Absolute Soul

Absolute Soul
97. Kekuatan Buronan Seharga 10 Juta Bold



"Ini...."


Heru terbelalak melihat kekuatannya sendiri, dia tak pernah mengira mampu melepaskan pukulan yang begitu dahsyat. Tentu dia sudah merasakan hasil latihan intensifnya bersama Haikal, tetapi dibantu oleh peningkatan kekuatan fisik dari Forbidden Magic Card milik Jack, kekuatannya melonjak hebat sampai tidak bisa dipercaya.


"Jika kartu tujuh sekop saja sudah sebesar ini, bagaimana dengan kartu raja atau as sekop?" Heru menoleh ke arah Jack merasa penasaran terhadap kekuatan pemuda yang dijuluki 'Jack of All Trade' tersebut.


Dia hanya memandang Jack sejenak saja sebelum pandangannya teralih oleh sosok pemuda yang kini menepuk pundak sambil mengangkat jempol, "Pukulan yang hebat, Heru."


"Kalau pukulan barusan kau bilang hebat, kau sebut apa Air Smash-mu tadi?" Heru mengangkat sebelah alisnya sedikit bingung apakah Haikal sedang mengejek atau memujinya, lalu melirik lengan bagian bawah Haikal yang kini dipenuhi bercak hitam.


Heru memang sudah pernah menyaksikan kehebatan 'Air Smash : Overload' Haikal yang dapat menghempaskan puluhan pisau terbang saat melawan Shear pertama kali di atap gedung, tetapi dibandingkan sekarang jurus tersebut terasa setidaknya dua kali lebih berbahaya dari sebelumnya. Apalagi kali ini kualitas pisau-pisau terbang tersebut berbeda jauh.


Dia menduga peningkatan kekuatan Haikal ada hubungannya dengan bercak hitam di lengannya.


"Aku akan menjelaskannya nanti, untuk sekarang kita tidak boleh melepaskan kewaspadaan." Haikal tersenyum tipis kemudian menunjuk ke arah Shear terhempas, di sana terlihat belasan hingga puluhan pisau melayang di udara.


Heru mengerutkan dahinya melihat hal tersebut, "Dia belum kalah setelah terkena serangan seperti itu?"


"Dia Blazer buronan senilai 10 juta Bold, tidak perlu heran." Haikal tidak menjelaskan lebih jauh betapa kuatnya orang seperti Shear begitu pisau-pisau terbang tersebut melesat menuju mereka bagai tetesan air hujan.


Haikal dan Heru mengambil ancang-ancang sebelum angin dingin berhembus kencang dari belakang membawa sejumlah besar salju yang kemudian membentuk semacam dinding salju melindungi keduanya dari hujaman pisau-pisau tersebut.


"Terima kasih, Salvia, Verna." Haikal tersenyum kecil saat melirik ke belakang, tepatnya pada Salvia dan Verna yang sama-sama menahan puluhan belati menggunakan salju serta angin mereka dari kejauhan.


Tidak ingin membuang waktu lebih banyak lagi, Haikal dan heru menendang tanah bersamaan melesat secepat kilat menuju tempat puluhan belati terbang ini menyerang. Mereka dapat melihat sesosok Shear berdiri tegap sambil mengendalikan pisau terbangnya dari jauh di tempat yang sama.


"Ah, sudah ketahuan rupanya." Shear tersenyum sinis menyambut kedatangan Haikal dan heru, dia mengeluarkan lebih banyak pisau dari balik jubahnya dan melemparkan semuanya sekaligus kepada kedua pemuda tersebut.


Heru sudah mengambil ancang-ancang hendak melepaskan Air Smash untuk menghalau pisau yang dilempar Shear sebelum Haikal melangkah ke depannya dan membentangkan kedua tangannya, "Biar aku yang menghentikannya, kau fokus menyerang saja!"


Heru ingin menolak niat Haikal, tetapi belum sempat dia bersuara tubuh Haikal mengeluarkan aura merah kehitaman yang dengan cepat membentuk zirah berwarna merah sedikit tembus pandang, membalut setiap inci badannya, "Berserk Plate!"


"Ditambah...." Haikal menarik tangannya ke belakang dan mendorongnya sekuat tenaga, "Air Smash!"


Tekanan angin dari tinju Haikal melesat menghempaskan sebagian besar pisau yang terbang ke arahnya, tetapi beberapa dapat bertahan membuat Haikal mengerutkan alisnya, "Begitu rupanya."


Haikal yang merasa tidak bisa mengandalkan Air Smash lebih jauh kemudian mulai melayangkan tinjunya menghantam pisau terbang satu per satu. Heru juga tidak ingin membiarkan sahabatnya itu kesulitan sendirian, dia ikut membantu memukuli pisau-pisau itu.


Butuh waktu dan tenaga yang tidak sedikit demi menangkis belasan pisau terbang Shear, apalagi kali ini pisau-pisau tersebut memiliki kualitas yang jauh berbeda dari belati yang pernah Haikal dan Heru lawan sebelumnya.


Selain lebih tajam dan kuat, belati-belati terbang ini dapat dialiri energi jiwa sehingga membuatnya jauh lebih berbahaya ketimbang belati biasa. Shear juga mengendalikan belati ini dengan benang energi jiwa yang tidak tipis sehingga tak mudah terhempas.


Itulah sebabnya Air Smash Haikal yang sebelumnya dapat menghempaskan belasan belati sekaligus tidak mempan kali ini.


"Kau tak apa-apa, Heru?"


"Beberapa pisau sempat lolos dan melukaiku, tapi tidak masalah. Hanya menggores saja," jawab Heru segera tak ingin sahabatnya itu terlalu khawatir.


Berbeda dari Haikal yang saat ini mengenakan Berserk Plate, Heru tidak memiliki baju pelindung yang dapat melindungi bagian tubuhnya selain lengan yang dibalut Twin Kong, Soul Arc berbentuk sarung tangan besinya sehingga mendapat luka gores yang tidak sedikit.


"Luar biasa! Bisa menahan Knives Raid dengan belati berkualitas tinggi dalam jumlah sebesar itu, kalian memang bukan calon Blazer biasa!" Shear kemudian menarik semua belati terbangnya dan mengeluarkan sebuah gulungan kertas lalu membukanya, "Kalian berhasil membuatku menggunakan ini!"


"Itu...." Dahi Haikal langsung mengerut melihat isi gulungan tersebut, dia dapat melihat sebuah lukisan berbentuk patung pada gulungan itu. Heru yang juga mengetahui maksud gulungan tersebut segera mendapat firasat buruk.


Lukisan patung pada gulungan Shear terlihat menggelembung selama beberapa saat sebelum akhirnya keluar dan menjadi patung sungguhan—tidak, mungkin lebih tepatnya boneka berukuran raksasa.


Shear segera menempelkan benang energi jiwa untuk mengendalikan boneka tersebut dan benar saja, boneka itu bergerak sesuai keinginannya melalui pola jari tertentu. Dia menyeringgai lebar melihat reaksi Haikal dan Heru, "Bagaimana? Apa kalian takut terhadap Knives Reaper-ku ini?"


Knives Reaper adalah boneka mekanik yang dikenal luas sebagai senjata utama Shear, dia seringkali menggunakan boneka ini untuk berbuat onar di berbagai daerah, lalu boneka ini jugalah yang membuat kepala Shear dihargai sebesar 10 juta Bold.


Haikal dan Heru merasa ragu menghadapi Shear yang telah menggunakan senjata utamanya, mereka berdua mengetahui jelas bahwa Shear jauh lebih ungul dalam pertarungan sungguhan.


Tidak seperti pertandingan pada turnamen, kali ini mereka sungguh dihadapkan pada pertarungan hidup dan mati. Salah sedikit saja maka luka fatal bahkan kematian akan sulit dihindari.


Haikal menggeretakkan giginya sejenak sebelum menarik serangkaian nafas menenangkan diri, membuang keraguan dan rasa takut, sekaligus meningkatkan konsentrasi, "Heru, jika kau tidak bisa mengikutiku mundurlah."


Sorot mata Haikal seketika berubah, dia menjadi lebih serius seakan keraguannya sesaat lalu menghilang tanpa bekas. Heru yang seluruh tubuhnya bergemetar merasa khawatir tidak bisa menang kini berhenti begitu melihat pandangan Haikal.


"Huh, besar juga mulutmu sekarang." Heru mendengus pelan merasa Haikal meremehkan dirinya. Dia sadar saat ini Haikal lebih kuat daripada dirinya, namun Heru tidak ingin kalah, "Boleh saja, mari kita bertanding siapa yang mengalahkannya lebih dulu."


Heru meningkatkan tekanan energi jiwanya lebih tinggi mengikuti Haikal, tubuhnya memancarkan aura cokelat kehijauan kental yang berpadu dengan aura merah kehitaman Haikal. Kekuatan keduanya meningkat drastis.


Shear yang menyaksikan itu tersenyum sejenak sebelum menggerakkan Knives Reaper menuju Haikal dan Heru bersama belasan pisau yang kini bersatu dan membentuk sabit raksasa, "Biar kuuji seberapa kuat kalian sampai ketua ingin merekrut kalian!"


Haikal tidak menunggu atau memberi arahan pada Heru, dia segera melesat maju dan melayangkan sebuah Air Smash pada Knives Reaper. Sayangnya jurus yang mengandalkan tekanan angin tersebut tidak mempan terhadap boneka mekanik itu.


"Bodoh, menghempaskan belasan pisau terbang saja tidak bisa apalagi boneka mekanik berkualitas setinggi Knives Reaper!" Shear tertawa melihat tindakan Haikal yang terlihat konyol, tetapi gerakan Haikal selanjutnya membuatnya tertegun.


Ketika Knives Reaper mengayunkan sabit belatinya, Haikal mengibaskan lengan kanannya dan menahan tebasan itu dengan tangan kosong—mungkin tepatnya ditahan menggunakan pelindung lengan Berserk Plate.


"Kau yang bodoh, aku tak menggunakan Air Smash untuk menghempaskannya." Haikal kemudian meraih dan menarik kedua lengan Knives Reaper, menahan gerakannya sementara, "Aku mengincar ini."


Heru yang menunggu kesempatan akhirnya bergerak, dia menendang tanah melesat cepat menuju Shear yang tertegun tak menyangka Haikal bisa menghentikan boneka mekaniknya dengan tangan kosong.


"Makan ini! Kong Strike!" Tidak ingin membuang kesempatan, Heru melayangkan tinjuan sekuat tenaganya sekali lagi mengincar tubuh Shear yang terbuka lebar, namun harga 10 juta Bold untuk kepala Shear bukanlah angka semata.


Shear mengangkat lengannya, mengendalikan puluhan belati yang sejak tadi bersiaga di belakangnya membentuk dinding tajam menahan pukulan tinju Heru, menyebabkan suara dentingan besi serta percikan api dari benturan kedua benda logam tersebut.


Raut Heru memburuk saat menyadari serangannya telah diantisipasi seperti ini.


"Kalian pikir aku tidak mengantisipasi kedatangan salah satu dari kalian untuk menyerang dari jarak dekat?" Shear menatap Heru sinis sebelum menghancurkan dinding belati dan merubahnya menjadi sejenis pedang besar yang terdiri dari puluhan belati terbang, "Kalian naif!"


"Rasakanlah salah satu teknik andalanku secara langsung!" Shear mendorong pedang pisau tersebut menuju badan Heru yang terbuka lebar, "Knives Sword!"


Zraat!!