Absolute Soul

Absolute Soul
67. Snow Princess vs Witch Queen IV



"Ini...."


"Apa babak final turnamen selalu semengerikan ini setiap tahunnya?"


"Seingatku tidak."


Sebagian besar penonton terdiam menyaksikan hal yang baru saja terjadi di depan mereka, sebagian lagi mengutarakan kekaguman mereka, sisanya pingsan dan ketakutan. Mengapa? Itu karena pemandangan menakutkan di hadapan mereka.


Berkat bentrokan jurus Salvia dan Verna, seluruh arena hampir berubah menjadi padang es beserta semua penontonnya. Jika bukan karena dinding pelindung yang diaktifkan petugas keamanan mungkin semua orang di tempat ini sudah membeku tertimbun salju.


Di sisi lapangan arena sendiri tidak terlihat tanda-tanda kehidupan apapun. Sejauh yang bisa mereka lihat hanyalah padang salju merah muda milik Salvia yang begitu banyak tercipta sampai setinggi dua meter.


"Apa yang terjadi? Siapa pemenangnya?" Pembawa acara spontan bertanya, baru saja bangkit dari lantai karena terkejut sekaligus panik dirinya bisa terkena serangan, untungnya pelindung arena berfungsi dengan baik sehingga tidak ada orang di luar lapangan arena yang terluka.


Keheningan menguasai seisi arena untuk beberapa waktu sampai padang salju merah muda tersebut mulai menghilang secara perlahan, membuat lapangan arena menampakkan dua kubah serupa, hanya saja salah satu kubah terbuat dari salju dan satu lainnya kelihatannya terbentuk dari kumpulan batu kekuningan nan kokoh.


Hampir di saat yang bersamaan kedua kubah berbeda material itu runtuh, terlihat sepasang gadis tengah berdiri saling berhadapan. Benar, mereka adalah Verna dan Salvia, keduanya masih bertahan.


Perbedaan keduanya adalah Verna masih berdiri tegak namun kali ini penampilannya berganti lagi menjadi jubah cokelat kekuningan disertai sepasang sarung tangan sesiku, sementara Salvia nampak bergemetar hebat, berdiri saja sudah sulit baginya.


"Serangan sebesar itu sekalipun tidak bisa menumbangkanmu?" Salvia tersenyum kecut melihat Verna hampir tak mengeluarkan keringat menahan serangannya, padahal Snow Eruption barusan termasuk serangan terkuatnya. Dia lalu jatuh berlutut di atas lantai arena, warna rambut dan iris matanya kembali menjadi perak semula.


Verna mengangkat bahunya sesaat menanggapi perkataan Salvia, "Aku sudah bilang sebelumnya, aku adalah lawan terburukmu."


"Tapi, kau memang hebat bisa menyudutkanku sampai sejauh ini dengan kondisi seperti itu," ujar Verna tersenyum lembut sebelum mengangkat sebelah tangannya ke depan, "Aku mengagumimu, Salvia."


Verna sekali lagi mengubah penampilannya, kali ini gaunnya berubah warna menjadi biru cerah sedikit kehijauan disertai jubah berwarna sama berkibar, begitu juga rambut dan iris matanya, "Elemental Dress – Blue Dolphin."


"Setidaknya aku akan menumbangkanmu dengan satu serangan." Tepat setelah berkata demikian, Verna menciptakan sebuah bola air kecil yang perlahan-lahan membesar di telapak tangannya hingga mencapai ukuran sebuah mobil, "Telan dia, Flood Hydra."


Bola air berukuran raksasa tersebut terpecah menjadi sembilan bagian yang kemudian mengambil bentuk ular naga panjang, lalu melesat cepat mengincar Salvia yang tengah berlutut tidak bertenaga.


Salvia memelototi sembilan ular naga air yang melesat mendekatinya dalam kecepatan tinggi, tetapi sesaat kemudian bibirnya menyunggingkan sebuah senyuman. Dia mengangkat tangannya ke depan dan berkata, "Niflheim Breeze!"


Dalam seketika seluruh rambut serta iris mata Salvia berubah kembali menjadi merah muda, lalu tangannya memancarkan cahaya putih terang yang mendatangkan hembusan angin dingin bersalju menghantam sembilan naga air milik Verna, membekukannya dalam satu tiupan.


Mata Verna terbelalak hebat menyaksikan jurusnya membeku hanya dalam sepersekian detik, namun bukan saatnya dia terkagum dengan serangan Salvia barusan. Angin bersalju Salvia yang berhasil membekukan Flood Hydra masih terus maju mengincar dirinya.


Verna kembali melepaskan serangan lain, kali ini sebuah tombak air bermata tiga, "Flood Trident!"


Sayangnya tombak air tersebut juga ikut membeku sama seperti Flood Hydra sebelumnya, Verna mengeratkan giginya menyaksikan hal tersebut sebelum berganti penampilan menjadi gaun merah api, Elemental Dress – Red Lion.


Untuk Salvia berhasil menyarangkan serangan telak pada Verna semenjak pertandingan mereka dimulai, para penonton menjadi heboh menyaksikan salju Salvia yang tidak meleleh meski berhadapan dengan api Verna yang seharusnya lebih panas dari api biasa.


Para perwakilan Guild di ruangan mereka juga tidak kalah hebohnya, mereka berdiskusi bagaimana cara Salvia menetralisir panas api Verna, padahal sejak tadi saljunya selalu meleleh ketika menyentuh api Verna.


Saat arena dipenuhi kehebohan, Salvia belum merasa menang. Dia menyentuh lantai arena dan menutup mata berusaha berkonsentrasi menciptakan lebih banyak salju yang kemudian bergerak memenuhi lantai dari ujung ke ujung.


Belum sempat Salvia menciptakan lebih banyak salju, dari balik kabut uap Verna sudah melemparkan tiga bola api kepadanya dalam kecepatan tinggi. Salvia bisa merasakan ancaman yang datang, spontan dia membuka mata dan mengerahkan sejumlah salju di sekitarnya untuk menahan serangan tersebut.


Berbeda dari sebelumnya, salju Salvia terlihat mampu menahan serangan api Verna. Hal itu bisa diketahui dari bagaimana Salvia mengatasi serangan dadakan Verna.


"Apa yang kau perbuat?" Terlihat sosok Verna mengalami luka gores di beberapa bagian tubuhnya di balik kabut uap yang perlahan menghilang, dia terlihat kebingungan terhadap peningkatan kekuatan Salvia yang belum pernah dilihatnya, "Apa Awakening-mu memang sekuat ini?"


"Jika kau mengira hanya kau yang dapat menggunakan pemusatan energi jiwa, maka kau salah besar, Verna." Salvia menyunggingkan sebuah senyuman kecil pada bibirnya sejenak menanggapi kebingungan Verna sebelum sekali lagi menyentuh lantai arena yang kini diselimuti salju merah mudanya, "Niflheim Raid!"


Salju di lantai arena segera menanggapi seruan Salvia dengan menciptakan puluhan pilar salju runcing yang mengarah pada Verna sebagai pusatnya, membuat gadis berambut merah api tersebut terkejut setengah mati melihat dirinya dikelilingi puluhan pilar salju runcing nan tajam.


Berkat kabut uap yang membatasi pandangan Verna, gadis itu tidak menyadari Salvia menyebarkan saljunya ke seluruh penjuru arena demi mempersiapkan serangan seluas ini. Dengan salju merah muda hasil Awakening-nya yang ditambah pemusatan energi jiwa, Salvia yakin jurusnya dapat menembus api Verna.


Di sisi lain Verna memang terkejut oleh pemandangan mengerikan ini, tapi dia tidak kehilangan akal, "Kau meremehkanku, Salvia!" Verna berseru keras sejenak sebelum sekali lagi mengubah penampilannya, namun kali ini sedikit berbeda.


Gaunnya kini berubah menjadi warna cokelat didominasi kuning dan terlihat cukup kaku yang disertai sepasang sarung tangan sesiku seperti Elemental Dress – Brown Gorilla, tetapi kali ini rambut dan matanya tetap berwarna merah membara, begitu juga sarung tangan di kedua lengannya.


"Magma Crash!" Verna menghantam lantai arena sekuat tenaga menggunakan lengan kanannya, menyebabkan lantai arena hancur dan terbakar, lalu mengacaukan seluruh serangan salju Salvia meski tidak berhasil membuatnya meleleh.


Salvia berdecak pelan melihat kekuatan Verna yang kurang lebih menyamai atau bahkan melebihi kekuatan fisik Haikal, padahal Verna bukanlah calon Blazer tipe Warrior. Dia kemudian buru-buru menyiapkan jurus lain dari jarak jauh, kali ini Salvia menciptakan puluhan tombak salju nan tajam, "Snow Edge Rain!"


Puluhan tombak salju tersebut segera melesat kencang menuju tempat Verna berada, namun Verna sendiri sudah mengantisipasi serangan Salvia, dia menciptakan sebuah pemukul raksasa sepanjang dua meter yang terbuat dari bebatuan berapi seperti magma, "Magma Beater!"


"Heah!" Dengan badan kecilnya, Verna mengayunkan pemukul raksasa tersebut menghantam seluruh tombak salju Salvia, menghancurkannya kembali menjadi salju lembut dan melelehkannya.


Salvia ingin sekali mengumpat terhadap kekuatan Verna yang melebihi bayangannya, namun saat ini dia harus menyiapkan serangan lain sebelum Verna sempat melayangkan serangan dari jauh.


"Makan ini!" Salvia berseru begitu persiapannya selesai, lalu membentuk sejumlah besar bola salju menggunakan. Dia lalu melesatkan bola-bola salju tersebut kepada Verna, "Snow Bullets!"


Biarpun sekilas terlihat hanya seperti bola salju biasa, bola salju ciptaan Salvia ini tidak lebih aman bola besi seukuran bola bisbol yang dilempar oleh seorang pelempar bisbol profesional.


Verna tidak banyak mengambil persiapan, dia hanya membentuk ancang-ancang dan mengayunkan pemukul batu raksasa berapinya sekali lagi mematahkan seluruh serangan Salvia, "Tidak berguna!"


"Semua seranganmu tidak akan berguna padaku sekarang, Salvia!" Verna berseru begitu keras menunjuk Salvia menggunakan pemukul batu berapinya, "Tidak padaku yang menggunakan Elemental Dress – Red Gorilla!"