat mencintai aku, seperti aku mencintaimu, sayang," sambung Jo memotong perkataan dari sang kekasih. "Bagaimana jika aku dan juga kamu jujur saja tentang hubungan kita," usul Jo, karena ia yakin orang tua Ev pasti akan merestui hubungannya.


"Mama tidak akan semudah itu menerimanya, sayang,"


"Tapi aku yakin, mama kamu akan menerimanya, jika dia tahu hubungan kita sudah sejauh mana, dan aku sangat senang jika harus bertanggung jawab, atas apa yang sudah kita lakukan di atas ranjang selama ini, sayang,"


Namun, Ev tidak lagi menimpali ucapan dari sang kekasih, karena ia sedang berpikir, apakah harus mengikuti saran Jo, atau pun tidak.


"Sayang," panggil Jo sambil mengangkat dagu Ev. "Bagaimana?"


"Aku pikir dulu,"


"Baiklah, oh ya, apa kamu tidak ingin tidur di apartemen?"


"Tidak,"


"Padahal aku ingin sekali tidur bersama dengan kamu seperti semalam, sayang,"


"Lain kali saja,"


"Baiklah," ujar Jo, lalu mencium bibir Ev, tapi Ev langsung menjauhkan kepalanya.


"Sayang, jangan seperti ini, ini di rumahku,"


"Maaf,"


"Lebih baik kamu pulang, ini sudah malam,"


"Baiklah, aku pulang dulu,"


Setelah kepergian Jo, Ev segera masuk ke dalam rumah. Tapi alangkah terkejutnya ia ketika melihat papa Zain berada di balik pintu.


"Papa, sejak kapan Papa ada disini?"


Bersambung...............